5 Alasan Tidak Membeli Suzuki Ertiga Terbaru

5 Alasan Tidak Membeli Suzuki Ertiga Terbaru
Gambar
Review Pengguna

Segmen low MPV (Multi Purpose Vehicle), memang punya daya tarik tersendiri. Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga hingga Nissan Grand Livina adalah deretan mobil dengan populasi terbanyak di Indonesia saat ini. Kedatangan Mitsubishi Xpander tahun lalu yang secara fenomenal langsung merajai kelas ini, mau tidak mau menjadi semacam wake-up call bagi produsen mobil sejenis untuk berbenah. Paling cepat merespons, Suzuki yang langsung merilis Ertiga generasi kedua di awal tahun ini.



Suzuki Ertiga terbaru pun disiapkan dengan sejumlah perubahan agar tetap kompetitif untuk bersaing dengan para rivalnya. Penambahan fitur keselamatan Electronic Stability Program (ESP), rem dengan teknologi Anti-lock Braking System (ABS) dan Electronic Brake-force Distribution (EBD) serta kursi ISOFIX, misalnya. Bagian interior pun dibenahi dengan desain dan layout yang lebih mewah berkat sentuhan ornamen panel kayu, tombol start-stop dan sistem multimedia layar sentuh. Di luar, Ertiga baru tampil modern dengan lampu depan proyektor dan lampu kombinasi belakang LED.


Namun apakah lantas ini artinya Suzuki Ertiga menjadi lebih superior dibanding kompetitor? Tidak juga. Karena ternyata Ertiga baru masih memiliki banyak kekurangan dibanding rivalnya. Inilah beberapa alasan untuk tidak membeli Suzuki Ertiga.


1. Banyak Fitur yang Hilang



Ternyata banyak fitur di Ertiga lama yang justru dihilangkan oleh Suzuki untuk generasi terbarunya. Mungkin ini tidak terasa bagi pembeli baru. Namun pemilik Ertiga lama, pasti berpikir dua kali kalau ingin mengganti unit miliknya dengan versi 2018 ini. Pasalnya, mereka merindukan beberaa fitur yang selama ini sudah biasa mereka nikmati.


Tak lagi memiliki sandaran tangan di bagian tengah untuk penumpang di kursi baris kedua. Penumpang belakangnya kini harus rela kenyamanan berkendara sedikit berkurang lantaran hilangnya fitur ini. Pengatur ketinggian sabuk pengaman pun sekarang tak ada lagi. Walhasil, pengemudi dan penumpang depan Ertiga yang berpostur kecil tak bisa lagi menyesuaikan posisi pengait sabuk pengaman secara fleksibel.



Selain kedua fitur di atas, fitur lain yang hilang di antaranya pegangan tangan atau handgrip di dekat jendela yang bisa terlipat secara otomatis. Fitur ini menunjukkan, dulu Suzuki lebih menaruh perhatian terhadap detail Ertiga karena saat terlipat kabin jadi terlihat lebih rapih dan mewah. Sekarang, pegangan tangan Ertiga paten dan bahkan lubang bautnya tak dilengkapi penutup.


Jarak terendah mobil ini dengan permukaan jalan pun berkurang sedikit, yang membuat kemampuan jelajahnya di medan yang beragam tak sebaik Ertiga sebelumnya.


2. Pegaturan AC Kenop Putar



Desain dashboard Ertiga baru tak perlu diragukan lagi, terlihat sangat mewah. Tak kalah dengan Mitsubishi Xpander yang menjadi mobil termahal di kelasnya. Sayangnya pegaturan fungsi AC masih terlihat sangat jadul. Mekanisme pengaturan dengan kenop putar, memang jamak diterapkan pada kompetitornya seperti Mistubishi Xpander sekalipun. Namun setidaknya Xpander sedikit lebih manis karena memakai kenop yang modern, menyembul keluar dari panel dan dilengkapi indikator LED. Ertiga masih sama seperti sebelumnya, yang dibilang banyak orang mirip kenop putar kompor gas. Tentu ini jauh dengan tombol pengaturan AC digital yang canggih milik Honda Mobilio.


3. Penumpang Tengah Baris Kedua Tanpa Head Rest



 


Tak lagi memiliki sandaran tangan di kursi baris kedua, awalnya kami mengira agar kursi tengahnya dapat difungsikan penuh untuk diduduki penumpang dengan nyaman. Tapi ternyata, kursi tengah baris keduanya ini pun tak dilengkapi dengan sandaran kepala. Jadi, penumpang yang duduk di kursi, harus rela menopang kepalanya sepanjang perjalanan. Masalahnya, banyak komnpetitornya yang sudah dilengkapi fitur ini. Toyota Avanza dan Honda Mobilio dilengkapi dengan fully seperated and adjustable headrest di kursi tengah baris kedua.


4. Tak Ada Eco Indicator


Konsumen low MPV mayoritas sangat memperhatikan konsumsi bahan bakar kendaraan miliknya. Itu sebabnya beberapa rivalnya seperti Toyota Avanza dan Honda Mobilio sudah dilengkapi dengan Eco indicator. Fitur ini akan menyala di panel instrumen bila pengemudinya mengendarai mobil secara hemat bahan bakar. Fungsi ini absen di Ertiga baru. Informasi indikasi berkendara yang efisien pun tak bisa didapatkan pengemudinya.


5. Tanpa Power Socket di Kursi Baris Ketiga



Saat Wuling Confero datang dengan smartphone charger di tiap baris kursi, banyak orang yang memujinya. Lantaran produsen mobil asal Cina itu ‘melek’ zaman. Di era modern seperti ini kaum urban tak bisa lepas dari gadget. Wuling mengerti itu. Hal yang sama dilakukan oleh Mitsubishi dengan menyediakan power socket hingga kursi baris ketiga. Dimaklumi, kompetitor seperti Toyota Avanza dan Honda Mobilio tak memiliki fitur ini lantaran hadir lebih awal. Menariknya, sebagai anggota keluarga low MPV termuda, Ertiga tak menyediakan fitur ini. (RS/Van)


Baca Juga: Suzuki Ertiga Baru vs Toyota Veloz, Mana Pilihan Paling Ideal?

Jelajahi Suzuki Ertiga

Suzuki Ertiga Rp 207 - Rp 262,5 Juta Cicilan : Rp 4,72 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store