Lima Sisi Menarik Yamaha MT-07

Gambar
Review Pengguna

Hampir 7 tahun lamanya Yamaha MT-07 eksis di segmen naked bike. Namun, baru kali ini Yamaha Indonesia memutuskan untuk mendatangkannya ke Tanah Air. Tak ada alasan pasti, walau kenyataannya sang motor jadi opsi menarik buat penggemar motor besar. Berikut lima sisi menarik dari sang naked bike berjuluk "Master of Torque."

Desain

Lantaran menggunakan nama panggung demikian, desain Yamaha MT-07 sudah pasti senada dengan MT-Series lain. Ditawarkan dalam sosok motor telanjang nan tangguh sekaligus kekar. Terlebih ada beberapa pembaruan yang dibawanya kini. Dari lampu utama, bentuknya lebih besar berkat lampu kecil di kedua sisi yang menyala sebagai DRL. Meski begitu, agak disayangkan kenapa pendarannya masih mengandalkan tipe bohlam.

Desain Yamaha-MT-07-

Menariknya, perubahan posisi terjadi pada lampu sein. Jika sebelumnya sinyal itu menghias bagian kepala, maka di MT-07 2020 bagian itu berpindah ke sisi radiator. Pun mengenai bentuk airscoop yang mengapit tangki bensin, diracik lebih ramping dan aerodinamis. Sementara untuk jok, terdapat bantalan antara jok depan dan belakang sebagai upaya meningkatkan kenyamanan berkendara.

Kaki-kaki

Dibandingkan kompetitor selevel, MT-07 sedikit ketinggalan. Sementara pabrikan lain ramai menggunakan fork berjenis upside down (USD), produk lambang Garpu Tala masih mengandalkan suspensi depan teleskopik biasa.

MT-07

Namun, bukan berarti tak ada pengembangan. Toh, peredam kejut depan berdiameter 41 mm ini punya ukuran lumayan besar. Ditambah, sudah tersedia fitur penyetelan. Sama halnya pada suspensi belakang monoshock jenis link, kini ketambahan fitur pengatur rebound.

Keduanya berfungsi memberikan redaman dari kedua roda MT-07 yang berukuran 120/70-17 dan 180/55-17. Masing-masing dilengkapi cakram ganda 282 mm dan 245 mm (depan-belakang) sebagai salah satu perangkat penghenti laju disertai pengereman anti-lock braking system (ABS).

Pengendalian

Walau terbilang motor besar, MT-07 sama sekali tidak mengintimidasi pengendara. Dari posisi duduk misalnya, boleh dibilang tidak berbeda jauh dengan Yamaha MT-25. Dengan ketinggian jok 805 mm dan ground clearance 140 mm, postur motoris 173 cm dapat menapakan kedua kaki dengan baik. Ditambah lagi bentuk jok yang cukup ramping. Namun, butuh ada beberapa penyesuaian saat berkendara. Lantaran desain tangki bensin panjang, posisi badan mesti condong ke depan agar dapat menggapai setang secara maksimal. Untungnya hal tersebut diikuti oleh penyesuaian pada posisi foot step.

Kendati begitu, rasanya ini penyajian umum dari sebuah naked bike bukan? Untuk informasi, Yamaha MT-07 memiliki demensi total: 2.085 x 745 x 1.090 mm. Jarak sumbu rodanya adalah 1.400 mm dan memiliki bobot 183 kg. Secara keseluruhan, MT-07 masih layak dijadikan 'jembatan' bagi motoris yang baru naik ke segmen big bike. Dia pun sanggup melakoni perjalanan lebih jauh karena memiliki daya tampung bahan bakar mencapai 16 liter.

Performa

MT-07 menggendong mesin DOHC dua silinder berkapasitas 689 cc. Tenaga serta torsi maksimal yang dihasilkan masing-masing adalah 73,7 Hp di putaran 9.000 rpm dan 68 Nm/6.500 rpm. Dilihat dari bore x stroke: 80 x 68,6 mm (overbore), dia dirancang untuk tangguh  'disiksa' pada rpm tinggi. Namun, bukan berarti MT-07 'lembek' di putaran bawah. Sedikit membandingkan, momen puntirnya saja lebih besar ketimbang salah satu pesaingnya yakni Honda CB650R yang notabene berbekal mesin empat silinder.

Mesin Yamaha-MT-07-

Ditambah lagi adanya bumbu-bumbu MotoGP. Jantung mekanik naked bike Yamaha disebut menggunakan konsep crossplane crankshaft yang jua diterapkan pada Yamaha M1 - tunggangan mereka di arena MotoGP. Jarak crank pin MT-07 sendiri punya sudut 270 derajat. Pihak Yamaha menerangkan, crossplane crankshaft demikian membuat interval pembakaran di dalam mesin menjadi lebih dekat, sebagai langkah mengeliminir daya inersia - daya setelah pembakaran yang membuat torsi menjadi linear. Menjanjikan performa mantap serta proses akselerasi yang lebih optimal. Efeknya pada jenis mesin ini dipercaya lebih minim getaran, dan suara knalpot yang lebih garing.

Harga

Idealnya, performalah yang menjadi penawaran utama dari MT-07. Walau minim fitur canggih, toh penetapan harganya masih berbanding lurus. PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menjual MT-07 dengan banderol Rp 243 juta (on the road Jakarta). Jauh lebih murah daripada Honda CB650R - bermesin 648,72 cc yang dipatok Rp 292,2 juta. Peminat MT-07 juga mendapatkan beberapa pilihan warna yaitu Ice Fluo, Icon Blue dan Tech Black. Termasuk pula keuntungan, mulai layanan after sales emergency 24 jam melalui Yamaha Executive Service (YES24). Kemudian layanan darurat seperti derek (towing), pengantaran bahan bakar (fuel delivery), pengecasan aki (battery charger), penanganan ban kempes (handling flat tire), 24 hours call center (call center 24 jam). Intinya, pemilik CBU Yamaha tidak perlu khawatir jika ada kendala di perjalanan. (Ano/Van)

Baca Juga: Adu Performa Atas Kertas Honda CBR1000RR-R Fireblade dan Yamaha R1

Jelajahi Yamaha MT07

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store