Evolusi 4 Fitur Mobil Berteknologi Canggih yang Segera Hadir di 2021

Evolusi 4 Fitur Mobil Berteknologi Canggih yang Segera Hadir di 2021

Perkembangan teknologi termasuk yang diaplikasikan pada kendaraan berkembang dengan sangat cepat. Tak hanya urusan mesin, suspensi, dan pengereman tapi juga hiburan. Seperti yang terlihat di ajang Consumer Electronic Show (CES) 2021 yang menghadirkan berbagai sajian teknologi, mulai dari gadget hingga pada layanan untuk mobil-mobil masa depan.

Pada pemaran yang berlangsung di AS tersebut para pabrikan menyajikan berbagai temuan baru mereka. Diproyeksikan ada beberapa teknologi yang akan diterapkan pada mobil. Mulai dari Hyperscreen pada Mercedes-Benz sampai pada peluncuran GHSP iDrive yang mirip iDrive BMW. Secara umum CES 2021 adalah tentang teknologi pada layar digital. Mulai dari peluncuran Samsung 110 inci hingga ke soal debut Hyperscreen yang disematkan pada Mercedes-Benz EQS.

Beberapa teknologi terbaru yang ditampilkan terlihat sedikit aneh fungsi dan peruntukkannya. Tidak seperti teknologi mobil yang ada saat ini, namun hal tersebut menujukkan pergeseran terhadap fungsi teknologi dan fitur yang terus berkembang demi kenyamanan pemilik mobil.

Hyperscreen Mercedes-Benz

1. Hyperscreen Mercedes-Benz

Mercedes-Benz User Experience kini memasuki era baru dengan diperkenalkannya MBUX Hyperscreen yang akan segera rampung pada kendaraan listrik EQS. Layar tampilan melengkung 56 inci mencakup seluruh jarak dasbor dari tiang A kiri ke tiang A kanan, serta menampilkan perangkat lunak yang memiliki kemampuan belajar mandiri untuk menawarkan layanan yang dapat disesuaikan dengan pengguna.

Teknologi layar super besar pada Mercedes-Benz ini diproduksi dengan material gorilla glass, yang meminimalisir kerusakan layar karena goresan atau benturan. Pasalnya, agar lebih tahan lama karena kalau rusak biaya penggantiannya lumayan mahal. Pada dashboard terdapat layar OLED yang terhubung dengan layar hiburan lain di sisi lainnya. Kemampuan kamera dalam menangkap gambar juga sudah disempurnakan dengan sensor otomatis yang mengatur pencahayaan dari luar.

Tampilan pada Hyperscreen juga sangat ramah pengendara, tidak mengganggu visibilitas. Kemudian terdapat pengembangan pada layanan interface yang ditempatkan pada menu utama sehingga tidak perlu mengotak-atik terlalu lama.

Semua fungsi pada layar ini dapat diatur menggunakan perintah suara maupun dengan sentuhan. Hyperscreen dilengkapi dengan 8 CPU Core, RAM 24 GB, dan RAM cadangan berkapasitas 4GB.

Selain itu, layanan AI (Artificial Intelligence) menjanjikan pengalaman berkendara yang menarik. Fitur tersebut mampu membantu pengendara dalam memenuhi kebutuhannya. Sistem akan memberikan saran pada pengendara berdasarkan kebiasaan. Misalnya program kursi pijat, mengingatkan tanggal ulang tahun, hingga pada kemampuan menaikkan suspensi untuk melewati jalan yang curam. AI akan menyimpan pada GPS tentang jalan curam tersebut dan kalau mobil melewati jalan itu lagi, secara otomatis suspensi meninggi.

Baca juga: Mercedes-Benz EQS Mulai Tebar Pesona, Pamerkan Keunggulan dari S-Class Tradisional

Panasonic AR Head-Up Display

2. Panasonic AR Head-Up Display

Fitur Head-Up Display (HUD) kini makin populer dan digunakan di beberapa mobil terbaru. Meski tampilan pada HUD adalah tampilan yang juga tampil pada layar cluster meter dan menampilkan informasi yang tumpang tindih. Sebenarnya Panasonic agak telat meluncurkannya pada CES 2021. Pasalnya beberapa pabrikan telah menggunakannya sejak delapan tahun lalu. Tetapi yang ditawarkan oleh Panasonic ini adalah teknologi Augmanted Reality HUD dan menampilkan dengan proyektor overhead. Membuat tampilan gambar terlihat seperti melayang di atas dashboard pengemudi.

Pengembangan yang dilakukan oleh Panasonic Automotive ini ditunjang oleh teknologi artificial intelligence (AI) yang mampu membaca sejumlah kondisi lalu lintas secara realtime. Beberapa informasi yang dibaca kemudian ditampilkan dalam HUD.

Layar HUD Panasonic tidak hanya menampilkan informasi kendaraan. Fitur ini juga memberikan informasi dan peringatan kondisi jalan, pejalan kaki, kendaraan lain hingga obyek lain seperti pesepeda. Sistem ini juga mampu mendeteksi soal ketinggian sebuah jembatan atau terowongan. Dengan begitu, maka pengendara yang tengah membawa muatan yang tinggi pun dapat semakin dimudahkan.

Agar mampu bekerja secara optimal, sistem ini ditunjang oleh sensor optical yang mampu membaca kondisi dalam belasan meter kedepan meski dalam kondisi gelap. Sedangkan untuk mendeteksi obyek pada jarak sekitar 100 meter, sistem ini mempercayakan pada teknologi radar 3D imaging. Selanjutnya, seluruh informasi itu ditampilkan tepat di atas dasboard pengemudi dengan 4K-resolution renderings dari laser and holographic technology.

Nah, dengan fitur ini pengendara dapat menghindari terjadinya kecelakaan. Selain itu tersedia pula sistem navigasi sesuai dengan tampilan GPS pada umumnya. Layanan ini sebenarnya sudah tersedia pada Mercedes-Benz S-Class 2021 yang akan diluncurkan tahun ini.

Baca juga: Fitur-Fitur Menarik yang Tertanam di Bentley Bentayga Hybrid 2021

Gentex Mirror

3. Gentex Mirror

Hampir semua pabrikan mobil telah mengintegrasikan kamera ke dalam mobil mereka selama beberapa tahun terakhir. Hal ini bertujuan demi memudahkan para pengemudi untuk mendapatkan visual di sekitar mobil yang makin luas. Penempatan kamera di depan atau belakang yang ditampilkan -- biasanya -- di head unit.

Kini Gentex menawarkan teknologi terbaru pada kaca spion dalam, yakni dengan kamera dan layar sentuh. Tidak hanya itu, Gentex juga memberikan kemudahan pada pengendara lewat kaca spionnya yang dapat menampilkan berbagai menu. Di antaranya angle kamera yang dapat disesuaikan hingga pada layar gabungan yang menampilkan berbagai menu. Anda bahkan dapat menampilkan tampilan Zoom Meeting pada layar ini.

Teknologi ini diberi nama Full Display Mirror (FDM), yang dikembangkan dengan bantuan dari Gentex Corporation, sebuah produsen suku cadang mobil yang berbasis di Michigan. Sistem inovatif ini diinformasikan juga mampu menampilkan tiga video berbeda secara bersamaan, memungkinkan pengendara untuk melihat apa yang ada di belakang serta menghindari titik buta (blind spot).

Ada dua kamera dipasang di samping, tepatnya di kaca spion luar kiri dan kanan. Sedangkan kamera satu lagi dipasang di atap mobil. Jika suatu waktu tidak berfungsi atau sedang mengemudi dalam cuaca buruk, pengendara dapat menyesuaikan tampilan di layarnya. Pengendara juga dapat mengubah unit untuk menampilkan kombinasi cermin dan tampilan kamera sesuai kebutuhan. Fitur yang tidak kalah keren adalah FDM akan secara otomatis mengubah tiga tampilan video dari kamera eksternal kapan pun pengendara menyesuaikan posisinya.

Diketahui, Gentex baru saja menanamkannya pada Toyota Harrier (Venza) lengkap dengan kamera perekam menghadap jalan. Namun Toyota menjadikannya sebagai fitur opsional, jika Anda ingin menggunakan Gentex maka akan dikenakan tambahan biaya US$ 900.

GSHP iDrive

4. GSHP iDrive

GSHP merilis pengaturan iDrive pada CES 2021. Sekilas memang iDrive milik GSHP ini sangat mirip dengan BMW. Namun iDrive milik GSHP merupakan knob pengatur dua tingkat. Idenya adalah menggabungkan pengaturan transmisi hingga pada layanan hiburan dalam satu tombol. Meski demikian, kontrol ini diklaim tetap aman saat digunakan karena menggunakan sistem bergerigi dan tidak menganggung satu fungsi dengan fungsi lainnya. Teknologi ini mirip dengan yang dipakai oleh model-model Jaguar saat ini. (Vando/Raju)

Sumber: motortrend.com

Baca juga: 8 Mobil Paling Menarik di CES 2021, dari Listrik Sampai Mobil Terbang