Motor Listrik Cagiva Hadir Dua Tahun lagi

Motor Listrik Cagiva Hadir Dua Tahun lagi

Cagiva akan hidup kembali. Merek di bawah naungan MV Agusta ini  tengah disiapkan beberapa rencana besar dengan sentuhan terbaru. Tentu lewat peluncuran produk teranyar. Hanya saja bukan lagi berbasis mesin bensin, melainkan menggunakan baterai sebagai sumber tenaga.

Bukan sekadar isapan jempol. Timur Sardadov selaku CEO MV Agusta mengklaim, kehadiran sepeda motor listrik Cagiva akan diumumkan dalam 2 tahun ke depan (2022). Optimisme ini digagas lantaran mereka punya SDM yang kapabel dalam penerapan teknologi canggih serta perlengkapan nan modern. Tidak main-main, sekitar 25 persen karyawan dari divisi R&D MV Agusta diterjunkan dalam penggarapan proyek terbaru ini.

rencana motor baru MV Agusta

"Dengan demikian, sepeda motor listrik dari brand-brand terkenal segera mendapatkan lawan tangguh yaitu MV Agusta Cagiva," ujar Sardadov dikutip dari Motosaigon. Dari pernyataannya itu pula terungkap, Cagiva tak berdiri seorang diri, tapi juga bersanding dengan MV Agusta selaku induk perusahaan.

Sayangnya, MV Agusta masih menutup rapat informasi perihal model yang bakal diusung. Meski begitu tersirat, kendaraan niremisi pertamanya ini diposisikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan. Boleh jadi menyasar segmen skutik listrik. Cukup logis mengingat Cagiva juga pernah melahirkan motor matik bernama Passing. Jikapun berbasis produk itu, jelas MV Agusta bakal menampilkannya dalam wujud yang futuristis. Sementara untuk pasar, Cagiva listrik diyakini bisa menjadi opsi untuk masyarakat kelas menengah. Berarti, ada peluang dijual dengan harga bersahabat.

Ada juga probabilitas lain. Bisa saja sepeda motor listrik Cagiva ini justru disajikan dalam bentuk naked bike. Sosok Voge ER 10 yang merupakan garapan Loncin (produsen motor Cina), sempat dikaitkan dengan proyek tersebut. Terlebih sudah ada kerja sama pula antara Cagiva dan Loncin.

Sekilas Tentang Cagiva

Berdiri pada 1950, Cagiva sendiri merupakan singkatan dari nama sang pendiri beserta tempat brand ini berasal, Castiglioni Giovanni Varese. Namun baru 28 tahun kemudian (1978), Cagiva benar-benar terjun ke industri roda dua. Kali itu, mereka membeli pabrik kepunyaan Harley-Davidson untuk fasilitas produksi sepeda motor 2-tak bermesin 125 cc hingga 350 cc. Masa kejayaan Cagiva dicapai setahun berselang, pasca mengukuhkan pencapaian tahunan sebanyak 40 ribu unit.

Cagiva

Sembari jalan, pabrikan ini terus mengembangkan segmen lain seperti motocross. Termasuk pula menggunakan mesin 4-tak V-twin kepunyaan Ducati, tepatnya pada 1983. Usai peminjaman tersebut, Cagiva memutuskan membeli Ducati pada 1985. Sejak saat itulah Cagiva giat menelurkan ragam produk bermesin Ducati. Mulai dari kategori motor jalan raya seperti Alazzurra series, Indiana 650 hingga segmen dual purpose yakni Elefant series dan Gran Canyon 900.

Kenyataannya, tak cuma Ducati. Cagiva juga menggunakan jantung mekanik kepunyaan Suzuki untuk membangun lini touring. Meliputi Raptor 650, V-Raptor 650, Raptor 1000, V-Raptor 1000, Xtra Raptor 1000 dan Navigator 1000.

Tak berhenti di situ, Cagiva masih melebarkan sayap dengan cara membeli pabrikan lain. Sebutlah Moto Morini (1985) dan Husqvarna yang dipinang pada 1987, termasuk MV Agusta. Namun terjadi restrukturisasi di perusahaan hingga ditetapkanlah MV Agusta sebagai parent company. Seiring ini pula nama Cagiva kian redup. Terlebih saat Harley-Davidson mengumumkan pembelian atas MV Agusta (2008).

Setahun berselang, brand Amerika Serikat itu bahkan 'membuang' Cagiva dari pusaran grup. Beruntung Cagiva kembali dibeli oleh Claudio Castiglioni yang notabene putra sang pendiri Cagiva. Terobosan baru pun dilakoni dengan merilis Cagiva Mito. Motor sport ini seolah mengembalikan esensi awal Cagiva lantaran menggendong mesin 2-tak 125 cc. Sayang, eksistensi itu berjalan singkat hingga 2012 silam.

Cagiva Mito

Padahal jajaran produk mereka di masa lampau, banyak memberi warna. Khususnya di ajang kompetisi semisal Paris Dakar dan GP500. Pada kejuaraan Grand Prix misalnya, pembalap legendaris Randy Mamola, Eddie Lawson dan John Kocinski tau betul performa yang diberikan oleh Cagiva GP500. Meski begitu, setidaknya kini ada titik terang untuk langkah Cagiva ke depan. MV Agusta, coba membangkitkannya kembali dengan rasa yang benar-benar baru yaitu sebagai brand sepeda motor listrik. (Ano/Van)

Sumber: Motosaigon

Baca Juga: Michael Jordan Sempat Hampir Punya Tim MotoGP

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store