4 Hal Menarik dari Mazda CX-30 yang Dijual di Indonesia

4 Hal Menarik dari Mazda CX-30 yang Dijual di Indonesia
Gambar
Review Pengguna

Ada banyak aspek yang membuat All-New Mazda CX-30 menarik dibeli. Meski tak semua orang punya pandangan sama pada si crossover premium. Secara faktual ia dipasarkan mulai dari Rp 478 juta hingga 522,8 juta on the road Jakarta. Segmentasi produk pun beda sendiri. Menurut Eurokars Motor Indonesia (EMI), pemegang merek Mazda, unit gres mengisi celah antara CX-3 dan CX-5. Terlebih, mereka tak mau mobilnya dijejer dengan pabrikan Jepang lain.

Mazda menyebut CX-30 lebih pantas disandingkan dengan brand asal Eropa. Apa saja yang menarik?

Mazda CX-30 dibangun dari basis Mazda3

Euro NCAP 5 Bintang

Di Eropa, CX-30 bermesin 2.0 liter mengantongi hasil uji tabrak sempurna. Ia dihadiahi peringkat lima bintang. Kalau menilik spesifikasi mekanikal dan peranti keselamatan sangat identik dengan yang ada di Indonesia. Meski, tetap harus menunggu hasil dari Asean NCAP. Setidaknya punya parameter sama.

Wajar bila ia dinilai mobil aman. Semua varian di sini dibekali Smart Brake Support (SBS), bekerja mengantisipasi kebutuhan pengereman yang lebih baik. Juga tak luput diberi sistem ABS, EBD, Brake Assist (BA), Dynamic Stability Control (DSC) and Traction Control System (TCS), Hill Launch Assist (HLA). Jumlah kantung udara ada tujuh, di atas rata-rata pabrikan Jepang. Emergency Stop Signal (ESS), Front & rear parking sensors dan Back-up monitor jadi imbuhan.

Untuk varian Grand Touring sebagai kasta tertinggi, makin komplet lagi. Anda mendapatkan Adaptive front-lighting system (AFS), High-beam control (HBC), Smart City Brake Support Front (SCBS-F), Smart Brake Support (SBS) & Forward Obstruction Warning (FOW). Kemudian tersuguh Mazda Radar Cruise Control (MRCC), Lane Departure Warning. Lane Keep Assist System, Driver Attention Alert, Blind Spot Monitoring (BSM) plus Rear Cross Traffic Alert (RCTA).

Desain Mazda3 masih jelas terlihat

G-Vectoring Control

CX-30 memiliki peranti mutakhir bernama G-Vectoring Control (GVC). Fungsinya, mengatur keseimbangan torsi saat mobil Anda menikung. Menurut Mazda, berkat sistem tersemat, usaha pengemudi dalam bermanuver menjadi lebih mudah. Mobil seakan lengket terhadap aspal, meski harus banting setir ke kiri atau kanan dengan keras. Juga membantu Anda menjaga pergerakan seraya memperhalus perpindahan gaya gravitasi. Tapi pabrikan memastikan menjaga fun to drive alias keasyikan berkendara.

GVC Plus menambahkan kendali yaw moment langsung melalui rem. Hal ini memungkinkan mobil untuk dapat mengatasi manuver penghindaran darurat lebih baik. Termasuk menawarkan pengendalian yang meyakinkan di berbagai situasi. Amsal bila Anda mengubah lajur dengan kecepatan tinggi dan berkendara di jalan licin.

Filosofi Yohaku, Sori dan Utsuroi

Estetika desain Kodo Soul of Motion mengalir indah. Lihat, aliran dan tarikan di tiap panel tubuh. Bahasa rancang itu berasal dari garis sapuan kuas yang digunakan dalam kaligrafi Jepang. Lalu dikembangkan untuk mengintegrasi tiga faktor kunci dari tema desain teranyar. Pertama Yohaku, keindahan ruang kosong. Sori, sebuah kurva menggambarkan ketenangan dan keseimbangan. Serta Utsuroi, permainan cahaya dan bayangan.

Desain minimalis nan premium

Lebih detailnya, Sori ditampilkan dalam garis bahu yang mengalir dari fender depan ke roda belakang. Jadi memberikan kesan kecepatan dan kekuatan. Permukaan bodi di bawah garis itu mencerminkan lingkungan sekitar dalam bentuk kurva S, dapat berubah saat mobil bergerak. Dan ini merupakan penggambaran Utsuroi. Seluruh bentuk ini akhirnya bersatu dalam satu siluet gelombang yang menyebar di bagian belakang.

Sorot mata utama depan dan lampu kombinasi belakang tampil elegan nan fungsional. Ia menampilkan susunan LED bentuk silinder rumit untuk menunjukkan keindahan artistik, sambil memberikan kesan mekanis yang khas. Sinyal lampu sein LED memiliki pola cahaya baru. Dimulai dengan pendaran daya penuh dan secara bertahap menurun, memberikan kesan kuat. Jadilah sosok memesona CX-30.

Perangkat Audio Mumpuni

Begitu Anda masuk ke dalam, panel intsrumen tampilan tengah semuanya didesain ulang untuk menyajikan informasi secara sederhana. Sementara pilihan huruf yang dipakai disatukan demi mencipta tampilan menyenangkan dan konsisten. CX-30 mengadopsi head unit 8,8 inci di tengah. Sistem menawari pengoperasian lebih mudah melalui tombol pusat kendali.

Konsumen diberi sistem audio standar model 3-way. Ada delapan buah speaker dengan Woofer 3L yang dipasang di bagian dalam dasbor. Sepasang tweeter 2,5 cm di bagian sudut kanan-kiri, serta squawkers 8 cm di bagian atas trim depan dan belakang. Semua itu garapan Bose yang tak perlu diragukan lagi reputasinya.

Susunan dasbor Mazda CX-30

Nah, pada CX-30, Mazda melakukan penelitian baru yang komprehensif tentang bagaimana suara ditransmisikan ke dalam kabin mobil. Hasilnya berupa penempatan speaker bass di sudut-sudut tepat. Sehingga frekuensi rendah lebih akurat jatuh ke telinga kita. Speaker mid-range dan sebaran gelombang tinggi diposisikan pada bagian dasbor kiri dan kanan. Lalu bagian atas trim pintu, tempat suara disalurkan langsung ke penumpang, tanpa diganggu resonansi atau suara pantulan.

Penempatan ini menghasilkan dentuman yang lebih kuat. Secara alami menghasilkan suara lebih natural, meningkatkan kedalaman dan kejernihan saat diterima telinga. Rasanya jadi lumrah bila pabrikan membanderol unit di atas rata-rata. Nilai premium dan penyatuan dengan mobil, jadi sorotan utama. (Alx/Tom)

Baca Juga: Duel Crossover Premium Jepang, Pilih Mazda CX-30 atau Mitsubishi Eclipse Cross?

Jelajahi Mazda CX-30

Mazda CX-30 Rp 479,9 - Rp 519,9 Juta Cicilan : Rp 10,95 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store