jakarta-selatan

Duel Varian Sport, Suzuki Ertiga vs Mitsubishi Xpander

  • 25 Mar, 2019
  • 9901 Kali Dilihat

Tak dipungkiri, banyak pemilik mobil punya selera tampilan sporty. Terkadang desain mobil yang cenderung mewah, bisa dimodifikasi demi terlihat ala mobil sport. Alasannya bermacam-macam. Bisa jadi mendukung peningkatan yang sudah dilakukan pada performa mesin. Ataupun ingin mobilnya terlihat kencang walau mesinnya standar. Kembali lagi, semua soal selera.


Pabrikan mobil pun mengambil peluang ini dengan mengeluarkan varian sport. Biasanya bodi dibubuhi aero kit, memakai rear spoiler dan minus lapisan krom. Bahkan aliran semacam ini sudah merambah ke segmen paling laris di Indonesia, Low MPV. Paling baru, Suzuki Indonesia meluncurkan Ertiga Sport, yang sekaligus menjadi tipe tertinggi. Lawannya bisa menargetkan Honda Mobilio RS dan Mitsubishi Xpander Sport. Kali ini kami coba sandingkan dulu dengan Xpander Sport yang sedang naik daun. Kira-kira, siapa yang paling keren?


Desain dan Dimensi



Mau ditambah body kit seperti apapun, bahasa desain Xpander jelas lebih sporty ketimbang Ertiga. Unsur SUV yang terkandung sangat menguatkan itu. Semua garis dan lekukan tegas, membentuk proporsi pas dari segala sudut. Pelek 16-inci memberi kesan kokoh dan berisi. Fender mengotak menyembulkan otot, sangat mencirikan mobil segala medan. Ground clearance setinggi 205 mm melebihi Ertiga yang hanya 180 mm. Memberi keyakinan tinggi saat keluar dari aspal mulus. Ingin tampil makin sporty dengan body kit penuh, tersedia sebagai aksesori resmi.


Sebenarnya, pemilik Ertiga GL atau GX juga bisa mengubah tampilan menjadi Sport. Semua komponen lansiran Suzuki Sport dapat dibeli dan langsung dipasangkan. Tapi jatuhnya justru lebih mahal. Lagipula tidak bisa mengubah warna interior menjadi hitam. Ya, kesan sporty Ertiga Sport, begitu terasa di dalam berkat ubahan warna menjadi hitam. Di luar, semua paket aero kit ditempel. Sayang desainnya terlalu ramai untuk bagian lip depan dan belakang. Apalagi peleknya masih standar 15-inci dari Ertiga GX. Perlu mengganti ukuran lebih besar dan memendekkan suspensi. Baru posturnya lebih sedap dipandang.


Harga dan Fitur



Keduanya punya harga terpaut tipis. Makanya sangat cocok dibandingkan, selain sama-sama menyandang emblem sport. Xpander Sport bukan tipe tertinggi, ada Ultimate dengan harga lebih mahal sekitar Rp 8 juta. Sehingga ada pengurangan fitur dibanding Ultimate, seperti tidak dapat head unit monitor, cruise control dan beberapa detail lain. Tapi fitur keselamatannya tetap sama dengan Ultimate. Kontrol stabilitas dan Hill Start Assist (HSA) tersedia untuk mendukung keamanan berkendara. Keunggulan fitur Xpander Sport yang tidak ada di Ertiga Sport adalah telescopic steering. Mencari posisi mengemudi sempurna lebih mudah didapat.


Sementara Ertiga Sport membanggakan head unit monitor layar sentuh. AC digital dengan mode auto climate, juga menjadi keunggulan fitur yang tidak dimiliki Xpander Sport. Electronic Stability Program (ESP) yang lenyap di Ertiga GX ternyata benar ada di Sport. Bersamaan juga Hill Hold Control (HHC) yang hanya tersedia untuk Ertiga Sport bertransmisi otomatis. Fitur keselamatan standar lainnya untuk kedua mobil sama saja. Seperti dual SRS airbag dan ABS+EBD.


Performa dan Pengendaraan



Data spesifikasi mesin, transmisi dan suspensi Ertiga dan Xpander serupa. Mesin 4-silinder 1,5-liter dengan teknologi katup variable menghasilkan output seimbang. Hanya torsi Xpander yang unggul sedikit. Transmisinya ada pilihan manual 5-speed atau otomatis konvensional 4-speed. Kami sudah menguji keduanya cukup mendalam. Terus terang, respons mesin K15B milik Ertiga lebih kami sukai. Torsi 138 Nm besar terasa sejak putaran mesin rendah. Tidak seperti karakter mesin Xpander yang justru lemah di putaran bawah. Begitu menginjak putaran tinggi, Xpander malah masih kuat dan Ertiga cenderung datar. Konsumsi BBM Xpander kami dapatkan lebih irit. Menjelajah dalam kecepatan konstan cukup tinggi di jalan tol, mampu menorehkan 17 km/liter. Sedangkan Ertiga hanya 14 km/liter.


Kaki-kaki pun mengusung MacPherson Strut di depan dan Torsion Beam di belakang. Karakter berkendara kedua LMPV ini kami anggap yang terbaik di antara lainnya. Khususnya dalam hal kenyamanan. Xpander lebih baik dari Ertiga dengan bantingan suspensi empuk. Ertiga masih tetap nyaman seperti generasi pertama, tapi redamannya sedikit lebih kasar ketimbang Xpander. Lebar ban ukuran 205 milik Xpander turut menambah kestabilan di kecepatan tinggi. Rasanya lebih menjejak aspal.


Simpulan


Ertiga Sport dan Xpander Sport berharga mirip dan punya keunggulan fitur masing-masing. Jika hanya melihat dari tampang, Xpander Sport yang tanpa aksesori sporty saja masih lebih menarik. Desain dasar Ertiga yang banyak kemiripan dengan mobil lain sedikit merugikannya. Tapi di Ertiga Sport ini, Anda tidak perlu menyiapkan dana besar untuk modifikasi. Tinggal ganti pelek ukuran besar dan suspensinya dikandaskan, niscaya semakin mempersolek penampilannya. Kalau mencari pengendaraan yang nyaman, Xpander Sport sedikit lebih baik. Namun Ertiga Sport punya performa mesin yang sangat memadai. Jadi, pilih mana? (Odi/Van)


Baca Juga: Berapa Konsumsi Bahan Bakar Honda Brio Satya?

Komparasi Xpander vs Ertiga

Mitsubishi Xpander
Rp210,3 - Rp265,1 Juta
  • Tempat Duduk
  • Mesin
  • Tenaga
VS
Suzuki Ertiga
Rp196 - Rp251,5 Juta
  • Tempat Duduk
  • Mesin
  • Tenaga
Xpander vs Ertiga
kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Mobil Populer

  • Populer
  • Komparasi