Kembalinya Sang Big MPV KIA

Kembalinya Sang Big MPV KIA

Lama hilang dari peredaran di segmen MPV full-size tanah air, PT Kia Mobil Indonesia (KMI) kabarnya siap memasarkan kembali Kia Sedona atau juga dikenal sebagai Carnival. Hal ini merupakan gebrakan dari KMI sebagai pertanda kebangkitan mereka setelah GIIAS 2015 tahun lalu tidak ikut serta. Selain Sedona, Kia juga menyiapkan All New Sportage yang siap dilepas ke pasaran.

Tampaknya Kia semakin percaya diri dengan produk-produk terbaru asal negeri ginseng ini. Karena memang produk Kia sekarang bisa dikatakan telah mengalami banyak improvement dibanding produk mereka di awal tahun 2000. Carnival sempat menjadi primadona MPV keluarga pada masa itu. Karena pada masa tersebut masih berjayanya era minibus dengan ladder frame yang dikuasai oleh Toyota Kijang dan Isuzu Panther.

Sedona bermesin diesel

Kia Carnival generasi pertama muncul sebagai pionir MPV dengan sasis monokok dan menggunakan pintu geser. Kabin sangat lapang untuk menampung 7 orang penumpang dewasa serta nyaman dengan kekedapan kabin dan suspensi khas mobil Eropa. Pada saat itu, Kia ditemani oleh saudara serumpun, Hyundai Trajet, meski tidak dilengkapi pintu geser. Kemudian kemunculan Toyota Kijang Innova memporakporandakan penjualan Carnival dan Sedona. Harganya bahkan terjun bebas di pasar mobil bekas hingga sekarang.

Generasi Pertama Praktis publik tanah air hanya pernah menikmati Carnival/Sedona generasi pertama saja, karena generasi kedua tidak dimasukkan oleh pihak KMI. Namun masa peredarannya tidaklah tergolong singkat. Tercatat Carnival pertama kali masuk ke pasar Indonesia pada tahun 2000. Sempat beberapa mengalami facelift ringan dan akhirnya generasi ini ditutup dengan berganti nama menjadi Sedona pada tahun 2007.

MPV keluarga carnival

Kia Carnival generasi ini ditawarkan dalam dua pilihan mesin yaitu, bensin V6 berkapasitas 2,5-liter bertenaga 177 PS dan mesin diesel CRDi 4-silinder 2,9-liter bertenaga 144 PS. Mesin tertinggi V6 3,5-liter tidak dimasukkan mengingat mesin berkapasitas besar tidak laku di pasar Indonesia. Transmisi manual 5-kecepatan dan otomatis 4-kecepatan tersedia meski lebih populer transmisi otomatis.

Generasi Kedua Sedona pun beregenerasi pada tahun 2006 namun pasar Indonesia tidak mengenal Sedona model angkatan ini. Karena disaat yang bersamaan, segmen mobil keluarga yang dihuni oleh Kia terkonsentrasi pada model MPV yang lebih kecil yaitu Kia Carens. Padahal Kia Sedona generasi dua dengan kode VQ ini mengalami banyak pembenahan dibanding generasi pertama.

Sedona generasi kedua

Menggunakan platform baru, Kia Y5 platform, dimensi Sedona bertambah besar dari segala sisi. Oleh karena disematkan nama Grand di depan kata Sedona. Platform unibody ini juga digunakan di sedan-sedan medium seperti Hyundai Sonata, Azera, Kia Optima dan SUV Hyundai Santa Fe. Pilihan mesin pun bertambah luas dengan opsi mesin bensin V6 2,7-lier, V6 3,5-liter dan V6 3,8-liter. Sementara mesin diesel terbaru yang lebih efisien dan ramah lingkungan, CRDI 4-silinder 2,2-liter dikembangkan menemani CRDi 4-silinder 2,9-liter. Kedua mesin diesel tersebut sudah mengaplikasi Variable Geometry Turbo (VGT).

Generasi Ketiga Kia Grand Carnival/Sedona generasi ketiga debut di New York Auto Show 2014. Di pasar Asia Tenggara, Thailand terlebih dahulu sudah menikmati sejak Maret tahun lalu. Jika kelak dipasarkan di Indonesia, Grand Sedona bakal bersinggungan langsung dengan Honda Odyssey namun hal tersebut belum dapat diketahui pasti terutama dari segi harga jualnya. Jika di Thailand dijual dengan harga Rp 600 juta, di Indonesia bisa dibanderol dengan harga sekitar itu. Honda Odyssey 2.4L Prestige dilabeli harga Rp 713,3 juta, dan sepertinya Kia Grand Sedona mampu bermain dibawah dari harga tersebut.

MPV 11 penumpang

Dengan harga senilai itu juga, Grand Sedona juga dapat menyasar ke segmen big-MPV seperti Hyundai H1 dan Toyota Hiace. Karena generasi terbaru ini mengalami peningkatan signifikan pada kapasitas penumpang. Seperti di pasar Thailand, Grand Sedona berkonfigurasi 4 baris alias mampu menampung hingga 11 orang sekaligus. Terdapat jok mungil di baris paling belakang yang dapat dilipat dan tersembunyi menjadi lantai bagasi. Tentu sangat praktis jika sewaktu-waktu butuh mengangkut penumpang lebih banyak lagi.

Di pasar Thailand, Grand Sedona ditawarkan dengan mesin diesel terbaru CRDI VGT 2,2-liter bertenaga 197 PS dan torsi 422 Nm. Sebenarnya ini mesin sama yang tersemat di kap mesin Kia Sorento diesel dan Hyundai Santa Fe diesel. Keduanya sudah akrab dengan jalanan Indonesia. Dan jika melihat keberanian KMI mulai memasukkan line up diesel mereka, besar kemungkinan Grand Sedona diesel yang akan menjadi pilihan utama.

Sedona dipamerkan di GIIAS

Torsi sebesar 422 Nm sangat berguna untuk membopong tubuhnya yang ekstra bongsor. Sehingga mesin diesel sangatlah masuk akal untuk dijual disini. Karena jika tidak, pilihan mesin bensin satu-satunya jatuh pada mesin baru Lambda V6 GDI berkapasitas 3,3-liter. Tentu bila memilih mesin ini harga jualnya akan melambung tinggi karena terkena beban pajak barang mewah (PPnBM). Sementara untuk transmisi hanya tersedia satu pilihan yaitu otomatis 6-kecepatan.

Baca Juga: Inilah Kia Sportage Generasi Terbaru yang Siap Meluncur di GIIAS 2016

Foto: kia.com, wikipedia

Jelajahi KIA Picanto

KIA Picanto Rp 220,95 - Rp 236,23 Juta Cicilan : Rp 5,04 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store