8 Mobil Paling Menarik di CES 2021, dari Listrik Sampai Mobil Terbang

8 Mobil Paling Menarik di CES 2021, dari Listrik Sampai Mobil Terbang

Untuk pertama kalinya seak 1967, pameran elektroik tahunan dunia Costumer Electronics Show atau yang lebih dikenal dengan nama CES dilangsungkan secara virtual. Apalagi kalau bukan karena pandemi Covid-19 yang membuat ajang yang dihelat di Las Vegas, Amerika Serikat, pada 11-14 Januari 2021 itu harus dilangsungkan dengan cara virtual.

CES selalu dijadikan sebagai ajang presentasi produk elektonik berteknologi tinggi. Ajang ini juga sering digunakan oleh produsen mobil untuk menampilkan fitur maupun pengembangan teknologi terbaru yang mereka siapkan untuk kendaraan mereka di masa depan. Berikut ini kami pilihkan mobil-mobil berteknologi tinggi paling menarik yang tampil di CES 2021.

Hyperion XP-1

Hyperion XP-1

Nama Hyperion mungkin masih asing ditelinga Anda. Jelas saja karena hyprcar ini baru melakukan debutnya pada tahun lalu. Itupun hingga kini wujudnya masih dalam tahap purwarupa. Menariknya disaan produsen mobil berlomba menciptakan mobil listrik, Hyperion justru dikembangkan menggunakan sistem penggerak bertenaga hydrogen fuel cell. Sistem penggerak berbahan bakar ramah lingkungan ini memang bukan hal baru di dunia otomotif. Salah satu mobil bertenaga hyrdogen fuel cell yang telah dipasarkan secara masal adalah Toyota Mirai.

Mobil tanpa emisi ini tak hanya tampil secara online di CES 2021. Hyperion mengajak XP-1 keluar ke jalanan di sekitar Fountains o Bellagio di Las Vegas, Amerika Serikat. Setelah melakukan parade di sana, hypercar ini kemudian melesat secapat kilat di jalanan gurun pasir Nevada yang lurus.

Walaupun pada dasarnya mobil ini mengandalkan air sebagai bahan bakarnya, namun performanya sungguh luar biasa. Bayangkan saja, akselerasi 0-100 km/jam dapat ditempuh dalam 2,2 detik. Kecepatan maksimalnya menyentuh 356 km/jam. Lebih dari itu, mobil ini punya daya tempuh 1.635 km sampai bahan bakarnya habis.

Jujur mobil ini sejatinya adalah masa depan mobilitas yang sesungguhnya. Namun memang masih butuh waktu lama agar kendaraan dengan sistem penggerak ini bisa diterima secara global. Pasalnya, belum banyak stasiun pengisian bahan bakar hydrogen fuel cell. Selain itu, harga teknologi ini masih sangat tinggi. Apalagi Hyperion XP-1 yang interiornya dijejali gadget terkini seperti layar melengkung (curved) berukuran 98-inci. Jelas harganya juga tak akan murah.

Baca juga: Mobil Listrik Sudah Jadi Transportasi Umum di AS Sejak 112 Tahun Lalu

BMW iX 2022

BMW iX

Lini produk elektrfikasi BMW generasi terbaru, iX rencananya akan meluncur di beberapa negara pada tahun ini. Sebelum peluncuran resminya, BMW membawa mobil ini ke CES untuk menampilkan versi terkini dari iDrive System miliknya. Pada presentasinya lewat video, produsen mobil asal Jerman ini memang belum menjelaskan secara rinci apa saja yang mampu dilakukan oleh sistem iDrive generasi terbarunya itu. Meski demikian mereka sangat yakin teknologi ini akan membawa perubahan dan memberi mbanyak kemudahan bagi pengemudinya.

Setidaknya BMW memberitahu kalau sistem iDrive nanti bisa membuat mobil di jalanan saling berkomunikasi atau bertukar informasi. Jadi ketika melintas di jalan dan berpapasan dengan kendaraan BMW lain, mobil itu bisa memberitahu Anda kondisi jalanan di depan yang akan Anda lalui. Teknologi sensor di dalam kendaraan telah ditingkatkan agar dapat menganalisa lingkungan sekitar kendaraan dengan lebih baik. Hasilnya, sensor ini tak hanya akan membantu saat memarkir kendaraan, tapi juga membantu Anda mengendarai kendaraan sepanjang perjalanan.

Tak hanya itu, sistem iDrive terbaru nantinya juga sekaligus berfungsi sebagai asisten pribadi di dalam mobil. Asisten pribadi ini dapat berkomunikasi dan mengajak Anda berbicara dengan luwesnya. Seperti video yang belum lama ini diunggah oleh Supercar Blondie, Youtuber asal Australia. Dalam videonya, Alex, pemilik akun Supercar Blondie diwawancara oleh sistem iDrive pintar dengan pintar.

BMW iX diharapkan dapat segera dipasarakan akhir tahun ini. Crossover elektris ini memiliki dua motor elektrik yang menghasilkan tenaga 500 hp. Performany sanggup melesakan BMW iX dari posisi diam sampai 100 km/jam kurang dari 5,0 detik. Menarinya, mobil ini diklaim sanggup melaju sejauh sekitar 600 km tanpa perlu isi ulang energi listriknya.

Audi RS e-tron GT

Audi RS e-tron GT

Audi punya senjata hebat di CES 2021. Mereka memperkenalkan mobil sport brtenaga listrik pertamanya, RS e-tron GT. Tak main-main, dalam presentasi digitalnya, Audi membawa serta pembalap Formula E asal Brazil, Lucas di Grassi. Lucas di Grassi memang sudah lama membalap untuk Audi. Ia sukses membawa Audi menjuarai Formula E perdana pada 2014. Salah satu pembalap tersukses di ajang balap kedaraan listrik dunia itu duduk di depan kemudi Audi RS e-tron GT. Akselerasi dan pengendaliannya sangat impresif, testimoninya.

Sama seperti Taycan, e-tron GT juga memanfaatkan platform bernama J1 sebagai basisnya. Platform khusus mobil listrik ini mengandalkan dua unit motor listrik, dengan transmisi single-speed pada roda depan. Sementara pada roda belakang, memakai gearbox two-speed. Seperti Taycan juga, e-tron GT akan ditawarkan opsi varian performa tinggi nantinya.

Mobil sport elektrik pertama Audi ini menyimpan energi listriknya pada baterai berkapasitas 94 kWh. Energi listriknya itu disalurkan ke dua motor elektrik melalui transmisi 2-speed yang menghasilkan tenaga 590 hp dengan torsi puncak 850 Nm. Outputnya itu berhasil membuat Audi RS e-tron GT bisa mencapai kecepatan 100 km/jam dari posisi diam dalam 3,5 detik saja. Kecepatan maksimumnya tembus 249 km/jam. Masih dalam tahap pengembangan, mobil ini ditargetkan Audi sanggup mencapai jarak tempuh sejauh 402 km.

Baca juga: Pilih-Pilih Pick Up Seken di Bawah Rp 100 Juta, Ini 4 Alternatifnya

Mercedes-Benz Vision AVTR

Mercedes-Benz Vision AVTR

Kalau Anda pernah nonton film Avatar, nah mobil konsep masa depan Mercedes-Benz ini terinspirasi oleh film karya Sutradara James Cameron yang rilis pada 2009 itu. Bertajuk Mercedes-Benz Vision AVTR, mobil konsep futuristis ini memang diciptakan sebagai kendaraan otonom yang berkelanjutan. Mobil ini dibekali motor elektrik berkapasitas 110 kWh yang menghasilkan tenaga 469 hp dengan jarak tempuh sejauh 700 km.

Sejatinya bukan performa yang coba ditampilkan oleh mobil ini. Mercedes-Benz dalam keterangan rilisnya mendeskripsikan saloon luxury ini memiliki keempat roda yang dapat diarahkan. Vision AVTR bisa bergerak ke arah samping dengan sudut 30 derajat. Lebih dari itu, baterai bertegangan tinggi yang digunakan untuk menggerakkan mobil listrik ini juga inovatif. Teknologi memungkinkan mobil ini menggunakan baterai organik yang ramah lingkungan dan bisa didaur ulang 100 persen. Hebatnya lagi, baterai organik ini bisa diisi ulang dengan cepat hanya 15 menit saja. Lalu di bagian punggung mobil ini terdapat panel surya yang juga dapat mengisi ulang energi baterai saat berkendara.

Masuk ke bagian dalam kabinnya jangan kaget. Bukan lantaran desainnya yang terlampaiu futuristis, tapi tak ada lingkar kemudi. Jadi mobil otonom ini bisa dioperasikan secara intuitif lewat sentuhan tangan saja. Menarik bukan. Kemudian komponen di dalam kabinnya juga ramah lingkungan. Percaya atau tidak bahan yang membalut interiornya itu terbuat dari hasil daur ulang kain pakaian bekas, botol plastik dan lainnya. Mesi terbuat dari material daur ulang, namun nuansa mewah dan futuristis kabin Mercedes-benz Vision AVTR tak berkurang sama sekali.

Cadillac VTOL

Cadillac VTOL

General Motors (GM) mengungkapkan konsep dan rencananya untuk mengembangkan mobil terbang dan otonom melalui konsep bertajuk "Cadillac Halo". Sebagai bagian dari Consumer Electronics Show (CES) 2021, GM menunjukkan rendering dan animasi dari "Cadillac Halo: Cadillac Personal Autonomous Vehicle", seperti taksi mewah dengan teknologi self-driving, dan "Cadillac Vertical Take-off and Landing (VTOL)" yang digambarkan sebagai mobil terbang mirip drone yang ramping dan futuristik.

Kendaraan ini akan memiliki empat rotor yang didukung oleh motor listrik 90 kwh. Ini akan mampu mencapai kecepatan hingga 56 mph. VTOL akan memiliki komunikasi udara-ke-udara dan udara-ke-darat, kompartemen ruang pribadi dan pemandangan panorama dunia saat lewat di bawah pengguna.

Tapi, GM tidak memberikan detail dan rincian teknis lebih lanjut, misalnya apakah kendaraan itu akan menjadi otonom, atau dioperasikan secara manual. GM juga tidak memberikan kerangka waktu kapan VTOL dapat diproduksi.

Baca juga: Adu Cepat Porsche 911 Turbo dari Generasi Pertama Sampai Terkini

Dodge Durango SRT Hellcat

Dodge Durango SRT Hellcat

Ada banyak muscle car dengan performa tinggi yang dihadirkan. Salah satu yang layak mendapat highlight adalag SRT Challenger Superstock Dodge. Dengan 807 hp, ini adalah mobil produksi tercepat dan terkuat di dunia. Secara DNA ia adalah SUV, dengan tiga baris tempat duduk, kapasitas bagasi besar, serta kemampuan towing yang besar.

Tampilannya mudah diidentifikasi dengan kepala kucing bergigi di spatbor depan. Nilai jualnya berada di dapur pacu. Dodge menggunakan mesin Hemi V-8 6,2 liter yang menghasilkan 710 hp, AWD penuh waktu dan kapasitas derek 8.200 lbs atau 3,7 ton.

GMC Hummer EV

GMC Hummer EV

Terus berinovasi menciptakan kendaraan listrik, GMC nampaknya tak puas bila menghadirkan mobil ramah lingkungan Hummer EV. Hummer EV yang hidup kembali adalah penerus dari Hummer H3 yang terakhir diproduksi pada 2010. Lebih dari satu dekade absen di industri otomotif global, hadir kembalinya Hummer cukup menyita perhatian. Karena offroader ini tawarkan penggerak bertenaga listrik. Mobil yang dirakit di fasilitas produksi General Motors di Detroit, Amerika Serikat itu diluncurkan pada Oktober 2020 lalu dan baru mulai akan dipasarkan pada 2021.

Penuh semangat, LeBron dalam videonya mengatakan bahwa mobil miliknya itu sanggup berakselerasi dari posisi diam sampai 100 km/jam dalam 3,0 detik saja. Jelas performa ini luar biasa untuk ukuran mobil dengan dimensi sebesar itu. Performa ini didukung sistem penggerak listrik dengan penyaluran daya instan.

Indy Autonomous Challenge Race Car

Indy Autonomous Challenge Race Car

Era balapan tanpa pembalap sudah di depan mata. Energy System Network (ESN dan Indianapolis Motor Speedway mempresentasikan mobil balap yang dikembangkan untuk kejuaraan balap otonom. Persis seperti yang Anda tebak, mobil balap ini nantinya akan beradu cepat di sirkuit Indianapolis secara swakemudi.

Mobil balap ini dibuat menggunakan chassis Dallara IL-15 yang merupakan rangka dari mobil balap Indy Car Series. Mobil balap ini dibekali mesin turbo 4-silinder. Kemudian kemudinya dikendalikan secara otomatis oleh komputer yang membaca lingkungan di sekitar kendaraan lewat sensor. Kejuaraan balap ini akan berlangsung pada 23 Oktober 2021 di Indianapolis Motor Speedway. Ada hadiah total sebesar US$ 1,5 juta dari balapan mobil tanpa pembalap ini. (Rzk/Raju)

Baca juga: Ini 10 Mobil Sport yang Pantas Ditunggu Beberapa Tahun Ke Depan

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil