jakarta-selatan

Komparasi Performa Nissan X-Trail VS Toyota Fortuner Bensin

  • 27 Okt, 2017
  • 9915 Kali Dilihat

Nissan X-Trail dan Toyota Fortuner memang sama-sama SUV (Sport Utility Vechile) berkapasitas 7-penumpang. Di Indonesia, harga kedua mobil ini juga berdekatan. X-Trail 2.5 CVT dijual dengan harga Rp 464,7 juta dan Rp 480,2 juta untuk tipe Xtremer. Sedang Fortuner yang bermesin bensin dijual mulai Rp 541,3 juta sampai Rp 553,3 juta untuk tipe TRD Sportivo. Selisih harga keduanya terpaut tak sampai Rp 80 juta. Namun sebetulnya, keduanya memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Apa itu?


collage XTrail


Pertama jelas performa dan rasa berkendara. Toyota Fortuner dibangun di atas konstruksi chassis ladder-frame atau body-on-frame. Artinya bodi mobil ditempel di atas struktur rangka. Kelebihan dari konstruksi semacam ini, pada fleksibilitas struktur rangkanya yang dibuat bertingkat. Itu sebabnya konstruksi body-on-frame biasanya digunakan oleh truk atau mobil offroad. Namun rangka yang dapat bergerak secara fleksibel, memberi efek negatif pada stabilitas berkendara saat menikung dalam kecepatan tinggi. Dengan kata lain mobil jadi kurang lincah. Belum lagi bobot kendaraan juga menjadi lebih berat, karena bodi yang terpisah dari struktur rangka.


Itu sebabnya Fortuner sampai harus menggunakan mesin bensin yang berkapasitas cukup besar, 2,7 liter. Tenaga sebesar 163 PS pada 3,400 rpm dengan torsi puncak 242,2 Nm pada 4.000 rpm digunakan untuk menggerakkan kendaraan yang berbobot lebih dari 1,8 ton. Karena memiliki bobot yang lebih berat dan mesin yang berkapasitas besar, maka konsumsi bahan bakar mobil ini jauh dari kata irit. Konsumsi BBM rata-rata Fortuner bensin berkisar di 6-8 kpl. Walau boros, tapi mobil ini punya kemampuan offroad yang mumpuni. Itu sebabnya Fortuner ada yang dijual dengan sistem penggerak empat roda. Namun tipe ini khusus yang bermesin diesel.


Toyota Fortuner


Berbeda dengan Fortuner, X-Trail SUV yang memakai konstruksi jenis unibody atau monocoque. Artinya, seluruh bagian bodi mobil adalah struktur rangka yang menyokong bobot kendaraan. Konstruksi jenis ini biasa dipakai untuk mobil perkotaan karena menghasilkan stabilitas berkendara yang sangat baik. Selain itu, konstruksi ini lebih ringan, sehingga tak butuh mesin yang terlalu besar untuk menghasilkan performa memadai.


X-Trail memiliki bobot sekitar 1,5 ton atau berselisih sekitar 300 kg dari Fortuner. Jadi logikanya, mesin X-Trail yang berkapasitas 2,5 liter cukup untuk mengimbangi performa Fortuner. Menariknya, meski kapasitas mesin X-Trail lebih kecil, namun output yang dihasilkan justru lebih besar dengan tenaga 171 PS pada 6.000 rpm dan torsi puncak 233,3 Nm pada 4.000 rpm. X-Trail punya varian bermesin 2,0 liter. Catatan konsumsi bahan bakarnya sudah jelas lebih irit dibanding Fortuner. Bahkan ada yang sanggup menembus 17 kpl. Hasil ini salah satunya juga didapat karena X-Trail ditunjang oleh transmisi otomatis pintar CVT (Continuous Variable Transmission). Fortuner masih pakai transmisi otomatis konvensional 6-speed.


Kalau mau lebih irit lagi, X-Trail punya varian hybrid yang bisa melaju dalam mode elektrik. Tentu saja X-Trail hybrid ini dijual jauh lebih mahal dengan harga Rp 650,1 juta. (Rzk/Odi)


Baca Juga: Perbedaan Nissan X-Trail Varian Termurah dan Termahal

Komparasi X Trail vs Fortuner

Nissan X Trail
Rp400,9 - Rp668,1 Juta
  • Tempat Duduk
  • Mesin
  • Tenaga
VS
Toyota Fortuner
Rp476,05 - Rp668,15 Juta
  • Tempat Duduk
  • Mesin
  • Tenaga
X Trail vs Fortuner
kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Mobil Populer

  • Populer
  • Komparasi