Skutik Anda Baru Saja Lakukan Perjalanan Jauh? Cek 6 Hal Ini Agar Kembali Segar

Skutik Anda Baru Saja Lakukan Perjalanan Jauh? Cek 6 Hal Ini Agar Kembali Segar

Apakah Anda baru melakukan perjalanan jauh? Tentunya perjalanan tersebut membuat sepeda motor Anda harus bekerja keras. Jika menggunakan motor bermesin besar tentu tak jadi masalah. Tapi bagaimana jika Anda menggunakan skutik dengan jantung pacu kecil? Jelas mesin dan CVT-nya harus bekerja ekstra. Nah, jika motor Anda tersebut juga digunakan sebagai kendaraan harian, usai berlibur, ada baiknya lakukan pemeriksaan agar kembali segar. Kalau perlu lakukan pengecekan di bengkel resmi. Pastikan bagian-bagian berikut masih bagus.

1. Baut-Baut Bodi

Sebelum masuk ke mekanikal mesin, perjalanan jauh tak jarang menyebabkan beberapa baut jadi longgar. Yang paling sering terjadi, pada dudukan pelat nomor. Mungkin sepele. Tapi jika patah atau lepas, ini cukup mengganggu. Apalagi baut dan ringnya hilang di jalan. Kalau longgar, langsung kencangkan kembali dengan kunci pas. Lihat juga dratnya. Jika alurnya sudah tak bagus, lebih baik ganti supaya tidak kendor. Begitupun bagian lain. Seperti fairing, baut roda, baut spion, yang bisa saja patah atau longgar akibat guncangan saat menghantam jalan berlubang.

2. Oli

Kemampuan tempuh oli macam-macam. Dari 3.000, 5.000 km atau bahkan lebih. Sila hitung kapan terakhir menggantinya, lalu jumlahkan dengan jarak perjalanan yang dilalui. Jika kira-kira sudah melewati batas, baiknya langsung ganti. Bagaimana jika belum? Ini diserahkan kepada Anda. Sah-sah saja menggantinya karena kerja mesin cukup ekstra. Jangan lupa, perhatikan jumlahnya. Kalau berkurang, amati lebih dalam ke bagian berikut.

Pertama Packing blok. Salah satu sebab oli berkurang, bisa dari komponen ini. indikasinya terlihat dari rembesan oli yang keluar di sela-sela bagian blok. Entah karena pemasangan oleh mekanik yang kurang pas atau memang sudah jelek. Baiknya langsung diganti saja.

Selain itu, bisa juga disebabkan oleh sil klep yang bocor. Oli berkurang karena ikut mengalir ke ruang bakar. Lalu jika ring seher sudah longgar, juga bisa menjadi penyebabnya. Adapun indikasi lain seperti panas mesin berlebihan. Ini sangat masuk akal karena perjalanan jauh membuat kinerja mesin cukup berat.

Baca juga: Dilarang Mudik Lakukan Pengecekan Sepeda Motor Agar Optimal di Hari Raya

Tips Merawat Motor

3. Suspensi

Periksakan suspensi depan dan belakang. Saat melaju kencang, kadang lubang di depan mata pun tak bisa terhindar. Tak hanya menyiksa shock breaker, malahan bisa merusak. Indikasi mudahnya dengan ritme ayunan saat melalui polisi tidur. Jika terasa sangat mengayun dan tidak meredam mantap. Artinya perangkat itu sudah lemah atau mungkin mati. Pengecekan juga bisa dilihat jika ada gemuk oli di stang peredam kejut.

4. Pengereman

Berikutnya pengereman. Periksa kampas rem depan dan belakang. Jangan menunggu permukaannya habis total. Kalau sudah tipis, lebih baik beli yang baru dan spare part asli. Parameternya mudah. Lihat saja jumlah minyak rem yang ada di dalam wadah kotak. Jika minyak berada di level bawah, bisa mengindikasikan kampasnya sudah tipis. Perlu dicatat, peranti penahan laju sangatlah penting. Sekencang apapun motor Anda bisa melaju, kalau tak bisa berhenti hanyalah “nol besar”.

Tips Merawat Motor

5. Transmisi

Kalau pakai motor matic, periksa bagian CVT. Dari mulai belt, per CVT, mangkok kopling, kampas, roller dan rumah roller. Setiap bagian ini memiliki peranan penting. Bukan seperti motor rantai yang bisa dikencangkan. Jika belt putus, tamatlah Anda di jalan. Nah, kalau pakai motor manual, lihat dulu bagian gear. Kalau sudah tumpul, lebih baik ganti karena rantai bisa sering lepas. Lihat juga rantainya. Jika kendur, kencangkan kembali atau dengan mengurangi mata rantai. Lumasi juga dengan cairan semacam WD-40 supaya karat-karat yang membuat kesat menghilang.

Selanjutnya, rasakan kinerja koplingnya. Jika gigi susah masuk, atau motor terasa “lompat” saat tuas kopling dilepas. Artinya kampas sudah tidak gigit alias tipis. Tak usah ragu, ganti saja daripada merepotkan.

6. Ban dan Pelek

Saat menerjang lubang di kecepatan tinggi, bagian ban dan pelek bisa terkena dampaknya. Semisal, ban jadi benjol atau bahkan bibirnya sobek. Untuk ban tubeless, ini berbahaya. Karena ada bagian permukaan yang tipis. Langsung saja tukar dengan yang baru.

Pelek pun juga begitu. Tak jarang akibat benturan tadi lingkarnya sudah tidak sempurna alias peang. Tentu saja ini membuat putaran roda tidak sempurna. Jika tak cepat diperbaiki atau diganti, bisa membahayakan si pengendara. Selain hal-hal penting tadi. Beberapa sektor pendukung juga perlu diperhatikan. Seperti kelistrikan motor, pencahayaan, kom steer, segitiga stang, kabel rem, kabel gas, kabel kopling serta beberapa peranti lainnya. Terakhir, cuci dan lapisi wax agar motor tampil segar kembali. (Hlm/Raju)

Baca juga: Simak Tips Main Motor Trail/Off-Road Bagi Rider Berpostur Kecil

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Motor Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor