Naked Bike Berdesain Unik, Kawasaki W175 atau Yamaha MT-15?

Naked Bike Berdesain Unik, Kawasaki W175 atau Yamaha MT-15?
Gambar
Review Pengguna

Rancang bangun Kawasaki W175 dan Yamaha MT-15 diperuntukkan berbeda. Namun keduanya, masih dalam klasifikasi  naked bike. Rentang harganya juga hampir sama, Rp 30 jutaan. Bisa jadi, para calon konsumen yang memiliki budget segitu jadi bimbang, antara memilih gaya retro atau futuristik? Simak ulasan berikut.

Desain

Tampang dan pembawaan MT-15 begitu intimidatif. Tak lain karena pahatan rumit serbamenyiku tertera pada sekujur tubuhnya. Desain fascia juga keren. Batok lampunya merupakan sesuatu yang berbeda dengan kompetitor sekelas. Sebuah desain revolusioner. Kontras sekali dengan W175. Ia didesain lebih halus dan sederhana. Tak ada embel-embel rumit di bodinya. Sangat mencirikan aura klasik, tapi tak kehilangan kejantanannya.

Soal gaya mengendara, Yamaha begitu mencerminkan naked bike. Posisi tangan membuka berkat penggunaan stang lebar, serta duduknya tegak. Namun kaki sedikit menekuk akibat footstep yang dipasang agak ke belakang, dalam jarak jauh biasanya bisa membuat pegal kaki. Beda halnya dengan Kawasaki. Posisi duduk jauh lebih santai ditambah bahan busa jok tebal. Tempat tangan dan kaki bersangga juga sangat ergonomis, sekalipun dibawa perjalanan jauh.

Fitur? Ya sudah bisa ditebak. MT-15 dibekali layar instrumen full digital dengan display menarik. Sajian informasinya juga lengkap, menunjang perjalanan sehari-hari. W175 tak punya itu sama sekali. Sebuah panel meter analog masih diandalkan untuk menginformasikan speedometer, dan hal fundamental lain. Sangat minim

Performa

MT-15 jauh lebih unggul soal performa mesin. Jantung mekanis 1-silinder 155cc-nya sanggup mengirim tenaga sebesar 18,7 HP/10.000rpm dan torsi 14,7Nm/8.500rpm. Semua itu berkat teknologi injeksi dan Variable Valve Actuation (VVA) milik Yamaha, hingga buka tutup katup lebih akurat. Tipe silinder juga bisa disebut square engine (58mm x 58,7mm), membuat distribusi tenaga merata di rentang bawah hingga atas.

 

Ditambah lagi, sudah ada teknologi slipper clutch. Alhasil perpindahan gigi 6-speed itu minim risiko selip, sekaligus lebih tangkas. Semua yang dipunya menggoda untuk digeber kan? Tak perlu khawatir suhunya, radiator bakal menjaga agar tidak overheat.

Setelah mengintip milik Yamaha, Anda mungkin kecewa dengan ini. Ya, teknologi mesin W175 tidaklah baru. Jangan berharap banyak racikan canggih padanya. Gaya lawas benar-benar diadopsi hingga ke sektor jantung pacu.

Bersemayam mesin satu silinder 177cc SOHC, warisan Kawasaki Eliminator. Tentunya dengan beberapa penyegaran. Kalau dilihat kubikasinya, lebih besar ketimbang milik MT-15. Tapi output yang dihasilkan tak lebih baik. Tenaga maksimalnya hanya 12,8HP/7.500rpm dan torsi puncak 13,2Nm/6.000rpm. Mengacu pada ukuran diameter dan langkahnya (65.5mm x 52.4mm), ia seharusnya agresif di putaran menengah hingga atas, karena tipe mesin overbore.

Lemahnya catatan tenaga perlu dimaklum, sebab ini ramuan lama. Sistem suplai bensin saja masih mengandalkan karburator Mikuni VM24. Tidak ada embel-embel sistem buka tutup katup seperti Yamaha. Pendinginan pun masih mengandalkan udara. Namun itulah sajian utamanya, Anda dibawa bernostalgia merasakan sensasi naik motor lawas.

Rangka dan Kaki-kaki

Konstruksi utama MT-15 tentunya memakai model Delta Box khas Yamaha. Tertanam pula fork upside down di depan, serta monoshock di belakang. Hasilnya pengendalian motor semakin akurat dan enak dibawa menikung. Plus, “sepatu sporty” berbalut ban 17 inci memiliki profil 110/70 di depan dan 140/70 di belakang. Tapak yang cukup lebar.

W175 pakai pendekatan berbeda. Struktur utamanya rangka semi double craddle, khas roda dua paruh baya (lawas). Di depan juga masih mengadopsi fork teleskopik 30mm, dengan pelindung karet di tengahnya. Sementara di belakang suspensi ganda menopang dan bisa disetel bantingannya. Bannya agak kecil. Di depan berukuran 80/100 17 inci dan belakang 100/90 17 inci. Makanya bagian ini kerap kali ditukar dengan tapak atau diameter yang lebih besar. Penggunaan pelek jari-jari juga membuatnya tak bisa pakai ban tubeless.

Urusan penahan laju, Yamaha menyematkan dua disc brake pada MT-15. Sementara Kawasaki baru mengadopsi cakram di depan saja, belakangnya masih teromol. Namun keduanya seragam, tidak memberikan sensor ABS di kalipernya.

Kesimpulan

MT-15 jelas bisa menyajikan fitur, rasa mengendara dan performa lebih baik ketimbang W175. Walaupun harganya lebih mahal sedikit, Rp 35,335 juta OTR Jakarta. Penyuka gaya sporty dengan kecepatan tinggi dan handling presisi alangkah lebih baik meminang motor satu ini.

Tapi kami paham, tidak semua orang ribut soal itu. Seperti saya pribadi, misalnya, tutup mata mengenai minimnya fitur dan performa W175 yang dibanderol Rp 30,3 – Rp 33,1 juta OTR Jakarta. Karena ia sanggup menyajikan gaya motor lawas, sekaligus mudah dijadikan kanvas kosong untuk dilukis ulang sesusai selera masing-masing. Sensasi berkendara di atas motor semacam itu sulit dijelaskan dengan kata-kata. (Hlm/Van)

Baca Juga: Yamaha XSR155 Dirilis Pekan Depan

Jelajahi Kawasaki W175

Kawasaki W175 Rp 30,8 - Rp 33,8 Juta Cicilan : Rp 702.746

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store