jakarta-selatan
kali dibagikan

GSX Series Jadi Model Suzuki yang Paling Banyak Diekspor

  • 06 Mar, 2019
  • 1491 Kali Dilihat

Pasar ekspor juga disasar Suzuki Indonesia. Kontribusi terbesar disumbang GSX Series, dengan jumlah 20.548 unit. Hasil ini melambung 55,2% dibanding 2017. Di model lain, Suzuki Address turut menyumbang 16.386 unit dan NEX II berkontribusi 10.413 unit.



Peningkatan jumlah ekspor ini, menurut mereka, sejalan dengan ambisi Suzuki. PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) ingin menjadikan Indonesia sebagai basis ketiga ekspor kendaraan produk Suzuki Corporation. Dengan total tujuan ke 41 negara, sebanyak 183.434 unit motor dikapalkan dalam bentuk utuh dan terurai (CBU dan CKD). Pertumbuhan total ekspor ini meningkat 62% dibandingkan 2017.


Hingga 2018, Suzuki mengekspor 52.634 unit sepeda motor dalam bentuk CBU 25.586 unit. Sementara dalam bentuk CKD, mereka mengirim 130.800 unit. Naik tajam dibandingkan tahun sebelumnya, sebesar 87.600 unit.


“Sebetulnya pasar ekspor untuk sepeda motor tak kalah menjanjikan dari penjualan domestik. Dengan melihat tren pertumbuhan tahunan, kami optimis. Masih banyak celah pasar luar negeri yang bisa digarap. Pengembangan ekspor suku cadang dan aksesori resmi Suzuki juga semakin besar. Kalau harapan, tentu kalau bisa jumlah ekspor lebih tinggi dari domestik,” ujar Yohan Yahya, 2W Sales and Marketing Departemen Head PT SIS, pada pemaparan kinerja tahunan di Kemayoran (4/3).


Kalau melihat dari data AISI, hingga akhir Desember 2018, semua merek motor yang dieskpor ke beberapa negara mencapai 630.621 unit. Jumlah itu juga menunjukkan gambaran tren yang positif. Bahkan melebihi target yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Yakni 10% dari kapasitas produksi (semua APM) yang terpasang di Indonesia. Nah, Suzuki menyumbang 8,3% dari total ekspor ini.


Upaya menggenjot ekspor merupakan salah satu program yang diprioritaskan Pemerintah. Fungsinya tak lain, guna menekan defisit neraca perdagangan otomotif. Beberapa insentif diberikan pada pelaku industri, demi memacu kinerja ekspor motor. Seiring dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, Kemenperin tetap memberi target. Mereka menetapkan sasaran peningkatan kembali (nett ekspor) sebesar 10% pada 2030 kelak.


Performa Aftersales dan Suku Cadang


Tak hanya menjual produk, Suzuki juga menjajakan spare parts. Pendapatan ekspor suku cadang (Suzuki Genuine Parts, Suzuki Genuine Oil dan Suzuki Genuine Accessories) berhasil tumbuh. Terbukukan hingga 12,3% dibandingkan tahun sebelumnya.


Jumlah unit sepeda motor yang servis meningkat sepanjang 2018, sebanyak 671.192 unit. Hasil ini, menurut pabrikan, dicapai melalui beberapa kegiatan. Misal peningkatan kualitas layanan dan kenyamanan konsumen di bengkel resmi Suzuki. Caranya melalui pengawasan 5S (Seiri, Seiso, Seiton, Shiketsu dan Shetsuke) dan Standard Operating Procedure. Terakhir, adanya peningkatan mutu mekanik melalui kontes mekanik level nasional dan internasional.


Penjualan domestik suku cadang roda dua selama 2018 juga baik. Hasil menjajakan Suzuki Genuine Part (SGP), Suzuki Genuine Oil (SGO) dan Suzuki Genuine Accessories (SGA) mencapai jumlah pendapatan sebesar Rp 570 miliar.


Kalau angka itu dibedah, penjualan SGP sebesar Rp 381 miliar. Hasil SGA sebesar Rp 20 miliar. Dan terakhir Rp 168 miliar untuk SGO. Dari sisi ekspor, kenaikan jualan sepeda motor memberikan dampak langsung terhadap ekspor suku cadang yang juga meraih hasil positif. Secara keseluruhan, pendapatan ekspor suku cadang (Suzuki Genuine Parts, Suzuki Genuine Oil dan Suzuki Genuine Accessories) berhasil tumbuh. Terbukukan hingga 12,3% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.



Untuk mengoptimalkan layanan dan keterjangkauan konsumen, selama 2018 Suzuki melakukan acara service campaign. Dilaksanakan di berbagai daerah dan melakukan kunjungan servis ke pabrik-pabrik atau perkantoran yang memiliki banyak unit sepeda motor Suzuki. Kata Suzuki, ini meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk layanan purnajual. Mereka pun memberikan berbagai insentif bagi teknisi di diler-diler, pelatihan servis untuk manager dan melakukan sosialisasi layanan Halo Suzuki di setiap diler.


Belum lama ini, mereka meluncurkan aplikasi mobile My Suzuki, di ajang Indonesia Motorcycle Show 2018. Aplikasi berguna, untuk memudahkan pelanggan membeli berbagai suku cadang, oli dan aksesori resmi. Lebih praktis, tanpa harus pergi ke bengkel. Jika membutuhkan informasi detail mengenai produk, terdapat fitur chatting. Anda bisa menggunakan untuk berkomunikasi dengan Suzuki. Dari sisi pembayaran, My Suzuki juga menyediakan beragam pilihan mulai dari ATM transfer, virtual account, kartu kredit, hingga layanan Go-Pay. (Alx/Van)


Baca Juga: Merek Motor Baru Siap Hadir di IIMS 2019

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Suzuki GSX 150 Bandit

Lihat video terbaru Suzuki GSX 150 Bandit untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Suzuki Pilihan

  • Populer
  • Komparasi