Cuma Modal Segini Bikin CVT Motor Matik Kamu Anti Gredek

Cuma Modal Segini Bikin CVT Motor Matik Kamu Anti Gredek

Penyakit utama yang kerap dialami sepeda motor matik adalah komponen CVT (Continuously Variable Transmission)-nya getar alias gredek. Gejala itu umumnya terasa di momen akselerasi awal atau ketika di putaran mesin rendah.

KEY TAKEAWAYS

  • Masalah getaran dan bunyi gredek pada CVT motor matik

    Tidak cuma mengganggu, tapi bikin performa juga menurun
  • Gredek di CVT bukan cuma terjadi pada motor matik yang sudah berusia saja, bahkan dalam beberapa kasus motor yang baru turun dari diler penyakit gredek sudah terjadi. 

    Jika kendaraan sudah dipakai dalam waktu yang lama, gejala getar yang terjadi di area CVT disebabkan oleh kondisi lingkungan yang berdebu atau berlumpur. Kondisi ini membuat kotoran menumpuk di bagian mangkok ganda CVT.

    cvt matik

    Muhammad Vawzhi, pemilik bengkel Vatrick di kawasan Tangerang Selatan menjelaskan, selain faktor lingkungan, gejala gredek di CVT bisa disebabkan karena gemuk (grease) yang sudah habis. 

    "Ketika aus atau gemuknya sudah habis yang terjadi bukan cuma getar saja namun tarikan motor juga akan terasa berat," kata Vawzhi saat dihubungi, belum lama ini.

    Baca juga: Beda dengan Rem Cakram, Ini Cara Merawat Rem Tromol

    Biaya Usir Gredek CVT Matik

    Nah bila motor Anda mengalami gredek di komponen CVT, Vawzhi menyebutkan dirinya bisa memberikan solusi terjangkau dan efektif seharga Rp200 ribu saja. Pengerjaannya dilakukan secara kustom dan menyesuaikan dengan jenis motor matik pelanggan.

    cvt matik

    "Kami bisa jamin gredek tidak akan terjadi lagi. Nominal itu kita pakai metode kustom bagian mangkok dengan dilubangi. Fungsinya agar kotoran tidak menumpuk (di mangkok) dan keluar di luarnya," pungkasnya.

    Hal yang dilakukan selanjutnya adalah mengganti per CVT besar dengan spesifikasi 1.500 rpm. Menurut Vawzhi motor matik 125 cc sampai 150 cc dalam keadaan standar pabrik menggunakan ukuran bawaan 900 mm hingga 1.000 mm.

    "Fungsi utama pakai per CVT besar ke 1.500 rpm adalah agar tekanan bawahnya sedikit menjadi keras. Ini bisa membuat nggak gredek sekaligus tingkatkan akselerasi awal," jelasnya.

    Bila belum tahu, rpm yang dimaksud adalah satuan rotasi per menit layaknya membaca spesifikasi mesin. Ini berkaitan dengan tingkat kekerasan per tersebut menggunakan ukuran sesuai dengan putaran enjin. Maka dari itu di pasaran tersedia per aftermarket berbagai ukuran mulai dari 1.000 hingga 3.000 rpm.

    Adapun untuk komponen per kopling CVT, Vawzhi merekomendasi untuk tetap menggunakan bawaan pabrik alias standar saja. Musababnya ketika memaksa mengganti dengan aftermarket tapi keadaan mesin masih standar justru bakal mengalami penyusutan performa.

    "Per kecil (per kopling) sebaiknya diganti ketika motor sudah upsize (naik) cc. Kalau mesin masih standar untuk penyakit gredek cukup kustom mangkok dan ganti per besar saja," pungkasnya.

    Terkait lama pengerjaan, umumnya untuk mengerjakan 1 motor matik bengkel ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Durasinya pun bisa saja melar tergantung anteran, maka dari itu dirinya menyarankan kepada pelanggan untuk datang lebih pagi.

    "Masalah utama motor matik gredek di kotoran. Selain dikustom, pemiliknya juga harus rajin melakukan servis berkala dan pembersihan di area CVT," imbuh Vawzhi. (Kit/Tom)

    Baca juga: Wajib Tahu, Ini Tips Mudah Perawatan Sistem Pengereman Sepeda Motor Agar Tak Cepat Rusak

    IIMS Hybrid 2022

    Anda mungkin juga tertarik

    • Yang Akan Datang

    Video Motor Terbaru di Oto

    Oto
    Tonton Video Motor

    Artikel Motor dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature