Skutik Harga Terjangkau, Honda Genio atau Yamaha Mio S?

Skutik Harga Terjangkau, Honda Genio atau Yamaha Mio S?

Skutik entry level masih menjadi primadona konsumen untuk motor harian. Praktis, irit, stylish, biasanya jadi poin utama yang dituntut mereka. Yang lebih penting lagi, harga jualnya ekonomis. Kali ini, kami menyajikan ulasan lengkap antardua skutik entry level dengan harga mirip, Honda Genio dan Yamaha Mio S. Siapa yang lebih unggul?

Performa

Yamaha Mio S 2018

Urusan performa, wajar Genio kalah. Mio S dibekali mesin lebih besar, berkubikasi 125cc SOHC. Total tenaga yang bisa diproduksi sebesar 9.3 HP/8.000rpm dan torsi puncak 9.6Nm/5.500rpm. Namun sebetulnya, selisihnya tak begitu besar. Jantung pacu 110cc milik Genio masih sanggup melontarkan tenaga 8.84 HP/7.500rpm dan torsi 9.3 Nm/5.500rpm. Perbedaan itu mestinya tak terasa signifikan.

Kedua motor sudah dibekali indikator ECO. Alhasil, Anda bisa memantau langsung, seperti apa gaya berkendara selama di jalan. Tingkat konsumsi BBM pun terjaga. Menurut catatan pengujian OTO.com sebelumnya, Mio S menoreh angka 42kpl. Dengan gaya mengendara yang relevan di keseharian, alias tidak terpaku pada indikator ECO. Sementara Genio, belum pernah diuji langsung. Tapi Honda mengklaim, setiap liter bensin bisa membuat motor berjalan sejauh 59,1km. Dengan catatan, fitur ISS terus menyala.

Desain

Desain memang soal selera. Tapi kami rasa Anda setuju tampilan Mio S sudah terlalu pasaran. Bentuknya masih begitu-begitu saja, mencerminkan skutik dengan harga pas-pasan. Rasanya tak perlu marah jika orang menyangka motor ini seangkatan dengan Vario jadul. Coba lihat Genio. Ia tampil sangat atraktif. Warisan desain Scoopy yang nyentrik dipahat lebih kotak dan sporty. Sekaligus ada imbuhan yang membuatnya tampak futuristik.

Pilihan kelirnya juga menarik. Varian CBS-ISS disajikan dengan warna Trendy Black, Trendy Black Red, Trendy White, Trendy White Blue, Trendy White Red dan Fabulous Matte Black. Sementara versi termurah, tersedia dalam kelir Smart Black, Smart Black Red, Smart Red, Smart Sliver dan terakhir Smart White Blue. Ya, total ada sebelas opsi. Plus plastik-plastik dan joknya ada pilihan warna coklat. Semakin cantik kan? Agak jomplang dengan Mio S yang hanya punya lima warna. Magnificient Cyan (Biru Muda- Hitam), Mysterious Red (Merah-Hitam), Mighty Black, Marvelous Blue (Biru Tua- Putih) dan Mesmerize Pink (Pink-Hitam). Jok dan ornamen plastik juga hanya disediakan warna hitam.

Rangka dan Pengendalian

Honda menyisipkan rangka terbaru berteknologi eSAF (enhanced Smart Architecture Frame), di dalam Genio. Bentangan besi pipih ini, menggantikan tulang pipa yang biasanya menjadi konstruksi utama skutik. Mereka mengklaim hasilnya lebih baik dalam pengendalian sekaligus ringan. Perlu diakui, memang karakter motor saat kami uji begitu enteng. Pun tangkas saat bermanuver di jalur zig-zag nan sempit. Bicara kenyamanan, rasanya tak berbeda jauh dengan saudaranya di kelas yang sama. Karena fork teleskopik dan suspensi tunggal di belakang, memiliki spesifikasi yang kurang lebih sama.

Secara dimensi, total panjangnya 1.860mm, lebar 629mm, dan tinggi 1.061mm. Jarak sumbu rodanya 1.256mm, yang artinya cukup ringkas. Dari situlah karakter tangkas didapat, ditambah bobotnya hanya 89kg(CBS) dan 90kg(CBS-ISS). Jarak jok ke tanah juga di angka yang sangat bisa ditolerir, 740mm. Postur tubuh apapun pasti mudah memijak tanah dengan baik.

Lantas Mio S, masih mengandalkan konstruksi pipa besi model underbone. Dikawinkan dengan garpu teleskopik di depan dan suspensi tunggal di belakang. Mirip-mirip Genio. Tapi total dimensinya lebih besar ketimbang Honda. Panjang Mio berada di angka 1.870mm, lebarnya 685mm, tinggi 1.060mm. Begitupun jarak sumbu roda sepanjang 1.260mm dan jarak jok ke aspal sedikit lebih tinggi, 750mm. Bobotnya sedikit lebih berat, 94kg. Maka itu, terjawab sudah, pasti lebih kompak dan praktis Genio untuk dibawa harian.

Fitur

Genio berbekal panel meter full digital. Desainnya keren, dibalut ring besi yang difinishing minimalis. Sayangnya, dimensi layar dan isinya ikut minimalis. Walaupun tersedia lingkaran besar, indikator digital hanyalah berupa persegi panjang berukuran kecil. Display warnanya juga monokrom, dengan sajian informasi terbatas. Speedometer, fuel gauge dan odometer saja. Sensor ECO, ISS dan beberapa hal fundamental ditempatkan pada bagian luar layar persegi. Yamaha tampil lebih konvensional lagi. Seluruh informasinya masih disajikan dalam panel meter analog. infromasinya juga terbatas, hanya berisikan penunjuk kecepatan, fuel meter, odometer dan sensor ECO beserta sensor fundamental lain.

Yang membuat Mio unggul, Yamaha memberikan fitur answer back system. Ya, remote kecil ini cukup sederhana namun sangat berguna. Saat memarkir di tengah-tengah lautan motor, Anda bisa mencarinya dengan mudah. Selain itu, ada juga lampu hazard untuk memberi tahu pengendara di belakang jika hal darurat terjadi. Berbeda lagi dengan perspektif Honda. Fitur canggih yang ditanamkan pada Genio adalah mode Idling Start/Stop System untuk menghemat bahan bakar, soket 12V di dalam bagasi dan sistem ACG (Alternating Current Generator). Sila pilih saja, mana yang cocok untuk Anda?

Mengenai ruang simpan, dua-duanya cukup menunjang. Dua laci di depan ada di kedua motor. Namun tentu saja, sebelah kiri yang cukup dalam dan muat untuk menyimpan botol minum. Sementara sebelah kanan, agak kecil dan terhalang kunci kontak. Bagasi keduanya juga tergolong luas. Cukup untuk membawa barang sehari-hari semacam jaket, jas hujan, tas atau sepatu. Namun dipastikan, helm tak bisa masuk ke sana.

Beranjak ke sektor pencahayaan, tak perlu khawatir. Baik Mio S maupun Genio sudah pakai lampu utama LED. Tapi, mereka berdua sepakat tidak mengadopsikannya di belakang. Begitupun pada lampu seinnya.

Kesimpulan

Untuk digunakan harian, Genio rasanya lebih relevan atas segala yang dimiliki. Mulai dari bobot, ketangkasan, dimensi dan fiturnya. Belum lagi desainnya lebih atraktif ketimbang Mio S. Walau begitu, harganya terbilang mahal. Banderolnya mulai dari Rp17,2-17,7 juta OTR Jakarta. Bandingkan saja dengan Mio S, yang notabene berada di kelas lebih tinggi, hanya dibanderol Rp 16,36 juta OTR Jakarta. Jika dilihat dari paradigma harga, pastilah skutik Yamaha satu ini bisa sombong. Plus performa mesinnya memang lebih baik dan fitur cukup menunjang. Jadi, sila sesuaikan dengan prioritas masing-masing. (Hlm/Van)

Baca Juga: Bangkitkan Nasionalisme, Komunitas NMax Ini Gelar Upacara Bendera

Jelajahi Yamaha Mio S

Model Motor Yamaha

  • Yamaha Nmax
    Yamaha Nmax
  • Yamaha Aerox 155VVA
    Yamaha Aerox 155VVA
  • Yamaha R15
    Yamaha R15
  • Yamaha XSR 155
    Yamaha XSR 155
  • Yamaha MX King
    Yamaha MX King
  • Yamaha Lexi
    Yamaha Lexi
  • Yamaha WR155 R
    Yamaha WR155 R
  • Yamaha R6
    Yamaha R6
  • Yamaha Vixion
    Yamaha Vixion
  • Yamaha Mio M3 125
    Yamaha Mio M3 125
  • Yamaha XMax
    Yamaha XMax
  • Yamaha Fino 125
    Yamaha Fino 125
  • Yamaha Gear 125
    Yamaha Gear 125
  • Yamaha TMAX DX
    Yamaha TMAX DX
  • Yamaha Jupiter MX
    Yamaha Jupiter MX
  • Yamaha R25
    Yamaha R25
  • Yamaha R1M
    Yamaha R1M
  • Yamaha FreeGo
    Yamaha FreeGo
  • Yamaha Nmax Connected
    Yamaha Nmax Connected
  • Yamaha Soul GT AKS
    Yamaha Soul GT AKS
  • Yamaha Xabre
    Yamaha Xabre
  • Yamaha MIO Z
    Yamaha MIO Z
  • Yamaha XRide 125
    Yamaha XRide 125
  • Yamaha Aerox Connected
    Yamaha Aerox Connected
  • Yamaha Vixion R
    Yamaha Vixion R
  • Yamaha Jupiter Z1
    Yamaha Jupiter Z1
  • Yamaha Vega Force
    Yamaha Vega Force
  • Yamaha Byson FI
    Yamaha Byson FI
  • Yamaha MT-25
    Yamaha MT-25
  • Yamaha WR250 R
    Yamaha WR250 R
  • Yamaha R1
    Yamaha R1
  • Yamaha Mio S
    Yamaha Mio S
  • Yamaha MT07
    Yamaha MT07
  • Yamaha MT-09 2020
    Yamaha MT-09 2020
  • Yamaha MT-15
    Yamaha MT-15
Motor Yamaha

Jangan lewatkan

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Motor Yamaha Mio S Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor Yamaha Mio S

Bandingkan & Rekomendasi

Tren Scooter

  • Yang Akan Datang