jakarta-selatan
Bahasa en | id

KIA Picanto

Ubah Mobil
Rp151,5 - Rp196 Juta
Harga OTR di Jakarta Selatan

Spesifikasi Picanto

Tempat Duduk 5 Kursi Mesin 1248 cc
Tenaga 86 hp Power steering Ya
Kantong Udara Pengemudi Ya Anti Lock Braking System Ya
Ground Clearance 152 mm

Dari Para Ahli

Kelebihan Picanto
  • Bentuknya tidak mainstream dan enak dilihat.
  • Layaknya mobil perkotaan, konsumsi BBM-nya irit.
  • Pengendaraannya mantap. Seperti mengendarai city car Eropa.
  • Mesinnya ekonomis
Kekurangan Picanto
  • Bidang pandang ke belakang yang pas-pasan. Sebuah ciri khas desain Kia.
  • Andaikan menggunakan transmisi CVT, pasti lebih irit lagi.
  • Sudah waktunya ganti generasi

Informasi Terkini KIA Picanto

UPDATE 03-01-2018: Kia Picanto generasi baru akan segera meluncur di Malaysia. 10 Januari nanti, Naza Kia, APM-nya di Malaysia, akan memperkenalkan Picanto baru. Di balik moncongnya, untuk pasar Malaysia, Kia membenamkan mesin empat silinder berkapasitas 1,25 liter. Pesaing Honda Brio tersebut akan memiliki tenaga hingga 87 PS, dengan torsi 122 Nm. Sebuah angka yang cukup baik untuk mobil perkotaan. 

Kia Picanto sempat menjadi market leader di kelas city car beberapa tahun yang lalu. Namun pamornya langsung tergeser saat Honda menghadirkan Brio. Kia MOtor Indonesia selaku APMnya tidak tinggal diam. Kia Morning yang dibanderol jauh lebih murah dan sedikit lebih mahal dari kelas LCGC, dihadirkan. Namun hal itu tidak banyak membantu. Dari segi fitur dan kualitas, Kia Picanto yang merupakan mobil dengan standar global sebetulnya sangat bisa diandalkan. Belum lagi jaminan lima tahun yang digaungkan oleh pabrikan Korea Selatan ini termasuk salah satu yang paling berani. Namun sepertinya penyegaran untuk Picanto sudah sangat mendesak. Entah kapan mobil ini akan berganti generasi di Indonesia.

Daftar Harga Picanto

Varian Harga Spesifikasi  
1.2L M/T Rp151,5 Juta*
Harga OTR
5 Kursi, 1248 cc, 86 hp, Bensin
1.2L A/T Rp166,5 Juta*
Harga OTR
5 Kursi, 1248 cc, 86 hp, Bensin
Platinum AT Rp196 Juta*
Harga OTR
5 Kursi, 1248 cc, 86 hp, Bensin

Warna Picanto

Picanto tersedia dalam 6 warna yang berbeda - Green, Milky Beige, Alice Blue, Signal Red, Clear White and Bright Silver

  • Green

  • Milky Beige

  • Alice Blue

  • Signal Red

  • Clear White

Gambar Picanto

Video Picanto

Lihat video terbaru KIA Picanto untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Konsumsi BBM Picanto

Varian Konsumsi BBM (dalam kota) Konsumsi BBM (Jalan Tol)
Bensin 16.9 25.6

Review Picanto

  • Overview
  • Eksterior
  • Biaya BBM Selama Kepemilikan
  • Pengendalian & Pengendaraan
  • Mesin & Konsumsi BBM

Overview

Kia Picanto adalah city car buatan pabrikan Korea, Kia, yang diluar dugaan ternyata bisa sukses di pasar Indonesia. Seperti diketahui, pasar Indonesia biasanya agak alergi dengan merek diluar Jepang atau Eropa. Namun Picanto, dengan harga yang kompetitif dan jaminan garansi Kia, berhasil meluluhkan pandangan tersebut.

Kia Picanto hadir pertama kali pada tahun 2007 di Indonesia, dengan bentuknya yang manis, layaknya sebuah city car. Dengan menggunakan platform Hyundai Getz, mobil ini meramaikan pasar city car Tanah Air yang saat itu sepi pemain. Betul, di masa tersebut Honda Jazz dan Toyota Yaris sedang ‘bertempur’ di kelas hatchback. Namun bagi sebagian orang, Yaris dan Jazz dirasa terlalu mahal.

Kini, Kia Picanto telah menjejak generasi kedua di Indonesia (generasi ketiga telah muncul di gelaran Frankfurt Motor Show 2017 lalu), dan masih dijual dengan harga Rp 141 jutaan untuk yang bertransmisi manual, dan Rp 156 jutaan untuk Picanto bertransmisi otomatis 4-speed.

Bentuknya berubah total dari generasi pertama yang cenderung manis dan membulat. Picanto yang ada sekarang menganut bentuk khas Kia dengan grille Tiger Nose yang didesain oleh Peter Schreyer, eks kepala desain Audi. Secara dimensi, mobil ini memiliki panjang 3.595 mm, dengan wheelbase 2.385 mm. Jujur, jika dibanding dengan pesaing terdekatnya yang menguasai pasar city car di Indonesia, Honda Brio (non-LCGC), mobil ini 45 mm lebih pendek, Tapi, wheelbase Picanto juga lebih panjang 40 mm.

Dengan demikian, Picanto bisa memberikan ruang kaki yang lebih lega, meski ruang bagasinya tidak sebesar Brio, karena body yang lebih pendek. Artinya, untuk perjalanan dalam kota atau luar kota yang tidak memerlukan barang bawaan terlalu banyak, Picanto bisa menjadi pilihan, meski Brio sebetulnya lebih fleksibel.

Di balik moncongnya yang ganteng, terpasang jantung mekanis empat silinder berkapasitas 1,2 liter. Tenaganya mencapai 87 PS, lebih kecil 3 PS dibanding Brio dengan kapasitas mesin yang sama. Namun sekali lagi, Picanto melengkapi kelebihannya di sisi torsi yang mencapai 119 Nm dibanding Brio yang 110 Nm.

Eksterior

Seperti disebut diatas, Picanto didesain oleh orang Eropa. Hal ini sejalan dengan misi Kia untuk lebih mempenetrasi pasar Eropa yang dikenal cerewet dalam hal desain dan rekayasa. Karena itulah Picanto yang merupakan produk global Kia, mengalami perombakan besar-besaran, di bawah kendali Schreyer.

Perombakan eksterior terlihat signifikan karena Picanto memiliki pahatan body yang tegas, dan jauh dari kesan imut yang diusung generasi sebelumnya. Tiger Nose, begitu desain paras Kia disebut, diimplementasikan dengan baik di mobil ini.

Selain memberikan kesan yang tegas, Picanto juga terlihat lebar dengan grille di bumper yang besar, dan lekuk bumper yang dinamis. Lampu depan juga terllihat besar dan menarik, meski terkadang malah terlihat tidak proporsional dengan kap mesin yang mungil.

Di bagian belakang, lekukan pintu bagasi terlihat modern dan kaku. Hal terakhir itu bukan berarti negatif, tapi menambah kesan sporty, saat digabungkan dengan bumper belakang yang juga terlihat kaku. Desain tegas seperti ini membuat Picanto terlihat gagah meski ukurannya kecil.

Biaya BBM Selama Kepemilikan

Konsumsi BBM
Mesin 1,2 liter yang diusung Picanto memberikan konsumsi BBM yang cukup baik, layaknya mesin dengan kapasitas minimalis. Dikendarai di dalam kota menghasilkan konsumsi BBM sekitar 15 km/liter di kepadatan lalu lintas dalam kota Jakarta dan sekitarnya.

BBM luar kota juga tidak terlalu buruk karena tercatat 18 km/liter melalui jalan tol yang dikombinasikan dengan rute jalan luar kota non-tol. Kalau Anda pikir ini lebih boros dari Brio, ada benarnya. Namun patut diperhatikan bahwa Picanto menggunakan transmisi otomatis konvensional, sedangkan Brio (terbaru) menggunakan CVT.

Memang sedikit lebih boros, namun kami lebih menyukai transmisi otomatis konvensional karena bisa memberikan sensasi berkendara yang lebih menyenangkan.

Pengendalian & Pengendaraan

Picanto memiliki suspensi yang mumpuni untuk berkendara di kecepatan tinggi. Namun konsekuensinya, saat berkendara pelan di dalam kota, Anda bisa merasakan karakter suspensi yang sporty, alias agak keras.

Kami tidak terlalu keberatan dengan hal ini. Toh hasilnya adalah mobil yang stabil saat berkendara cepat, meski dimensinya ringkas.

Pergerakan Picanto juga cukup memuaskan. Respon kemudinya cukup instan meski keakuratannya hanya berlaku saat berada di kecepatan rendah. Artinya, Anda akan cukup ‘pede’ saat harus berkelit di kepadatan lalu lintas kota. Saat menikung di kecepatan menengah (60-80 kpj) di tikungan panjang, Anda akan merasakan sedikit under steer, efek yang lumrah terjadi pada mobil dengan gerak roda depan.

Kekedapan kabin lumayan terjaga, dimana suara mesin bisa teredam dengan baik. Sedangkan suara artikulasi ban masih bisa menelusup ke kabin, meski tidak sampai mengganggu.

Bidang pandang menjadi satu hal yang mengganjal di mobil ini. Bahkan hampir di semua line-up produk Kia. Jangan salah, pandangan ke depan dan samping memang luas, namun saat mengintip spion tengah, disini terasa bahwa Picanto memiliki jendela belakang yang kecil, dan perlu penyesuaian untuk merasa yakin saat melirik ke belakang.

Mesin & Konsumsi BBM

Tidak ada yang istimewa sebetulnya dari mesin empat silinder mungil yang ada di balik moncong Picanto. Namun jantung mekanis ini memang terasa cukup mumpuni dengan kemampuannya untuk berputar ringan dari putaran bawah hingga mencapai batasnya.

Dengan kapasitas 1,2 liter Picanto bisa diandalkan untuk melaju di perkotaan. Hal ini karena tenaganya mencapai 87 PS pada 6.000 rpm, dengan torsi 119 Nm yang diraih pada 4.000 rpm. Angka tersebut mungkin terlihat biasa saja bagi mereka yang menggilai mobil, namun bagi kebanyakan orang yang sering wara-wiri di perkotaan, performa Picanto akan terasa cukup.

Transmisi otomatis yang digunakan memang masih konvensional karena musuh-musuhnya sudah menggunakan CVT. Dan dengan 4-speed otomatis, lontaran tenaganya akan lebih terasa instan, meski jika saja PIcanto menggunakan CVT, konsumsi BBM dan pengendaraanya akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Kalau Anda tidak gengsi dengan perseneling manual, Kia menghadirkan juga Picanto dengan transmisi 5-speed manual.

Review Pengguna Picanto

5
Berdasarkan 1 Review
  • 5 1
  • 4 0
  • 3 0
  • 2 0
  • 1 0
Ceritakan kisah mobil Anda

Review Anda akan membantu orang lain memilih

Review populer
  • S
    Sunaryo Jan 03, 2018
    Picanto si gesit & irit

    Saya pake kia picanto mt sejak 2013 sampe saat ini nyaman alhamdulilah belom ada masalah karna slalu saya rawat dengan mengendarai kia picanto jarak jauh ataw dekat jalan bagus ataw rusak enak2 saja bahan bakar irit gak bikin tekor pengendalian slalu nyaman di jalan lurus ataw berkelok di tanjakan ataw pun turunan enak saja gak kawatir Baca Selengkapnya

Bandingkan KIA Picanto Dengan Mobil Sejenis

Dealer KIA

  • Adiguna Sejahtera 1

    Ruko Bona Indah Blok B No. 8 L-M, Jl. Karang Tengah Raya, Lebak Bulus

    Kontak Dealer
  • Adiguna Sejahtera 2 

    Jl. Karang Tengah Raya No. 12, Lebak Bulu

    Kontak Dealer
  • KIA Mobil Indonesia Tebet

    Jl. Dr. Sahardjo 315, Tebet

    Kontak Dealer
  • Radita Pasar Minggu

    Jl. Raya Pasar Minggu No. 7

    Kontak Dealer

Mobil KIA Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang