Sejarah MV Agusta, Bermula dari Motor Roda Tiga

Sejarah MV Agusta, Bermula dari Motor Roda Tiga

Saat mendengar MV Agusta, kebanyakan orang pasti langsung berpikir pabrikan terkenal yang membuat motor sport dengan kubikasi besar. Namun hanya sebagian masyarakat yang tahu kalau merek asal Italia itu pernah punya produk roda tiga bervolume kecil. Tak bisa dibantah, itu merupakan bagian sejarah penting awal mula mereka berdiri.

MV Agusta mulanya adalah sebagai perusahaan cabang dalam hal penerbangan. Dibentuk oleh Count Giovanni Agusta pada 1923. Ketika pria asal Sisilia itu meninggal pada 1927, perusahaan diambil alih oleh istrinya, Giuseppina dan anaknya, Domenico. Saat itu mereka menghadapi masa krisis di sektor Aeronautika dan mengupayakan berbagai cara untuk menghindari kebangkrutan perusahaan secara keseluruhan.

Ibu dan anak itu memutuskan untuk mengkonversi produksi dari pesawat ke sepeda motor. Hal itu dilakukan karena banyaknya permintaan akan transportasi bermotor perorangan di Italia. Akhirnya pada Februari 1945 berdirilah perusahaan bernama MV Agusta Motor S.p.A. Huruf kapital MV merupakan akronim dari Meccanica Verghera, yang memiliki arti tukang bengkel atau mekanik dari Verghera.

98 Motocarro

MV Agusta 98 Motocarro

Seperti kita tahu, 1945 merupakan tahun sulit karena semua orang terdampak paska perang dunia II. Saat itu negeri Pizza mengalami situasi krisis dan banyak orang membutuhkan kendaraan multifungsi. Berawal dari situlah MV Agusta melihat peluang untuk membuat kendaraan yang dapat mengangkut berbagai kebutuhan.

Baca juga: Cuma Satu Di Dunia, MV Agusta Dragster 800 RC Berlabur Emas

Maka tercipatalah motor roda tiga pertama mereka yang disebut 98 Motocarro. Kendaraan itu dibuat dari 1946 hingga 1947 dan hanya diproduksi terbatas 100 unit. Di tahun ini sebenarnya MV Agusta pernah bersinggungan dengan Piaggio terkait penamaan kendaraan (Vespa 98). Namun secara hukum ia kalah, karena Piaggio sudah lebih dulu mematenkan nama ‘Vespa’.

Bentuk 98 Motocarro kalau dibanding dengan motor yang ada sekarang, karya MV Agusta ini sedikit aneh. Sebab mirip sekali dengan becak yang kita kenal di Tanah Air. Bagian depan terdapat bak besar lengkap dengan lampu tiap sisi, dan sektor kemudi justru berada di belakang.

98 Turismo

MV Agusta 98 Turismo

MV Agusta 98 Motocarro saat itu dibekali dengan mesin 98 cc, 2-tak berpendingin udara, dengan silinder tunggal. Ukuran bore strokenya 48 x 54 mm dengan rasio kompresi 6:1. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga hingga 3,5 Hp pada 4.800 rpm. Dan dibekali dengan gearbox dua percepatan. Motor ini sanggup melaju hingga 40 kpj dan bisa menempuh jarak hingga 25 km dengan satu liter bahan bakar.

Kendaraan asal Italia sudah memakai rangka model pipa dari bahan baja. Bak besar berbentuk kotak dari bahan kayu itu bertumpu pada suspensi pegas daun. Sementara belakang tidak menggunakan suspensi. Area kemudi dilapisi dengan pelat besi, lengkap dengan jok berlapis kulit dan setir bulat nan kaku. Di bawahnya ada penampung bahan bakar sebesar 8 liter.

Baca juga: MV Agusta Brutale 1000 RR Resmi Dirilis, Berbanderol Rp 491 juta 

Kendaraan 98 Motocarro saat itu banyak digunakan oleh masyarakat untuk mengangkut hasil perkebunan dan pertanian. Bak besar yang berada di depan itu memiliki daya angkut hingga 250 kg. Sementara bobot kering kendaraan roda tiga ini hanya 160 kg.

150 Centauro

MV Agusta 150 Centauro

Banyaknya permintaan memaksa MV Agusta untuk melakukan pengembangan produk. Selang satu tahun, mereka menelurkan penerus 98 Motocarro dengan mesin yang lebih besar. Itu terjadi pada 1948 dan berkapasitas 125 cc transmisi 3-percepatan. Tersedia dalam dua versi; Economica (versi yang disajikan setahun sebelumnya) dan Turismo (dibedakan dengan kehadiran gearbox tiga percepatan dan suspensi belakang). Pada tahun inilah sang kompetitor muncul dengan Piaggio Ape. Tak mau kalah dengan lawannya, MV Agusta membuat mesin yang sama tapi dengan gearbox 4-percepatan pada tahun berikutnya.

Pada 1954, MV Agusta secara signifikan mendesain ulang model berikutnya. Alhasil pengendara berada di depan dan bak besar di belakang. Konfigurasi ini jauh lebih akrab secara visual ketimbang versi sebelumnya. Ada 150 Centauro dan Trasporto Tevere yang masing-masing ditelurkan pada 1958 dan 1960.

Centauro memiliki ruang kemudi, mirip seperti Bajaj yang kita kenal, tapi belum dikasih pintu. Di bagian belakang terdapat flatbed dan sudah berbahan pelat besi. Sesuai namanya, mesinnya bervolume 150 cc, 4 langkah dan bertenaga 7 Hp. Bak belakangnya sanggup membawa beban hingga 350 Kg. Model ini cukup sukses dan selama dua tahun produksi, sekitar 4.160 unit dijual kepada pelanggan.

Trasporto-Tevere

Tiga tahun berjalan, motor roda tiga ini mendapatkan facelift dan berganti nama menjadi 150 Centauro RFB. Perubahan ini tidak hanya mendongkrak penampilan, namun juga membuat mesin lebih bertenaga. Model ini diproduksi sepanjang 1961 hingga 1965 dan terjual 1.610 unit.

Sementara Trasporto Tevere menawarkan kapasitas yang lebih besar. Menggendong mesin 231 cc, 4-langkah, satu slinder, berpendingin udara. Tenaga yang dihasilkan mencapai 10 Hp dan memiliki gearbox empat kecepatan ditambah gigi mundur. Dirinya banyak disukai masyarakat Italia karena dapat mengangkut beban hingga 520 kg.

Di lain sisi, MV Agusta juga sudah menciptakan motor roda dua pada 1946. Bahkan sudah mengikuti sebuah kejuaran nasional saat itu. Menggunakan nama MV 98 dan pakai mesin yang sama dengan 98 Motocarro. Power yang dihasilkan sebesar 5 Hp pada 5.400 rpm, dan kecepatan maksimum 95 kpj. Satu tahun kemudian, kapasitas 98 cc tidak lagi relevan di dunia balap, dan beralih ke 125 cc, 250 cc dan 500 cc.

MV 98

Masuk di era 1960-an, mereka mulai merancang mesin yang lebih besar dalam jumlah terbatas. 250 cc, kemudian twin 350 cc serta 600 cc hingga berkembang menjadi 750 cc. Sebagian produknya dibuat secara handmade atau lebih banyak sentuhan tangan manusia. Mereka sampai sekarang tidak bisa merakit banyak sepeda motor seperti pabrikan lain.

Hingga saat ini, MV Agusta punya banyak jenis motor. Untuk model naked bike ada Rush, Brutale series, Dragster series. Tipe turing punya Turismo Veloce series, dan full fairing ada F3 series dan Superveloce series. (Bgx/Tom)

Sumber: Ride Apart, MV Agusta

Baca juga: Dinamika Petualangan Norton: Dari Prajurit Perang Hingga Mengibarkan Bendera Putih

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store