• Wishlist

Sur-Ron LB-X E-Dirt Bike: Alternatif Motor Lintas Alam Niremisi Berdimensi Ringkas

Energi piston memang terbukti tangguh menaklukan medan berat. Tapi bukan berarti jantung elektrik tak bisa meniru. Sur-Ron, produsen Dirt Bike dari Cina, sanggup membuat produk seperkasa mesin bakar. Bahkan torsinya begitu melimpah, berpadu dimensi super ringkas. Salah satu serinya, LB-X, sudah mendarat di Tanah Air dan dijual Rp 94 juta.

Sur-Ron mulai populer di dunia. Desain, performa, serta kemampuannya di atas rata-rata. Terutama untuk dipakai di medan berat. Kalau mau modifikasi pun mudah. Komponennya bisa subtitusi dengan milik mountain bike di pasaran,” tukas Tjok Anom, Marketing and Communication Manager Melotronic, Distributor Resmi Sur-Ron di Indonesia saat kami hubungi.

Sur-Ron tampak belakang

Meski belum banyak yang pakai, ia mengatakan sudah ada komunitas Sur-Ron Indonesia, sebagai wadah berbagi informasi untuk para pengguna sosok unik ini. Namun memang, anggotanya masih sangat terbatas. Baru segelintir orang saja yang pakai.

Di atas kertas, spesifikasi Sur-Ron LB-X perlu diakui memukau. Sumber tenaganya baterai lithium 60V/32A 176 cells buatan Panasonic. Dipadu motor elektrik dengan peak power 6.000W. Alhasil tercatat tenaga dorong sebesar 35,4 Nm ke roda, alias sudah melebihi trail 250 cc sekalipun.

Jika motor konvensional masih memiliki tanggung jawab menarik bobot besar, yang satu ini enteng. Bayangkan saja. Berat bersih motor listrik ini hanya 47 kg. Bahkan Kawasaki KX80 yang nampak mungil, masih lebih berat dari ini.

Tak aneh, ia bisa melahap tanjakan 45 derajat dengan mudah. Rekaman video pada laman resmi mereka, menunjukkan betapa effortless untuk menaklukkan kontur tanah curam. Namun perlu dicatat, kapasitas angkut maksimal si mungil ini, terbatas sampai 100 kg.

Jarak tempuh kuda besi elektrik ini lumayan. Sekali isi penuh, ia mampu menjelajah sekitar 75-100 km, tergantung gaya berkendara. Lantas proses pengisiannya pun tergolong cepat, 2,5 sampai 3,5 jam. Begitupun kecepatan maksimalnya, terbatas pada level 75 kpj.

Ketimbang disebut motor, ia cenderung menyerupai mountain bike. Hanya saja kemampuannya ekstra. Bagian kaki-kaki semisal, memakai upside down dari DNM dengan pengaturan preload dan compression. Diameternya persis miliki MTB.

Begitu juga di belakang, mengenakan shock tunggal dari merek sama, juga bisa diatur dalam beberapa tingkatan. Saat melihat roda, “lebih sepeda” lagi. Terpasang pelek jari-jari 19 inci dengan balutan ban CST 70/100 berkontur kasar. Tampak begitu tipis.

Nah, barulah berbeda saat bicara struktur dan geometri. Tulang utamanya cukup lebar, karena harus memeluk motor listrik tadi. Palang besinya pun lebih kekar ketimbang sepeda. Begitu juga swing arm aluminium mirip kepunyaan trail.

“Unitnya tidak begitu banyak. Sekali kirim, dalam interval dua-tiga bulan, kami paling kebagian lima sampai sepuluh unit. Karena itu biasanya konsumen harus melakukan pre order. Dan kalau yang mau kredit, fasilitas pembiayaan terbatas di kartu kredit atau layanan di e-commerce. Belum kerjasama dengan leasing,” kata Tjok. (Hlm/Van)

Baca Juga: Risalah Skutik Tanah Air, dari Vespa Corsa sampai Yamaha NMax

    • Overview
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Others
    • Kebijakan Privasi
    • S&K
    • Dapatkan di Google Play
    • Tersedia di App Store