Wuling Cortez 1.8 L Lux+ i-AMT: Tak Kalah dengan MPV Papan Atas

Wuling Cortez 1.8 L Lux+ i-AMT: Tak Kalah dengan MPV Papan Atas
Gambar
Review Pengguna


Setelah mengeksplorasi performa mesin dan pengendalian Wuling Cortez di sirkuit Sentul Desember lalu, belum lengkap kalau tidak mengujinya langsung di jalan raya. Tantangan untuk menempuh perjalanan luar kota dari Malang – Bromo – Surabaya (7-9/3), dirasa cukup untuk membuktikan kenyamanan Wuling Cortez. Karena spesiesnya sebagai Multi Purpose Vehicle (MPV), jalur luar kota menjadi santapan utama untuk membawa seluruh keluarga Anda berpelesiran.


Drive Wuling Cortez


Perlu dicamkan, mobil ini adalah alat transportasi keluarga. Jadi sangatlah tidak bijak memperlakukannya seperti mobil balap. Cara terbaik menikmati Cortez, ya kenyamanannya. Mulai dari kabin, suspensi, hingga manfaat seabrek fitur yang ada. Sebagai MPV keluarga, semua faktor menjadi keunggulan bersaing, di tengah ketatnya segmen paling gemuk di Indonesia ini.


Luas kabin menjadi elemen kenyamanan pertama Cortez. Dimensi yang hampir setara Toyota Kijang Innova, menjanjikan kabin lega untuk menampung 7-8 penumpang. Bahkan lebih lapang ketimbang Innova. Karena Cortez diuntungkan sasis monokok dan penggerak roda depan (FWD), sehingga lantai menjadi rendah dan tanpa gundukan gardan. Mobil tes yang disediakan hanya varian tertinggi, Cortez 1.8 L Lux+ i-AMT. Memiliki konfigurasi 7-seater dengan captain seat di baris kedua, area ini menjadi bagian terbaik di trim Lux+.


Drive Cortez


Duduk di captain seat, mengingatkan MPV medium high-roof sekelas Nissan Serena atau Toyota Voxy. Lebih tepatnya seperti Serena generasi kedua (C24), dengan ruang kepala dan kaki sedikit lebih sempit. Tapi masih tersisa ruang untuk penumpang setinggi lebih dari 180 cm. Bahkan di baris ketiga pun begitu. Ruang kaki bisa disesuaikan dengan mengatur kursi baris kedua, namun ruang kepala cukup terbatas. Tetap tidak bisa dibilang sempit. Untuk mobil seharga Rp 264 juta, Cortez-lah yang punya kabin paling luas. Belum lagi ruang bagasi yang tersisa masih tergolong lapang. Sanggup menelan 3 sampai 4 koper ukuran sedang dengan posisi membujur.


Elemen kedua berasal dari kekedapan kabin. Seluruh pintu Cortez perlu dibanting cukup kuat agar tertutup rapat. Menandakan peredaman yang baik untuk mencegah instrusi dari luar. Benar saja, ketika duduk di dalam, gangguan dari luar sangatlah minim. Sangat tidak mencerminkan mobil seharga Low MPV yang mayoritas peredamannya masih kurang. Bising dari kolong, ban dan mesin di Cortez tidak sampai menganggu. Khususnya mesin, jantung mekanis yang konon sama seperti milik Corolla Altis ini, sangatlah halus dan hening dari dalam kabin.


Wuling Cortez di Bromo


Faktor kenyamanan tak kalah penting dari Cortez yaitu suspensi. Dapat dikatakan, mampu mendekati kenyamanan MPV di kelas atasnya yang dua kali lipat lebih mahal. Bantingan suspensi lembut dan mampu diredam dengan mantap. Jangan samakan dengan low MPV selevel harganya yang terkenal keras, memantul-mantul dan memabukkan, naik Cortez terasa MPV berkelas dengan banderol jauh lebih mahal.


Kenyamanan dan pengendalian suspensi patut diacungi jempol. Rasa ragu karena citra merek Cina harus dibuktikan dengan mencobanya sendiri. Lalu, pasti ada pertanyaan soal kemampuan Cortez melibas tanjakan curam. Ini selalu dipersoalkan dan jadi pertimbangan keputusan pembelian konsumen lokal, mengingat bervariasinya kontur jalan di Indonesia. Penasaran? Baca kisah selanjutnya.


Baca Juga: Ini konsumsi BBM luar kota Wuling Confero

Jelajahi Wuling Cortez

Wuling Cortez Rp 209 - Rp 290 Juta Cicilan : Rp 4,77 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store