Top 3 Berita Motor Minggu Ini: Ubahan CB150R Streetfire, Yamaha R7 dan Scrambler 1200 Baru

Top 3 Berita Motor Minggu Ini: Ubahan CB150R Streetfire, Yamaha R7 dan Scrambler 1200 Baru

Sepanjang pekan ini, kehadiran Honda CB150R Streetfire edisi terbaru masih menjadi perhatian pembaca OTO.com. CB150R Streetfire mendapat ubahan yang signifikan dari Honda. Setidaknya ada 11 komponen yang menjadikannya lebih menarik dibandingkan model sebelumnya. Dari luar negeri, Yamaha memutuskan untuk menghentikan produksi dan penjualan YZF-R6. Setelah hadir sejak 1999, selama 21 tahun, Yamaha akhirnya memutuskan untuk menghentikan produksinya. Kini penggantinya telah lahir di Eropa, bertajuk YZF-R7. Seperti apa detail perbedaannya?

Sedangkan dari Inggris, pabrikan moge Triumph Motorcycles melansir edisi anyar Scrambler 1200. Ada tipe XC dan CE. Nah, yang menarik ada juga versi terbatas Steve McQueen Limited Edition. Yap, jumlahnya hanya dibuat 1.000 unit saja untuk seluruh dunia. Apa beda dan istimewanya dibandingan edisi reguler? Ini ringkasannya.

Honda CB150R Streetfire

11 Komponen Ini Bikin Honda CB150R Streetfire Menarik

Astra Honda Motor (AHM) resmi meluncurkan All New Honda CB150R Streetfire. Model anyar ini mengalami perubahan cukup signifikan dibanding pendahulunya. Pabrikan melakukan penyegaran pada bagian eksterior dan peningkatan beberapa fitur. Selain bodi dibuat lebih besar, ada beberapa komponen baru yang membuat tampilannya kian menarik. Bahkan bila Anda memboyong varian tertinggi ada penambahan piranti keren.

Misalnya Cover Tangki dan Shroud. Ubahan paling signifikan terdapat pada bodinya. Khususnya di bagian tangki. Penampung bensin itu sekarang dilapisi cover. Jadi makin kekar dan besar. Tidak seperti generasi pertama dan kedua. Penggunaan pelindung dari plastik itu dapat memudahkan konsumen ketika mau memodifikasi motor. Jika rusak atau pecah, cukup beli satu bagian saja. Jelas menghemat biaya perbaikan, ketimbang tangki besi yang harus diperbaiki atau mengganti baru utuh. Kemudian meminimalkan risiko bocor karena benturan.

Setang tappered handle bar atau fat bar. Pemakaian setang model lebar tentu saja memberi kesan gagah. Dari segi kenyamanan saat dipakai juga bisa didapat. Posisi berkendara lebih rileks. Kemudahan handling untuk digunakan perjalanan jarak dekat maupun jauh jua bisa tercapai. Berkat penggunaan setang lebarnya juga membuat berbelok jadi sigap, sehingga lebih mudah dikontrol dan terasa lebih ringan. Meski disematkan cover tangki besar, radius beloknya cukup banyak. Model ergonominya pun benar-benar beda dari yang lama. Visibilitas juga jadi lebih baik.

Ada juga raiser dan karet damper. Penggunaan teknologi karet damper yang ada di CB150R Streetfire baru mirip dengan yang ada di PCX 160 ataupun ADV150. Sebetulnya ini sudah ada sejak Honda CB150R versi sebelumya. Tapi yang sekarang sedikit berbeda. Goyangan setang maju-mundur lebih terasa. Boleh jadi karena menggunakan raiser setang yang lebih panjang. Saat melakukan pengereman keras, ayunannya makin terasa kuat. Tangan dan badan seperti terdorong ke depan secara otomatis. Bagi yang belum terbiasa mungkin kurang nyaman. Tapi jangan khawatir, memang didesain seperti itu. Semua aman, karena pabrikan sudah melakukan serangkaian uji coba.

Masih banyak lagi hal baru. Sebut saja Gear Position dan Indikator Fuel Consumption, Suspensi Upside Down SFF-BP, dan tak ada lagi Kick Starter.  AHM juga sudah menyiapkan ragam aksesoris yang membuat tampilan motor ini kian macho. Nah, baca berita lengkapnya di sini.

Baca juga: Test Ride Honda All New CB150R Streetfire: Handling Asyik, Tampilan Moge Look

Yamaha YZF-R6 Vs YZF-R7

Yamaha YZF-R7 Gantikan YZF-R6

Bicara soal motor firing medium di bawah bendera Yamaha, maka YZF-R6, jadi salah satu yang pantas disebut. Karisma R6 sudah melekat di kalangan pecinta motor sport. Tubuhnya bongsor, serta pula dapat teriak melengking berkat mesin empat silinder. Tapi segala keberingasan itu sudah tinggal kenangan, produksinya telah disetop. Kini penggantinya telah lahir di Eropa, bertajuk YZF-R7. Seperti apa detail perbedaannya?

Format mesin di generasi R7, sama sekali berbeda dengan Yamaha R6 yang digantikannya. Bagi para penggila mesin empat piston harus mengelus dada. Tidak akan ada lagi lengkingan nyaring di putaran tinggi. Bisa jadi nafasnya pun makin pendek. Lantaran, yang diaplikasi adalah amunisi enjin CP2 milik naked bike Yamaha, MT-07.

Hampir seluruh komponennya bahkan persis. R7 memangku mesin dua silinder segaris tipe DOHC delapan katup berpendingin udara. Dengan kombinasi diameter dan langkah 80 mm x 68,6 mm, berubikasi bersih 689 cc. Hingga nilai kepadatan kompresi pun identik, 11,5:1. Maka dari itu perolehan outputnya ada dalam angka serupa, 72,3 Hp di 8.750 rpm dan torsi maksimal 67 Nm keluar pada 6.500 rpm.

Ketika kita bandingkan dengan milik R6, jelas ada penurunan dari cakup daya kuda. Perolehan output mesin legendaris ini sanggup menggapai angka 122 Hp di putaran 14.500 rpm. Tarikannya begitu panjang. Meski memang, torsinya lebih kecil. Tapi hanya sedikit, yakni 65,7 Nm pada 10.500 rpm. Sewajarnya, adopsi format empat piston 599 cc DOHC 16 katup pasti memiliki karakter sport tulen. Belum lagi kepadatan rasio kompresi sampai 13,1:1.

Perihal kepribadian yang berubah ini memungkinkan menuai pro kontra. Dari segi daya, orang-orang penyuka lari panjang boleh jadi kecewa. Soal bebunyian pun bisa jadi dianggap tak merdu. Sebab kita tahu – kalau mengacu ke MT-07 – output suara cenderung serak dan berisi. Bukan lembut dan nyaring. Namun bagaimanapun, hal ini mungkin menjadi jalan tengah bagi Yamaha, lantaran mesin lama itu tak lolos regulasi Euro 5. Lainnya apa? Baca selengkapnya di sini.

Triumph Scrambler 1200 Stev McQueen

Triumph Scrambler 1200 Steve McQueen Edition

Triumph Motorcycles kembali menggunakan nama aktor legendaris Amerika Serikat, Steve McQueen, untuk edisi terbatasnya. Kali ini, pabrikan asal Inggris itu merilis Scrambler 1200 Steve McQueen Edition. Model ini ditujukan untuk para kolektor. Dibuat secara terbatas, hanya 1.000 unit di seluruh dunia. Di negara asalnya, Inggris sana, motor ini dijual 13.600 pound sterling atau setara Rp 267 jutaan. Banderol itu lebih mahal 1.000 pound dibanding versi XE yang memiliki spesifikasi sama.

Model edisi khusus ini dibuat untuk memberikan penghormatan kepada Triumph TR6 yang ikonik. Kuda besi yang pernah dikendarai oleh Steven McQueen dalam film 'The Great Escape' pada 1963. Aktor itu juga berprofesi sebagai stuntman dan dijuluki 'King of Cool'. Ia mendapat perhatian para penggilanya karena keberaniannya di atas sepeda motor sepanjang karier filmnya.

Sebagai pembeda dari tipe XE, Scrambler 1200 Steve McQueen Edition hadir dengan memiliki nomor seri. Serta sertifikat kepemilikan yang ditandatangani oleh CEO Triumph, Nick Bloor dan Chad McQueen, putra Steve. Ia juga mendapat banyak aksesori khusus yang dipasang oleh pabrik bersama dengan skema warna baru.

Utamanya tangki bahan yang dicat ‘Green Competition’, berikan nuansa eksklusif. Dipadukan dengan garis-garis emas yang dilukis dengan tangan untuk membingkainya. Memiliki tutup pengisi bahan bakar Monza alumunium dan tali tangki baja tahan karat. Dilengkapi dengan engine guard berbahan pipa baja antikarat. Pelindung mesin itu diberikan lapisan yang dipoles dengan cairan khusus. Menawarkan perlindungan tambahan pada penutup kopling dan alternator.

Kemudian disematkan pelindung radiator bermaterial aluminium yang dipotong dengan laser, lebih presisi. Dilengkapi kursi berkulit coklat premium dengan ribbing yang dijahit dan branding Triumph. Spatbor depan dan belakang juga mendapat ‘Green Competition’. Terlepas dari skema warna baru, sepeda motor tetap sama seperti sebelumnya.

Selain merilis edisi Steve McQueen, Triumph juga mengenalkan Scrambler 1.200 tipe XC dan XE model 2022. Bagaimana spesifikasinya? Baca lengkapnya di sini. (Raju)

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Motor Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor