Efisiensi Suzuki Ertiga Terbaru Tembus 30 Kilometer Perliter

  • Ertiga buatan Indonesia

MPV, idealnya dibangun guna memenuhi kebutuhan keluarga. Punya daya tampung banyak, utamanya mengakomodasi penumpang. Maka wajar, jika mobil jenis ini, didesain dengan jok tiga baris. Sama halnya dengan produk lansiran Suzuki Indonesia, All New Ertiga. Mobil yang mengusung konsep AMIN (Aman, Mewah, Irit dan Nyaman), menjawab keinginan itu.

Terapan di atas diwujudkan melalui penyegaran desain, penambahan fitur, sedikit ubahan rancang bangun hingga evolusi mesin. Teruntuk jantung mekanis, Suzuki Ertiga Terbaru sudah menggunakan mesin berkode K15B. Diklaim pula performanya lebih baik, namun tetap irit bahan bakar. Sah saja mereka mengklaim demikian. Toh faktor efisiensi masih menggoda kebanyakan pencari MPV.

"All New Ertiga menjadi kendaraan terpercaya untuk menemani perjalanan keluarga Indonesia dalam berbagai aktivitas. Pada kegiatan Tripventure ini, kami juga ingin mendukung program pemerintah dalam peningkatan efisiensi energi bahan bakar lewat Eco Driving. Kami berharap Suzuki bersama rekan-rekan jurnalis dapat mengedukasi masyarakat, mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar tidak terbarukan. Serta mengefisiensikan penggunaan bahan bakar terutama untuk mobil-mobil yang sudah dimiliki konsumen," ujar Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS.

Namun tetap saja mesti diuji langsung. Untuk membuktikannya, PT Suzuki Indombil Sales (SIS) pun memberikan kesempatan itu. Dalam acara bertajuk All New Ertiga Tripventure (28/8), sebanyak tujuh Ertiga (dua unit tipe MT dan lima unit Ertiga AT) dijajal mengarungi berbagai kondisi jalan. Uji coba berlangsung lumayan jauh, mengambil rute Cikarang-Cirebon. Lebih dari cukup untuk mengetahui seberapa irit Ertiga ini.

Sebelum kegiatan berlangsung, rombongan pewarta berkumpul di pabrik PT Suzuki Indomobil Motor (SIM). Tempat produksi Suzuki Ertiga, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Di sini juga kami mendapatkan informasi perihal proses produksi mobil. Termasuk pembekalan tentang cara berkendara irit alias Eco Driving. Dari situlah kami punya niatan menerapkannya saat uji irit Ertiga.

Perjalanan dimula sekitar 9.30 WIB. Tapi, pesimis mulai terasa saat pengelompokan dilakukan. Tiga orang dari kelompok kami bobotnya serupa, berkisar diantara 90-100 kg. Berarti mobil harus mengeluarkan tenaga lebih selama perjalanan. Ditambah ada wejangan soal cara berkendara irit, agar jangan membawa barang yang tak diperlukan. Membawa barang sekitar 100 kg, meningkatkan konsumsi bahan bakar sekitar 3%.

Untungnya kami mendapatkan mobil All New Ertiga GX MT. Dengan transmisi manual, sudah pasti lebih irit ketimbang tipe otomatis. Apalagi kondisi jalan tol menuju Cirebon kali itu cukup lengang. Kondisi ini mestinya memuluskan driver kami buat berakselerasi smooth dan mengurangi penggunaan rem. Awalnya, upaya tadi berjalan lancar sampai bilangan tol Cikampek. Lepas itu, kami mulai menemui berbagai handicap. Dimulai dari rangkaian truk yang berjalan lambat di jalur kiri. Kemudian jalanan yang terkesan datar, padahal menanjak.

Di sinilah kami berempat saling memantau keadaan di depan. Bukan sekadar mengurangi pengereman, dengan cara itu pengemudi dapat melakukan antisipasi lebih dini. Termasuk saat ada beberapa area, yang dipersempit jadi satu jalur. Dengan informasi tadi, pemegang kemudi lebih responsif dalam bertindak. Misalnya melakukan deselerasi, lalu engine brake sampai mobil itu berjalan pelan. Dua cara yang juga berperan dalam eco driving. Memanfaatkan momentum pijakan gas juga mesti diperhatikan. Salah-salah, niatnya mau berkendara irit malah jadi boros, karena terlalu dalam menginjak pedal.

Agak rumit dan sulit memang karena banyaknya aturan tadi. Ditambah lagi, pengemudi kami berprinsip untuk tidak menempuh kecepatan di atas 100 km/jam. Pergantian gigi dilakukan pada kisaran 2.000 rpm. Ya berpotensi menimbulkan kejenuhan, termasuk penumpang. Tapi, terabaikan karena kabin All New Ertiga yang nyaman. Didukung oleh ruang kaki dan kepala luas (baris kedua) dan AC double blower yang sudah menyala sejak awal tes. Guna membunuh rasa bosan, saya berinisiatif menyetel koleksi lagu dari smartphone. Menghubungkannya dengan perangkat hiburan Ertiga via koneksi bluetooth.

Kami menyempatkan diri singgah ke rest area, untuk sekadar rehat. Ya, sebuah kebiasaan umum yang dilakukan selama perjalanan. Walhasil, kami keluar tol Palimanan dan memasuki Kota Udang sekitar pukul 12.15 WIB. Destinasi akhir mengarah ke Keraton Kasepuhan Cirebon. Di sanalah ketujuh mobil diinspeksi, agar tahu berapa konsumsi BBM masing-masing. Sistem yang dilakukan, dengan cara full to full. Setelah diisi ulang, bensin yang masuk ke dalam tangki Ertiga kami, 5,5 liter. Bensin jenis Pertamax itu terpakai untuk total jarak tempuh 184 km. Artinya Ertiga manual ini meminum 1 liter bensin untuk 33,45 km.

Hasil yang juga cukup memuaskan diraih oleh peserta pengguna Ertiga matik. Torehan terbaiknya adalah 29,67 kpl dengan konsumsi BBM 6,2 liter. Boleh jadi, Anda bisa menghemat bahan bakar dengan cara menerapkan eco driving yang lebih baik. Tapi, tentu tidak berlaku jika Anda tengah bersaing dengan waktu. (Ano/Van)

Baca Juga: Siap-siap, Suzuki XL7 Siap Meluncur di Indonesia

Jelajahi Suzuki Ertiga

Model Mobil Suzuki

  • Suzuki Ertiga
    Suzuki Ertiga
  • Suzuki Jimny
    Suzuki Jimny
  • Suzuki XL7
    Suzuki XL7
  • Suzuki Ignis
    Suzuki Ignis
  • Suzuki Carry
    Suzuki Carry
  • Suzuki Baleno
    Suzuki Baleno
  • Suzuki APV Luxury
    Suzuki APV Luxury
  • Suzuki APV Arena
    Suzuki APV Arena
  • Suzuki Karimun Wagon R GS
    Suzuki Karimun Wagon R GS
  • Suzuki Karimun Wagon R
    Suzuki Karimun Wagon R
  • Suzuki SX4 S Cross
    Suzuki SX4 S Cross
Mobil Suzuki

Jangan lewatkan

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Suzuki Ertiga Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil Suzuki Ertiga

Bandingkan & Rekomendasi

Tren MPV

  • Yang Akan Datang