jakarta-selatan
kali dibagikan

Merasakan Fitur Honda Sensing pada Accord Terbaru

  • 24 Jul, 2019
  • 3550 Kali Dilihat

Honda Sensing jadi paket fitur unggulan Accord teranyar. Ia merupakan kesatuan peranti keselamatan canggih dari Honda. Fungsi utamanya, meminimalisir potensi kecelakaan saat berkendara. Secara garis besar, ada tujuh bagian yang bisa membuat pengendara lebih nyaman dan aman. Pengujian pun dilakukan di Proving Ground Bridgestone (23/7).



Kalau kita bedah, fungsi Honda Sensing pada All New Honda Accord meliputi: Collision Mitigation Braking System (CMBS), Forward Collision Warning (FCW) – Integrated with CMBS, Lane Keeping Assist System (LKAS) dan Road Departure Mitigation (RDM). Ditemani pula oleh Lane Departure Warning (LDW), Adaptive Cruise Control (ACC) with Low Speed Follow (LSF) serta Auto High Beam.


Sedikitnya beberapa fitur utama langsung diuji OTO.com. Pertama, Collision Mitigation Braking System (CMBS). Ia bekerja pakai milimeter wave radar unit. Terletak di belakang grille depan dan monocular camera di antara kaca spion tengah serta kaca depan. Keduanya terintegrasi, mendeteksi kondisi di depan mobil.


Accord diajak melaju di kecepatan 20-30 km/jam. Di depannya, terpasang obstacle berbentuk mobil pada jarak 100 meter di depan. Begitu sang sedan mendekati objek, ada peringatan visual dan audio. Anda diingatkan agar mengambil tindakan koreksi. Jika potensi tabrakan berlanjut, lantaran pengemudi tidak mengambil tindakan koreksi, CMBS mengambil alih. Ia segera menerapkan tahap pengereman otomatis, meski Anda tak menyentuh pedal rem sedikitpun. Jadi, perannya besar dalam mengurangi dampak tabrakan.



Yang kedua, Road Departure Mitigation (RDM). Fitur menggunakan kamera monokular untuk mengenali garis solid dan putus-putus yang terdapat di jalan raya, juga marka pembatas jalan. RDM menggunakan EPS untuk menjaga kendaraan tetap pada lajurnya. Misal, jika kendaraan terdeteksi keluar dari lajur dan melintasi garis solid pembatas jalan. Sistem bekerja melalui VSA, untuk mengembalikan kendaraan ke lajur semula. Setir sedikit memberi koreksi otomatis. Namun Anda yang tetap memegang kendali.


Ia masih satu bagian dari Lane Departure Warning (LDW). Fungsinya memberikan peringatan kepada pengemudi, jika kendaraan terdeteksi meninggalkan lajur tanpa mengaktifkan lampu sein. Sistem ini bekerja saat kendaraan melaju di antara kecepatan 72 hingga 180 km/jam. LDW menggunakan kamera yang sama, memberikan peringatan visual dan getaran sebelum sistem lainnya bekerja.


Terakhir, Adaptive Cruise Control (ACC) with Low-Speed Follow. Sangat berbeda dengan cruise control biasa. Ini memungkinkan Anda mengatur kecepatan dan jarak dengan kendaraan di depan, sesuai yang diinginkan. Kamera monokular terus-menerus mengukur jarak dengan kendaraan yang terdeteksi di depan. Lalu menyesuaikan kecepatan mobil untuk mempertahankan jarak yang ditentukan. Anda dapat memilih pengaturan jarak Short, Medium, Long atau Extra Long.


Jika diperlukan, sistem melakukan pengereman otomatis bila kendaraan di depan berhenti mendadak. Untuk mengaktifkan kembali, tekan tombol Res+ pada setir bagian kanan. Namun segala fitur Honda Sensing tidak sepenuhnya menggantikan fungsi kendali pengemudi. Dan ia memang ditujukan sebagai pencegahan saja. Anda tetap berperan aktif dalam mengendarai mobil, termasuk saat menggunakan sistem ini. Bila dikehendaki, beberapa fitur dapat dimatikan oleh pengemudi. (Alx/Odi)


Baca Juga: Honda Luncurkan HR-V Baru, Pakai Baju Impor Jepang

Harga dan Promo Varian Accord

  • 1.5L | Rp 720 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 129 Juta
    Angsuran Rp 16 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo

Video Honda Accord

Lihat video terbaru Honda Accord untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Honda Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi