Suzuki Assemblers Malaysia Gulung Tikar, Setop Semua Aktivitas dan Bisnis

Suzuki Assemblers Malaysia Gulung Tikar, Setop Semua Aktivitas dan Bisnis

Suzuki Assemblers Malaysia Sdn Bhd hentikan semua kegiatan operasionalnya di Malaysia. Menurut surat resmi yang tersiar di media sosial, segala perniagaan dan transaksi bisnis dari roda dua Suzuki itu berhenti mulai 1 Juli 2020. Selain itu, kontrak dengan diler resminya berakhir di 31 Juli 2020.


Dalam surat edaran yang beredar jua dijelaskan kalau pihaknya resmi menyetop seluruh aktivitas produksi dan kegiatan bisnisnya. Poin pertama yang tertulis yaitu memutus semua kontrak dengan diler resmi pada 31 Juli 2020. Kemudian terkait jaminan bank kepada Suzuki Assemblers Malaysia, bakal dikembalikan kepada perusahaan sebelum 15 Agustus 2020.


Masa depan mengenai merek berlogo ‘S’ di bumi Malaya itu selanjutnya ditangani oleh Suzuki Malaysia Sdn Bhd (SMSB). Berarti SMSB menjadi perusahaan baru yang mengendalikan penjualan Suzuki di Malaysia. Namun sepertinya ia hanya menawarkan model-model yang sepenuhnya diimpor dari Jepang. Selain itu, besar kemungkinan pihaknya juga menjamin kelangsungan layanan purna jual.


Suzuki Assemblers Malaysia resign


Di lain sisi, mereka yang terikat dengan merek akan dihubungi oleh perwakilan perusahaan baru dalam waktu dekat. Mungkin untuk menyelesaikan semua masalah ini secara detail. Hal itu dilakukan agar merek Suzuki tetap ada dan dapat bertahan di Malaysia.


Baca juga: Sering Terlupakan, Simak Unsur Menarik Suzuki Address Beserta Skema Angsuran Terbarunya


"Kami ingin mengucapkan terima kasih atas dukungan Anda kepada Suzuki Assemblers Malaysia selama ini. Kami juga berharap Anda akan terus melanjutkan program layanan purna jual kepada para pelanggan," tulis surat yang ditandatangani Managing Director Suzuki Assemblers Malaysia, Kunihiko Uetsuki.


Selain surat edaran yang tersebar, belum ada lagi pengumuman resmi dari pihak terkait manapun tentang masalah ini. Namun banyak spekulasi yang beranggapan mundurnya Suzuki Assemblers Malaysia dari industri otomotif karena masalah penjualan yang kurang signifikan. Ditambah wabah Covid-19 dan peraturan dari pemerintah setempat mengenai MCO (Movement Control Order). Masalah itulah yang membuatnya sangat sulit bertahan di bisnis ini.


Banyak pihak menyayangkan keputusan yang diambil oleh Suzuki Assemblers Malaysia. Pasalnya mereka telah melahirkan produk sepeda motor berkualitas tinggi. Para penggiat otomotif di sana berharap perusahaan yang baru bisa membawa Suzuki kembali ke masa jayanya.


all-new Suzuki Katana


Meredupnya merek Suzuki di Malaysia memang bukan isu baru. Sebab pada 2016, Suzuki Assemblers Malaysia sudah menutup fasilitas perakitan di Prai, Pulau Penang. Tak lama berselang, di tahun yang sama kabar mengejutkan juga terjadi dengan Suzuki Malaysia Automobile (SMA). APM yang memegang peran menjual mobil Suzuki mengundurkan diri dari industri otomotif negeri Jiran.


Pabrik motor di Pulau Pinang itu beroperasi sejak 1971 dan telah menghasilkan banyak model populer seperti GP100, RC, Best, Panther, Gamma RG, RGV, RGX, dan FXR150. Kendati pabriknya sudah tidak lagi beroperasi, saat itu mereka masih menjalankan bisnisnya dengan menjual motor-motor besar yang unitnya diimpor dari Jepang. Tahun lalu saja pihaknya mendatangkan bigbike ikonik, Suzuki Katana untuk pasar Malaysia. (Bgx/Tom)


Kabar Suzuki Indonesia


Indonesia, nasibnya masih lebih baik. Di tengah pandemi seperti ini, motor asal Tanah Air malah akan dikirim ke Taiwan.  Usai mengapalkan Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150, kini, GSX150 Bandit juga bakal tersedia di sana dalam waktu dekat. 


Berita itu diungkap langsung oleh pihak Taiwan Bell selaku pemegang merek. Bahkan secara spesifik menetapkan tanggal pendistribusian ke tangan konsumen pada 23 Juli nanti. Ada empat opsi warna yang ditawarkan, meliputi: Merah, Hitam, Putih dan Abu-abu. Sayangnya belum ada keterangan resmi soal harga. Walau bisa dipastikan lebih murah ketimbang dua saudaranya.


Serupa dengan penetapan banderolnya di Indonesia. GSX150 Bandit dijual Rp 26,9 juta, terpaut Rp 500 ribu dari GSX-S150 dan Rp 3,7 juta dengan GSX-R150. 


Sumber: Bikes Republic, Motomalaya


Baca juga: Antara Suzuki GSX-S150 dan Yamaha Vixion R, Mana Lebih Layak Beli?

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store