jakarta-selatan
Bahasa en | id

KIA Picanto

Performa
Tenaga 86 hp
Mesin 1248 cc
 
Kenyamanan
AC Ya
Power steering Ya
 
Keselamatan
Kantong Udara Pengemudi Ya
 
Kapasitas
Tempat Duduk 5 Kursi
Ground Clearance 152 mm
 
ANGSURAN BULANAN
Durasi 36 Bulan
Angsuran Rp3,46 Juta
Dapatkan Harga
Menampilkan informasi mengenai KIA Picanto 1.2L M/T - Petrol

Informasi terkini KIA Picanto

Kia Picanto sempat menjadi market leader di kelas city car beberapa tahun yang lalu. Namun pamornya langsung tergeser saat Honda menghadirkan Brio. Kia MOtor Indonesia selaku APMnya tidak tinggal diam. Kia Morning yang dibanderol jauh lebih murah dan sedikit lebih mahal dari kelas LCGC, dihadirkan. Namun hal itu tidak banyak membantu. Dari segi fitur dan kualitas, Kia Picanto yang merupakan mobil dengan standar global sebetulnya sangat bisa diandalkan. Belum lagi jaminan lima tahun yang digaungkan oleh pabrikan Korea Selatan ini termasuk salah satu yang paling berani. Namun sepertinya penyegaran untuk Picanto sudah sangat mendesak. Entah kapan mobil ini akan berganti generasi di Indonesia.

Harga KIA Picanto

Varian Harga Spesifikasi  
1.2L M/T Rp151,5 Juta*
Harga OTR
5 Kursi, 86 hp, 1248 cc, Bensin
1.2L A/T Rp166,5 Juta*
Harga OTR
5 Kursi, 86 hp, 1248 cc, Bensin
Platinum AT Rp196 Juta*
Harga OTR
5 Kursi, 86 hp, 1248 cc, Bensin
1.0L Turbocharger     4 Kursi, 104.5 hp, 1000 cc, Yang Akan Datang
Tanggal Peluncuran: Nov 10, 2017

Bandingkan KIA Picanto dengan Mobil Sejenis

VS

Video KIA Picanto

Lihat video terbaru KIA Picanto untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Gambar KIA Picanto

Warna KIA Picanto

  • Alice Blue

  • Bright Silver

  • Clear White

  • Green

  • Milky Beige

  • Signal Red

Konsumsi BBM KIA Picanto

Konsumsi BBM KIA Picanto varian Bensin adalah 25.6

Varian Konsumsi BBM (dalam kota) Konsumsi BBM (Jalan Tol)
Bensin 16.9 25.6

Review KIA Picanto

Tinjauan

Kia Picanto adalah city car buatan pabrikan Korea, Kia, yang diluar dugaan ternyata bisa sukses di pasar Indonesia. Seperti diketahui, pasar Indonesia biasanya agak alergi dengan merek diluar Jepang atau Eropa. Namun Picanto, dengan harga yang kompetitif dan jaminan garansi Kia, berhasil meluluhkan pandangan tersebut.

Kia Picanto hadir pertama kali pada tahun 2007 di Indonesia, dengan bentuknya yang manis, layaknya sebuah city car. Dengan menggunakan platform Hyundai Getz, mobil ini meramaikan pasar city car Tanah Air yang saat itu sepi pemain. Betul, di masa tersebut Honda Jazz dan Toyota Yaris sedang ‘bertempur’ di kelas hatchback. Namun bagi sebagian orang, Yaris dan Jazz dirasa terlalu mahal.

Kini, Kia Picanto telah menjejak generasi kedua di Indonesia (generasi ketiga telah muncul di gelaran Frankfurt Motor Show 2017 lalu), dan masih dijual dengan harga Rp 141 jutaan untuk yang bertransmisi manual, dan Rp 156 jutaan untuk Picanto bertransmisi otomatis 4-speed.

Bentuknya berubah total dari generasi pertama yang cenderung manis dan membulat. Picanto yang ada sekarang menganut bentuk khas Kia dengan grille Tiger Nose yang didesain oleh Peter Schreyer, eks kepala desain Audi. Secara dimensi, mobil ini memiliki panjang 3.595 mm, dengan wheelbase 2.385 mm. Jujur, jika dibanding dengan pesaing terdekatnya yang menguasai pasar city car di Indonesia, Honda Brio (non-LCGC), mobil ini 45 mm lebih pendek, Tapi, wheelbase Picanto juga lebih panjang 40 mm.

Dengan demikian, Picanto bisa memberikan ruang kaki yang lebih lega, meski ruang bagasinya tidak sebesar Brio, karena body yang lebih pendek. Artinya, untuk perjalanan dalam kota atau luar kota yang tidak memerlukan barang bawaan terlalu banyak, Picanto bisa menjadi pilihan, meski Brio sebetulnya lebih fleksibel.

Di balik moncongnya yang ganteng, terpasang jantung mekanis empat silinder berkapasitas 1,2 liter. Tenaganya mencapai 87 PS, lebih kecil 3 PS dibanding Brio dengan kapasitas mesin yang sama. Namun sekali lagi, Picanto melengkapi kelebihannya di sisi torsi yang mencapai 119 Nm dibanding Brio yang 110 Nm.

  • Tinjauan
  • Interior
  • Eksterior
  • Biaya BBM Selama Kepemilikan
  • Suspensi Nyaman
  • Performa mesin
  • Pengereman

Kelebihan

Bentuknya modern, mesin mumpuni untuk dalam kota

Kekurangan

Bagasi kecil, waktunya ganti model

Eksterior

Seperti disebut diatas, Picanto didesain oleh orang Eropa. Hal ini sejalan dengan misi Kia untuk lebih mempenetrasi pasar Eropa yang dikenal cerewet dalam hal desain dan rekayasa. Karena itulah Picanto yang merupakan produk global Kia, mengalami perombakan besar-besaran, di bawah kendali Schreyer.

Perombakan eksterior terlihat signifikan karena Picanto memiliki pahatan body yang tegas, dan jauh dari kesan imut yang diusung generasi sebelumnya. Tiger Nose, begitu desain paras Kia disebut, diimplementasikan dengan baik di mobil ini.

Selain memberikan kesan yang tegas, Picanto juga terlihat lebar dengan grille di bumper yang besar, dan lekuk bumper yang dinamis. Lampu depan juga terllihat besar dan menarik, meski terkadang malah terlihat tidak proporsional dengan kap mesin yang mungil.

Di bagian belakang, lekukan pintu bagasi terlihat modern dan kaku. Hal terakhir itu bukan berarti negatif, tapi menambah kesan sporty, saat digabungkan dengan bumper belakang yang juga terlihat kaku. Desain tegas seperti ini membuat Picanto terlihat gagah meski ukurannya kecil.

  • What we like
    Desain sporty, modern
  • What we dislike
    generasi ketiga nanti akan terlihat lebih baik

Biaya BBM Selama Kepemilikan

Konsumsi BBM Mesin 1,2 liter yang diusung Picanto memberikan konsumsi BBM yang cukup baik, layaknya mesin dengan kapasitas minimalis. Dikendarai di dalam kota menghasilkan konsumsi BBM sekitar 15 km/liter di kepadatan lalu lintas dalam kota Jakarta dan sekitarnya.

BBM luar kota juga tidak terlalu buruk karena tercatat 18 km/liter melalui jalan tol yang dikombinasikan dengan rute jalan luar kota non-tol. Kalau Anda pikir ini lebih boros dari Brio, ada benarnya. Namun patut diperhatikan bahwa Picanto menggunakan transmisi otomatis konvensional, sedangkan Brio (terbaru) menggunakan CVT.

Memang sedikit lebih boros, namun kami lebih menyukai transmisi otomatis konvensional karena bisa memberikan sensasi berkendara yang lebih menyenangkan.

  • What we like
    Irit layaknya mobil bermesin kecil

Suspensi Nyaman

Picanto memiliki suspensi yang mumpuni untuk berkendara di kecepatan tinggi. Namun konsekuensinya, saat berkendara pelan di dalam kota, Anda bisa merasakan karakter suspensi yang sporty, alias agak keras.

Kami tidak terlalu keberatan dengan hal ini. Toh hasilnya adalah mobil yang stabil saat berkendara cepat, meski dimensinya ringkas.

Pergerakan Picanto juga cukup memuaskan. Respon kemudinya cukup instan meski keakuratannya hanya berlaku saat berada di kecepatan rendah. Artinya, Anda akan cukup ‘pede’ saat harus berkelit di kepadatan lalu lintas kota. Saat menikung di kecepatan menengah (60-80 kpj) di tikungan panjang, Anda akan merasakan sedikit under steer, efek yang lumrah terjadi pada mobil dengan gerak roda depan.

Kekedapan kabin lumayan terjaga, dimana suara mesin bisa teredam dengan baik. Sedangkan suara artikulasi ban masih bisa menelusup ke kabin, meski tidak sampai mengganggu.

Bidang pandang menjadi satu hal yang mengganjal di mobil ini. Bahkan hampir di semua line-up produk Kia. Jangan salah, pandangan ke depan dan samping memang luas, namun saat mengintip spion tengah, disini terasa bahwa Picanto memiliki jendela belakang yang kecil, dan perlu penyesuaian untuk merasa yakin saat melirik ke belakang.

  • What we like
    Pengendaraan meyakinkan
  • What we dislike
    Bidang pandang ke belakang

Performa mesin

Tidak ada yang istimewa sebetulnya dari mesin empat silinder mungil yang ada di balik moncong Picanto. Namun jantung mekanis ini memang terasa cukup mumpuni dengan kemampuannya untuk berputar ringan dari putaran bawah hingga mencapai batasnya.

Dengan kapasitas 1,2 liter Picanto bisa diandalkan untuk melaju di perkotaan. Hal ini karena tenaganya mencapai 87 PS pada 6.000 rpm, dengan torsi 119 Nm yang diraih pada 4.000 rpm. Angka tersebut mungkin terlihat biasa saja bagi mereka yang menggilai mobil, namun bagi kebanyakan orang yang sering wara-wiri di perkotaan, performa Picanto akan terasa cukup.

Transmisi otomatis yang digunakan memang masih konvensional karena musuh-musuhnya sudah menggunakan CVT. Dan dengan 4-speed otomatis, lontaran tenaganya akan lebih terasa instan, meski jika saja PIcanto menggunakan CVT, konsumsi BBM dan pengendaraanya akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Kalau Anda tidak gengsi dengan perseneling manual, Kia menghadirkan juga Picanto dengan transmisi 5-speed manual.

  • What we like
    Mesin ekonomis, tenaga cukup
  • What we dislike
    Transmisi otomatis masih konvensional

Berita KIA Picanto

Kia Hadirkan Picanto 2017 Paling Buas

Ini serius. Kia Picanto yang Anda lihat di halaman ini bertenaga hingga 100 ps. Hmm, seperti Honda Brio? Betul. Tapi mesin Brio berkapasitas 1,2 liter berkonfigurasi empat silinder. Picanto ini mesinn Baca Selengkapnya

Ditayangkan Pada | Sep 05, 2017 | Dilihat 1068 Kali

All New Picanto Siap Mendebut Di Geneva

Kia Motors akhirnya merilis foto asli city car mereka, Picanto. Mobil ini bakal mendebut di acara Geneva Motor Show 2016, dengan segambreng teknologi baru. Kia Picanto yang Anda lihat ini adalah gene Baca Selengkapnya

Ditayangkan Pada | Feb 16, 2017 | Dilihat 3535 Kali
Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer