Ternyata, Hujan Pertama Pasca Kemarau Lebih Bahaya!

Ternyata, Hujan Pertama Pasca Kemarau Lebih Bahaya!

Hujan lebat memang membuat aspal jadi licin. Namun tahukah Anda, akan lebih licin lagi saat curah hujan masih sedikit, tepat setelah kemarau panjang? Ya, di kondisi seperti itu justru merupakan titik rawan kecelakaan, khususnya bagi motor. Tak jarang para pengendara kehilangan traksi dan akhirnya jatuh terpeleset. Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah. Dan sekaligus, kami jabarkan tips untuk mengatasinya.

Tips Berkendara Motor Saat Hujan

Melansir dari laman Wahana Honda, kondisi ini terjadi akibat saat kemarau, kendaraan yang melewati ruas jalan mengeluarkan tetesan oli, buangan kotoran, maupun pasir dan debu. Lantas partikel-partikel tadi mengendap masuk ke pori-pori aspal. Jika berlangsung setiap hari, jumlahnya tentu saja tak terkontrol. Menumpuk terus di lapisan aspal kala udara panas.

Baca juga: Tips Mengendarai Skutik Honda

Dan akhirnya, saat hujan pertama kali turun, kotoran dan berbagai partikel yang terkumpul di aspal, meluap. Terangkat semua ke permukaan akibat guyuran air. Otomatis, lapisan jalan paling pertama diselimuti bekas oli dan debu. Itulah yang membuat roda mudah kehilangan traksi. Apalagi jika kembangan ban Anda sudah tak baik, atau malah gundul.

Seringnya, hal seperti ini terjadi kala pengendara tak sengaja bermanuver mendadak. Baik membelokkan motor dengan kasar atau menekan tuas rem dalam-dalam. Kerap kali menyebabkan kecelakaan parah atau hanya sekadar kehilangan traksi, mengagetkan si pemotor. Atas itulah, Anda perlu memahami tips berikut.

Pertama, perhatikan cara berkendara. Ketika baru saja hujan, sebisa mungkin tak bepergian. Namun kalau keadaan memaksa, jaga kecepatan di batas normal. Atau bahkan di bawah normal. Jangan coba-coba memaksa melaju di kecepatan tinggi. Karena semakin kencang, risiko ban selip semakin besar.

Berikutnya, pastikan juga memiliki kendali penuh pada tunggangan Anda. Konsentrasi ke jalur sekitar dibutuhkan. Sehingga jika muncul halangan, masih mampu mengatur laju motor. Sepele namun sering ditinggalkan. Contoh paling mudah, menggunakan headset untuk memutar musik sembari jalan. Hal ini cukup memecah konsentrasi berkendara, apalagi jika mendengarkannya dalam volume tinggi.

Tak jarang juga, yang memakai motor tak sesuai kemampuan tubuhnya. Terlalu tinggi, atau terlalu berat. Pasti menyulitkan saat wajib bermanuver mendadak bukan? Saat pikiran sudah fokus saja bisa terjadi kecelakaan, ditambah lagi bila adanya distraksi.

Selanjutnya, jaga jarak dengan kendaraan lain. Di samping menjaga kecepatan, porsi jarak pengereman perlu ikut diperbesar. Dengan kondisi cuaca seperti tadi, sedikit rem saja bisa menyebabkan hilang traksi - utamanya roda depan. Makanya usahakan tak terlalu berdekatan. Baik di depan maupun samping. (Hlm/Ano)

Sumber: Wahana Honda

Baca juga: Harga Lima Motor Ini Lebih Mahal Dari Mitsubishi Xpander Cross

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store