jakarta-selatan

4 Alasan Daihatsu Sigra Bukan Untuk Anda

  • Agt 29, 2017
  • 2854 Dilihat

Sigra, produk andalan Daihatsu selain Xenia. Sejak dijual pertama kali tahun lalu, penjualannya tergolong besar berbarengan dengan saudaranya, Toyota Calya. Hal ini tak lain, karena rancangan Daihatsu yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia pada sebuah mobil. Terutama mobil keluarga yang dapat menampung lebih dari 5-penumpang. Itu sebabnya, model minibus atau MPV selalu laris sejak dulu.


Tidak hanya muat banyak, fitur lengkap juga menjadi senjata Sigra untuk menarik minat konsumen. Terutama varian tertinggi Sigra R Deluxe, yang bahkan lebih komplet dibanding Xenia sekalipun. Selain itu, harga yang tak sampai Rp 150 juta, menghasilkan value for money cukup tinggi. Tapi sebelum Anda membelinya, penting diketahui kelebihan dan kekurangan Sigra. Apakah sudah sesuai kebutuhan, kemampuan dan keinginan Anda. Atau ternyata tidak sesuai apa yang Anda harapkan. Ada 4 hal dari Sigra yang bisa jadi tidak seperti harapan Anda.


pengendalian Sigra



Impresi Berkendara Tidak Istimewa


Sigra dirancang sebagai komuter keluarga yang mengedepankan kenyamanan, akomodasi dan efisiensi bahan bakar. Itulah sebabnya, mengendarai Sigra tidaklah mengasyikkan dan tergolong membosankan. Mulai dari posisi mengemudinya yang tinggi dan pengendalian yang kurang stabil. Mobil ini memang tidak diperuntukkan untuk kebut-kebutan. Suspensinya sangat empuk terutama di bagian belakang. Bila diisi penuh penumpang akan sangat amblas. Suspensi empuk pertanda limbung di tikungan maupun kecepatan tinggi. Kalau ingin LCGC yang lebih menyenangkan untuk dikendarai, ada Honda Brio. Tapi bodinya lebih kecil dan sempit, tidak bisa mengangkut orang dan barang banyak.



Performa Mesin Biasa Saja


Mesin baru 3NR-VE 4-silinder berkapasitas 1,2-liter memakai teknologi dual VVT-i. Terkesan impresif berkat sistem katup variabel yang sudah umum digunakan untuk mengoptimalkan tarikan mesin dan efisiensi bahan bakar. Dari hasil pengetesan yang pernah kami lakukan, mesin ini cenderung tidak istimewa bagi yang mengharapkan performa kencang. Bahkan mesin 3-silinder 1KR-VE di Ayla dan Agya terasa lebih agresif. Versi transmisi otomatis, paling terkena imbas karena gear ratio yang halus. Transmisi manual lebih baik dan bisa mengeskplor tenaga di putaran tinggi dengan lebih mudah. Konsekuensinya, konsumsi bahan bakar sesuai apa yang diharapkan. Saat kami menguji Sigra matik maupun manual, konsumsi BBM perkotaan berada di kisaran 13 km/liter.


Road test Sigra (12)-013



Kabin Tidak Terlalu Luas


Munculnya Wuling Confero yang jauh lebih lega ruang kabinnya, membuat Sigra maupun Calya tampak sempit sekali. Lebih menyesakkan bagi Sigra, Confero diplot di kelas lebih tinggi namun diberi harga tidak terlampau berbeda. Sehingga bisa menjadi ancaman serius bagi LCGC 7-seater. Kabin Sigra masih bisa menampung 7 orang sekaligus, tapi kurang manusiawi bagi penumpang baris ketiga untuk perjalanan panjang. Perlu ada penyesuaian dari baris kedua, agar ruang kaki baris ketiga lebih luas. Kalau tidak terlalu mengangkut sampai 7 penumpang tak jadi masalah. Baris ketiga bisa dilipat untuk menghasilkan ruang bagasi besar.



Tidak Ada ABS di Sigra Manual


Bagi Anda yang peduli terhadap keselamatan berlalu lintas tapi menggemari transmisi manual, Sigra bukan pilihan yang tepat. Karena, semua varian Sigra bertransmisi manual tidak dilengkapi Anti-lock Braking System (ABS). Padahal, fitur ini teramat penting untuk menghindari terjadinya tabrakan beruntun. Tanpa adanya ABS, roda akan mengunci saat melakukan pengereman keras. Fitur ini hanya ada di Sigra tipe X dan R matik saja.


Baca Juga: Pilihan Lain Seharga Daihatsu Sigra

Shares

Video Daihatsu Sigra

Lihat video terbaru Daihatsu Sigra untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi
Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer