• Wishlist

Road Test Mitsubishi Xpander Cross: Stabilitas Oke, Bukan Barang Picisan (Part-2)

Road Test Mitsubishi Xpander Cross: Stabilitas Oke, Bukan Barang Picisan (Part-2)

Bukanlah hal utopis mendamba mobil pelancong di bermacam lanskap jalanan. Korelasinya lagi dengan utilitas dan banderol yang ditawarkan. Belakangan kian banyak produsen menjajakan kendaraan bergenre MPV crossover. Atau sebut saja mobil keluarga tujuh penumpang yang di-SUV-kan. Salah satunya Mitsubishi Xpander Cross, punya banderol relatif tinggi dari deret lawan sekelas.


Label harga tertera, mulai Rp 270,7 juta sampai Rp 289,7 juta. Angka itu di atas rata-rata, bahkan kasta tertinggi sudah melampaui banderol medium SUV Cina bermesin turbo. Tapi jujur saja, segmentasi hanyalah cara asosiasi untuk memilah data penjualan. Dan zaman sekarang perpektif konsumen berubah. Bukan lagi mencari jenis model, melainkan dengan genggaman dana sekian, bisa mendapat opsi mobil apa saja.


mitsubishi xpander driving impression


Dan pilihan paling mahal itulah (Premium Package AT) yang diuji OTO.com. Maka disibak antara harga ditawarkan dengan poin-poin terkandung di dalamnya. Amsal sensasi berkendara lintas alam bersama Cross.


Penyatuan Berkendara


Nah, ini yang paling sering ditanya khalayak. Apakah rasa berkendara sama dari Xpander reguler? Dimulai dari posisi duduk dan atmosfir kabin dahulu. Sebetulnya mirip, cuman yang satu ini sedikit lebih oke, dengan sentuhan lebih premium di panel dan ornamen interior. Begitu memasuki mobil, kita tak perlu repot memasukkan anak kunci, sebab sudah keyless.


Tak perlu beradaptasi lama, informasi dan tombol-tombol navigasi begitu mudah dibaca pengemudi. Contohnya, Anda tinggal tekan start stop di bagian kanan. Kemudian melesat pelan-pelan sembari merasakan racikan suspensi baru garapan Mitsubishi. Dan betul, pakai tipe serupa dari reguler. Ia menggunakan MacPherson Strut di roda depan dan Torsion Beam di belakang. Namun damper, pegas, kemudian posisi caster angle diramu ulang guna mengurangi gejala limbung. Soalnya mobil kian tinggi lantaran jarak pijak tanah menjadi 225 mm.


Untuk pindah lajur kala mobil melesat 100 km/jam terasa mulus-mulus saja. Bahkan saat diajak menikung tajam. Suspensi belakang bekerja menjaga keseimbangan, mengikuti gerak setir dan roda depan. Tidak membuang seperti kibas ekor ikan. Paduan ini terasa harmonis, lebih nyaman dari Xpander biasa. Boleh dibilang peranti terpasang tak terasa picisan, selaras dengan banderol terpasang.


xpander cross


Kurang pas kalau hanya dites di jalan biasa. Selanjutnya Xpander Cross dibawa ke medan agak berlumpur dan semi off-road di Buperta Cibubur. Di sini yang jadi catatan ialah center of gravity tatkala harus menekuk setir ekstrem. Sebaiknya pahami betul sampai batas mana ia bisa diajak begitu. Sebab kakinya begitu jenjang dari rival sekelas, rata-rata 200 mm.


Yang dirasa saat bercengkerama di lahan semi off-road ialah bantingan suspensi agak keras. Ia lebih stiff dari Xpander biasa. Namun pengaturan kompresi dan rebound Xpander Cross masih dalam batas kekerasan yang wajar dan nyaman. Di medan ini, OTO.com mengajak rekan untuk merasakan itu. Ia pun mengamini, kalau guncangan dan redaman suspensi masih bisa ditolerir tubuh. Tak bikin sampai mual dan masih bisa berbincang santai. Penumpang depan tetap bisa bersolek muka atau berdandan (make-up), walau mobil bergerak 30 km/jam di jalan tak beraspal.


Respons Mesin


Perlu ditoreh dalam-dalam, Xpander Cross ialah jenis mobil keluarga. Mau seberapa kencang Anda melesat bersamanya? Itu kembali lagi ke paramater fungsi. Memang diakui, dari posisi diam kemudian berakselerasi cepat, ia kurang cekatan. Kala pedal ditekan dalam, gigi pertama terasa tertahan dan putaran mesin di angka 3.000 rpm. Barulah bila kecepatan di atas 40 km/jam aliran tenaga mulai mengalir deras. Maklum saja, rasio gigi pertama 2.875, kedua 1.568, ketiga 1.000 dan terakhir 0.698.


xpander cross engine


Saat melibas tanjakan, torsi 141 Nm sangat akomodatif menghadapi itu. Meski faktanya ia berpenggerak roda depan. Model transmis konvensional 4-speed memang lebih cocok dipadu mesin 1,5-liter MIVEC ini. Mungkin bila dipasang CVT, bakal jauh lebih lemot. Kemudian bila mobil melesat kontinu 100 km/jam, putaran mesin berada di 2.500 rpm. Jadi, gerak naik turun piston tak kerja keras.


Hasilnya konsumsi bahan bakar yang masuk akal. Di jalanan perkotaan lebih dari 100 km, layar MID memunculkan catatan bahan bakar 10,1 km/liter. Sementara untuk melancong ke luar kota via jalan tol bisa dicapai 14 km/liter. Salah satu yang bikin irit ialah sering memakai cruise control. Tinggal tekan tombol itu di kanan setir kemudian set ke bawah, atur kecepatan sesuai kebutuhan. Mobil melesat tanpa injak pedal gas. Jelas bermanfaat menekan konsumsi bahan bakar dan menjaga putaran mesin bekerja optimal.


Capaian angka BBM pastinya amat relatif. Bergantung dari cara membawa kendaraan, isi barang di kabin termasuk kondisi kemacetan jalan. Setidaknya hasil yang didapat bisa menjadi acuan Anda. Nah, sejatinya kenikmatan berkendara Xpander Cross tak hanya dari dua aspek: suspensi dan mesin. Tapi jua peranti-peranti lain pendukung kestabilan serta keasyikan berkendara.


xpander cross dynamic shield


Fitur Keselamatan dan Keamanan


Bagian akhir ini juga penting. Fitur keamanan tetap tersedia. Versi Cross mendapat SRS dual airbags, kontrol stabilitas, sensor parkir, kontrol traksi, serta hill start assist. Nah ini yang sangat membantu saat jalanan nanjak. Mobil tak menggelundung ke belakang. Kala tekan pedal rem, lalu kaki hendak pindah ke pedal gas, sistem rem menahan selama tiga detik. Berlanjut ke sektor penghela laju kendaraan. Xpander Cross mengandalkan cakram di depan dan drum di roda belakang. Sudah cukup untuk menurunkan kecepatan. Apalagi tersisip teknologi ABS, EBD plus Brake Assist.


Simpulan


Akumulasi pelbagai kelengkapan aspek dikandung Xpander Cross terbilang baik. Maka ia layak mendapat nilai 4 bintang dari OTO.com dan Carvaganza. Bicara fungsi, akomodasi konsumen bisa terpenuhi. Pun Mitsubishi tak pelit menyuguhi kompartemen beserta nilai ergonomi sebuah Small SUV. Dan mobil memang disiapkan demi menyasar konsumen Small MPV yang ingin naik kelas.


Jadi wajar saja bila pabrikan membanderol unit lebih tinggi dari Ultimate, diikuti kelengkapan fitur. Ujung-ujungnya harus dilihat dari kebutuhan Anda dan jumlah finansial untuk menebus barang anyar ini. Pilihan malah makin gampang dengan banyak varian. Kalau mau yang terjangkau ya ambil Xpander reguler seperti Sport atau Exceed. Syukur bila dana tersedia berlebih lalu pengin mobil untuk bertualang, ada versi Cross. Toh durabilitas mobil Tiga Berlian bukan produk inferior. Keputusan tetap ada di tangan Anda. (Alx/Odi)


Baca Juga: Road Test Mitsubishi Xpander Cross: Eskapisme Dua Dimensi (Part-1)

Jelajahi Mitsubishi Xpander Cross 2020

Bandingkan & Rekomendasi