Top 3 Berita Motor Minggu Ini: Suzuki Ecstar Team, Yamaha XMax 2021, Daftar Harga Motor Trail 150 cc

Top 3 Berita Motor Minggu Ini: Suzuki Ecstar Team, Yamaha XMax 2021, Daftar Harga Motor Trail 150 cc

Minggu ini banyak artikel menarik di segmen sepeda motor yang kami sajikan, dari dalam maupun luar negeri. Pertama datang dari berita update MotoGP. Suzuki Ecstar merilis livery baru untuk musim 2021. Acara berlangsung di sirkuit Losail, Sabtu 6 Maret atau sebelum tes pra-musim dimulai. Kemudian Yamaha XMax terbaru yang mendapat upgrade di sektor mesin. Dirinya kini sudah memenuhi standar emisi Euro 5. Artikel selanjutnya mengenai update harga terbaru motor trail 150 cc. Berikut ini top 3 berita selengkapnya.

MotoGP 2021: Team Suzuki Ecstar Pede Juara Lagi

Suzuki Ecstar menjadi tim terakhir mengungkap corak motor untuk musim MotoGP 2021. Bersama Monster Energy yang menjadi sponsor utama, tim balap pabrikan ini punya livery baru. Meski anyar, kombinasi warna perak-biru masih tetap sama. Begitu pula dengan line up pembalap, bertahan dengan Joan Mir dan Alex Rins.

Presentasi dilangsungkan di sirkuit Losail, Sabtu 6 Maret atau sebelum tes pra-musim dimulai. Para petinggi tim seperti Ken Kawauchi dan Shinichi Sahara pun juga tampak hadir beserta kru Suzuki. Livery yang dipakai di MotoGP 2021 memang tak jauh beda dengan musim lalu. Sedikit sulit membedakan antara baru dan yang lama. Hanya saja sekarang logo perusahaan minuman asal Amerika Serikat berada di bagian bawah dan sepatbor serta di kedua sisi visor atas.

Bicara mengenai livery baru, Mir yang berstatus juara dunia menolak menggunakan nomor 1. Jadi motor GSX-RR miliknya tetap dengan 36. Sang juara dunia MotoGP 2020 itu tampaknya enggan untuk memakai nomor yang disebut-sebut bisa membawa malapetaka. Sebab sepanjang satu dekade terakhir, dua pembalap yang memakai nomor wahid usai juara dunia, di tahun setelahnya justru tampil melempem alias gagal juara lagi. Pembalap tersebut adalah Jorge Lorenzo di MotoGP 2011 dan Casey Stoner pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2012.

Selain itu Suzuki telah mengembangkan mesin GSX-RR lebih kuat. Itu semua karena dalam beberapa tahun terakhir mereka kerja keras. Tentu tujuan ini tidak lepas untuk membangun kesuksesan yang dicapai pada tahun 2020, di mana Tim Suzuki Ecstar juga merebut gelar 'Kejuaraan Tim MotoGP', dengan fokus pada posisi podium dan mempertahankan gelar tahun ini.

Meski saat ini masih dalam masa pandemi, Suzuki yakin bisa mempertahankan gelar tahun lalu karena memiliki team yang solid. Utamanya mereka memiliki pasangan pembalap Spanyol yang memiliki banyak pengalaman pada mesin GSX-RR Tim Suzuki Ecstar. Dan keduanya telah terbukti menjadi pesaing teratas. Mir mengakhiri musim 2020 secara sensasional sebagai juara dunia setelah serangkaian penampilan yang mengesankan. Sementara Rins finis di posisi ketiga secara keseluruhan setelah berjuang kembali selama musim yang dirusak oleh cedera. Baca berita lengkapnya di sini.

Baca juga: Top 3 Berita Mobil Minggu Ini: Mazda Facelift, Penyegaran Wuling Confero S dan Investasi Otomotif

Yamaha XMax 300 2021

Yamaha XMax 2021, Pakai Mesin Baru

Yamaha terus melakukan upgrade skutik andalannya. Yang teranyar skuter premium mendapat update untuk versi 2021. Meski agenda belum menyentuh rombakan besar. XMax misalnya, dapat beberapa tambahan minor untuk menyegarkan tampilan. Yang cukup signifikan adalah bagian mesin yang kini sudah memenuhi standar emisi Euro 5.

Pabrikan mengenalkan kelir bertajuk Icon Grey. Yamaha Eropa menampilkan Xmax anyar dengan padanan abu-abu matte di bagian atas bodi, tentunya bercampur plastik trim di area bawah. Sementara kontras biru dilabur ke pelek nan atraktif. Serta emblem senada. Aksen biru ini agak menyepertikan motor ramah lingkungan (hybrid/elektrik), meski tak sesungguhnya begitu.

Sedang satunya lagi warna yang disebut Sonic Grey, tak begitu jauh berbeda dari yang lalu. Kemasan ini diperuntukkan bagi yang suka nuansa sporty dan intimidatif. Tanpa embel-embel warna kontras. Sebab, hampir keseluruhan bodi diselimuti kelir gelap.

Adapun versi Tech Max. Versi Xmax yang lebih ekspresif lagi. Ia hadir dalam banyak tempelan aksesori. Yakni lampu belakang smokey dan beberapa penyematan krom di kokpit. Lantas pilihan warnanya Tech Kamo dan Power Grey. Khusus tajuk pertama mengenakan pelek emas.

Kemampuan mesin tidak berubah. Hanya bertransformasi untuk memenuhi regulasi Euro 5. Dari sebelumnya masih Euro 4. Data kertas lainnya tidak berubah. Tetap memangku mesin 292 cc SOHC empat klep, dengan ukuran bore dan stroke 70 mm x 75,8 mm dan rasio kompresi 10,9:1. Sementara daya maksimal mencatat 27,6 Hp di 7.250 rpm serta torsi puncak 29 Nm pada 5.750 rpm. Klaimnya, konsumsi bahan bakar hanya 33,3 kpl. Untuk informasi saja, di Eropa sana tidak ada mesin 250 cc. Berbeda dengan di Tanah Air.

Soal fitur, tidak beda dari generasi lawas. Yamaha XMax menerapkan semua fasilitasnya ke model 2021. Dari mulai penerangan full LED, smart key, pengisi daya di laci kiri, LCD display di tengah dua kluster analog, hingga paling penting ialah TCS alias Traction Control System. Di samping tenaganya cukup besar, ketika melalui medan licin pun delivery tenaga tak bakal berlebih. Menjaga putaran ban tetap singkron dengan yang depan. Baca berita lengkapnya di sini.

test ride Kawasaki KLX150BF

Daftar Harga Motor Trail 150 cc Maret 2021

Berita tentang harga motor trail ternyata cukup banyak dibaca. Segmen motor dual purpose bermesin 150 cc ini tetap menarik minat konsumen. Persaingannya juga cukup ketat. Bahasan utama paling menarik tentu saja dari Kawasaki KLX 150 series. Pemain lama di kelas trail 150 ini punya banyak varian. Tapi dari segi dimensi dan jantung mekanis semua sama. Dibekali 144 cc, satu silinder, SOHC, 4-Tak dan berpendingin udara. Sistem bahan bakar masih menggunakan karburator, dan sistem pengapian DC-CDI. Tenaga yang dihasilkan sebesar 11,8 Hp pada 8.000 rpm dan torsi 11,3 Nm pada 6.500 rpm. Keseluruhan tenaga ini dipadu sistem transmisi 5-percepatan.

Pertama ada KLX 150 standar yang dibanderol Rp 30,9 juta (OTR Jakarta). Tersedia dua pilihan warna, hijau dan hitam. Tak ada grafis spesial yang tersemat, semua tampak minimalis. Pembeda dengan varian lain ada di bagian roda. Ia pakai ukuran 70/100-19 inci di depan dan 90/100-16 inci di belakang. Suspensi depan masih jenis teleskopik berdiameter 33 mm. Belakang menggunakan model unitrack dengan setelan 5 tingkat preload. Secara umum, dirinya memiliki berat kosong 116 kg, dengan ground clearance 255 mm, dan wheelbase 1.355 mm.

Kemudian ada KLX 150L. Dia punya grafis menarik, mengusung tampilan retro. Terlihat dari striping yang mirip dengan Kawasaki KDX dan KX Series era 80-an. Pakai warna hijau dengan motif retro. Joknya beda dari varian lain, warna biru. Bila ingin meminang KLX 150L siapkan mahar Rp 32,6 juta on the road (OTR Jakarta). Mengusung suspensi depan teleskopik dan monoshock di belakang, seperti model awalnya. Hanya saja ukuran pelek depan belakang sekarang berbeda, menjadi 21 inci depan dan 18 di belakang. Dipasangkan ban berukuran 2.75/100 depan, dan 4.10/100 belakang. Tipe kulit bundar masih sama, “ban pacul”.

Lalu KLX 150BF. Hanya dijajakan satu pilihan warna, hijau motif putih. Bila tertarik, siapkan dana sebesar Rp 34,9 juta (OTR Jakarta). Huruf BF di belakangnya merupakan kode dari Big Foot. Artinya, trail ini punya area kaki-kaki yang lebih advance dibanding tipe standar. Ukuran rodanya masih sama, 21 inci depan dan 18 inci belakang. Ban juga sama persis. Bedanya dia sudah pakai suspensi upside down di depan berdiamater 35 mm.

Selanjutnya KLX 150BF SE, yang masih identik dengan KLX 150BF. Bedanya, ia dibekali tambahan aksesori, semacam hand guard, engine guard, serta aksen warna hitam pada bagian bodi dan pelek. Tersedia dengan empat pilihan warna: biru, hijau, merah dan kuning. Semuanya gunakan tabung upside down berkelir emas. Dirinya saat ini dilego Rp 37,6 juta (OTR Jakarta).

Test Ride Yamaha WR 155 R

Motor trail selanjutnya Yamaha WR155. Boleh dibilang saat ini dirinya jadi bintang panggung. Karena ia paling baru di kelas trail 150 cc dan harganya Rp 36,9 juta OTR Jakarta. Selaras banderol, performa dan kelengkapannya juga optimal.

Mesinnya berkapasitas 155,09 cc 1-silinder SOHC liquid-cooled dan dilengkapi dengan teknologi VVA. Dengan penggunaan katup variabel (VVA), performa terasa lebih merata di semua putaran mesin. Konfigurasi jantung mekanisnya mampu menghasilkan tenaga sebesar 16,7 hp dengan torsi maksimum 14,3 Nm. Menyoal fitur, paling utama yang ada di WR155R yaitu panel instrumen digital beserta MID yang bersifat informatif. Diferensiasi dengan kopetitornya terletak pada indikator bar-graph dan tachometer. Selain itu dipasangkan juga lampu hazard, dan radiator.

Rancang bangunnya serupa 2.145 x 840 x 1.200 mm (PxLxT). Jarak sumbu roda mencapai 1.430 mm, sementara tinggi tempat duduk 888 mm. Dibangun di atas rangka model semi-double cradle. Sektor depannya dihuni suspensi teleskopik berdiameter 41 mm dengan panjang 899,1 mm. Sementara pada bagian belakang mengadopsi link type monocross dengan tekanan yang dilengkapi oli dan dapat diatur tingkat kekerasannya. Ground Clereancenya cukup tinggi yaitu 245 mm. Apalagi ditunjang dengan ban model dual purpose yang membungkus pelek jari-jari berukuran 2.75-21 di depan dan 4.10-18 di belakang.

Baik depan maupun belakang sudah menggunakan rem cakram bergelombang yang masing-masing berukuran 240 mm dan 220 mm. Seperti kita tahu, jenis wavy disc dengan banyak lubang dapat melepas panas lebih cepat. Jadi para rider tidak perlu khawatir saat sering melakukan pengereman.

Test ride Honda CRF150L

Selanjutnya Honda CRF150L. Ia merupakan motor trail termurah yang dipasarkan PT Astra Honda Motor (AHM) di Indonesia. Tersedia hanya satu varian, dengan harga Rp 34,4 juta (OTR Jakarta).

Honda memberi jantung mekanis berkapasitas 149,15 cc satu silinder SOHC. Mesin ini bisa memuntahkan torsi puncak 12,43 Nm pada 6.500 rpm dan tenaga maksimal 12,7 Hp pada 8.000 rpm. Padanannya, sistem transmisi 5-percepatan. Kekurangan pada transmisi, perpindahan gigi terasa cukup sulit.

Bodinya ramping dan bobotnya hanya 122 kg, ground clearancenya juga cukup tinggi, 285 mm. Ditambah lagi penggunaan suspensi depan upside down ukuran 37 mm, sanggup membuat rasa berkendara lebih stabil di segala medan. Komponen ban pacul ukuran 2.75-21 inci di depan dan 4.1-18 di belakang, memaksimalkan cengkeraman di medan tanah. Ditambah lagi sistem pengereman sudah pakai cakram gelombang di kedua rodanya. Ukuran cakram depan 240 mm dan belakang 220 mm.

CRF150L dibekali pula dengan berbagai teknologi modern. Panel instruman digital berbentuk ringkas salah satunya. Sayangnya panel ini memberi informasi terbatas, sebatas kecepatan, jarak perjalanan dan kapasitas bahan bakar. Harusnya menurut kami, Honda juga melengkapi dengan informasi posisi gigi transmisi, konsumsi bahan bakar rata-rata dan lain-lain.

Viar Cross X 150

Kemudian Viar Cross X 150. Dia bisa jadi pilihan Anda para pencinta motor dual purpose. Terutama saat melirik harga dari kompetitornya. Bayangkan, motor trail ini cuma dibanderol Rp 17 jutaan, tepatnya Rp 17,250 juta. Sementara tiga pesaing sekelasnya, Kawasaki KLX 150, Yamaha WR155 dan Honda CRF150L, dipatok Rp 30 juta ke atas.

Unitnya memang bukan barang terbaru. Viar Cross X 150 sudah hadir sejak 2015. Dilihat dari data spesifikasinya, jantung mekanis Cross X 150 bertipe SOHC dengan kubikasi 149 cc. Tenaga yang dikeluarkan 10 Hp di 7.500 rpm. Torsi maksimalnya 9,6 Nm pada putaran mesin 7.000 rpm. Catatan ini memang kalah dibanding KLX ,WR maupun CRF. Salah satu perbedaan, terletak pada penetapan bore x stroke-nya. Viar Cross X 150 menggunakan diameter x langkah piston: 62.0 x 49.5 mm.

Tubuh Viar Cross X 150 masih terbilang ringkas. Dimensi: 1.980 x 880 x 1.350 mm (P x L x T) ini, sedikit lebih lebar dari para lawan. Kendati begitu, diklaim bersahabat bagi pengendara. Terutama yang memiliki tinggi badan di bawah 170 cm. Ini terkait pula dengan penggunaan ban 19-16 inci (depan-belakang). Memang lebih kecil dari dua pesaingnya, yang memakai sepatu ukuran 21-18 inci. Bicara soal ini terkait pula dengan handling.

Walau punya harga ekonomis, Viar tak serta merta menanggalkan kualitas. Buktinya kaki-kaki Cross X 150, disenjatai suspensi depan up-side down (USD). Ini salah satu nilai plus-nya. Terutama jika membandingkan dengan kepunyaan KLX standar, yang masih menggunakan teleskopik. Selanjutnya, Cross X 150 memakai monoshock unitrack system pada suspensi belakang. Dia juga menjanjikan pengendalian yang layak, saat disiksa ke medan off-road. Ditambah dukungan pengereman berupa cakram di kedua rodanya. Baca berita lengkapnya di sini. (Bgx/Raju)

Baca juga: Ini yang Membuat Royal Enfield Interceptor 650 Menarik untuk Dibeli