Kecam Invasi Russia ke Ukraina, CEO MV Agusta Merasa Dikhianati Negara Sendiri

Kecam Invasi Russia ke Ukraina, CEO MV Agusta Merasa Dikhianati Negara Sendiri

Chief Executive Officer (CEO) MV Agusta, Timur Sardarov menyampaikan pandangannya terkait invasi militer Rusia ke Ukraina yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Melalui sebuah surat terbuka, pria asal Rusia itu mengutarakan isi hatinya. Ia marah dan mengecam kekejaman yang dilakukan oleh presiden Rusia, Vladimir Putin.

KEY TAKEAWAYS

  • Timur Sardarov

    Mengambil kepemilikan MV Agusta dari Claudio Castaglioni pada 2018
  • Sardarov mengatakan bahwa perang yang terjadi antara kedua negara merupakan hal terburuk yang ia alami dalam 40 tahun terakhir. "Bagi saya sebagai orang Rusia, ini adalah tragedi terbesar dalam 40 tahun kehidupan saya. Saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan merasa begitu dikhianati oleh tindakan negara saya sendiri," ujar Timur Sardarov, dikutip dari RideApart.

    MV Agusta Lucky Explorer range

    Lebih lanjut, dalam suratnya ia mengatakan memiliki banyak teman di Ukraina serta memiliki banyak kerabat dan keluarga di Rusia. Selama ini dirinya dibesarkan dan diasuh oleh orang tuanya di Rusia, keluarganya selalu menganggap kedua negara, satu sama lain adalah negara saudara terdekat.

    "Kami memiliki kebebasan berada di kedua negara. Kami tidak pernah menganggap satu sama lain berbeda. Kami saling mendukung, kami saling mencintai sebelum kejadian ini dilakukan oleh rezim Rusia," katanya.

    Ia melanjutkan, semua anggota keluarganya merasa kaget, semua orang yang dikenalnya juga demikian, marah, dan merasa dikhianati. Dampaknya bagi Eropa dan seluruh dunia sangat tidak terduga. Retorika yang keluar dari media Rusia dan Barat juga begitu terpolarisasi sehingga membuatnya dirinya muak.

    "Saya percaya bahwa sebagian besar orang Rusia juga merasakan hal yang sama. Rusia adalah negara yang sangat bangga, dan dalam sejarah kita tidak ada yang pernah mengkhianati. Kita semua lebih besar dari rezim yang dipimpin oleh Putin," tandasnya.

    MV Agusta Brutale Nurburgring

    Lantas dalam surat terbuka itu disampaikan bahwa doanya bersama seluruh warga Ukraina dan tentara Rusia yang malang, anak-anak lelaki yang telah dilemparkan ke dalam konflik pertarungan antarsaudara.

    "Maaf telah emosi, saya tidak memiliki banyak saudara kandung, namun saya menganggap Anda semua di sana yang terdampak sebagai keluarga sendiri," tutup Timur Sardarov dalam surat terbukanya.

    Sebelum surat terbuka itu muncul ke permukaan, Timur Sardarov sebelumnya membuat postingan dengan kata-kata keras di akun Instagram-nya tentang invasi Rusia ke Ukraina. Secara tegas ia mengatakan tidak menginginkan perang ini dan dia percaya bahwa itu bukan keinginan rakyat Rusia pada umumnya.

    “Saya tidak pernah merasa begitu buruk dalam hidup saya, merasa benar-benar jijik, malu dan dikhianati oleh tindakan perang yang mengerikan, bodoh dan kejam ini. Oleh pembohong yang berpikiran picik, iri, kejam, pendendam dan paranoid. Dia berpikir bisa mengambil alih tetangga kita, negara berpenduduk 44 juta orang dengan pemerintahan yang dipilih secara demokratis, yang pernah menjadi sahabat terbesar kita, sementara itu menyiksa mereka selama 8 tahun,” tulis Sardarov.

    MV Agusta Superveloce x Alpine

    “Rusia tidak pernah dikhianati oleh penguasa mana pun dalam sejarah yang panjang, sulit, dan membanggakan! Putin membuang itu semua ke tempat sampah,” tambahnya.

    Sardarov menjadi CEO pabrikan sepeda motor pertama yang mengkritik secara tegas invasi atau perang Rusia-Ukraina. Sedangkan beberapa pabrikan lainnya memilih menghentikan sementara bisnis sepeda motor mereka di Rusia.

    Pada 1 Maret 2022, Harley-Davidson mengatakan bahwa mereka menangguhkan bisnis dan pengiriman sepeda motornya ke Rusia. Langkah Harley-Davidson ini menyusul keputusan perusahaan otomotif lainnya termasuk Daimler, General Motors, dan Ford.

    Honda juga secara resmi mengumumkan menangguhkan ekspor mobil dan sepeda motornya ke Rusia setelah invasi tersebut. Langkah Honda ini bisa jadi awal bagi produsen otomotif Jepang melakukan tindakan serupa sebagai bentuk kecaman terhadap perang Rusia-Ukraina. Sejauh ini, Mazda juga sudah mengumumkan tindakan seperti itu.

    Sebagai informasi, Timur Sardarov merupakan orang asli Rusia yang mengambil alih MV Agusta dari Claudio Castaglioni pada 2018. Ia datang dari keluarga kaya yang punya pengaruh besar di industri motor Rusia. (BGX/RS)

    Baca juga: Dampak Perang, Toyota Hentikan Kegiatan di Ukraina dan Rusia

    sumber: Ride APart

    IIMS Hybrid 2022

    Anda mungkin juga tertarik

    • Yang Akan Datang

    Video Motor Terbaru di Oto

    Oto
    Tonton Video Motor

    Artikel Motor dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature