jakarta-selatan
kali dibagikan

Royal Enfield Himalayan 02View, Buah Karya Arsitek

  • 09 Okt, 2019
  • 1193 Kali Dilihat

Hasil karya tangan seorang arsitek dipajang pada gelaran Kustomfest 2019. Tentunya bukan bangunan yang ia sajikan, melainkan sebuah Royal Enfield Himalayan. Inilah 02View (Second View), tajuk modifikasi yang digagasnya.


Royal Enfield Himalayan


“Inspirasi desainnya tracker era 70an, tapi dengan komponen modern yang menunjang,” kata Julian Palapa, sang arsitek. Ia menginginkan motor tualang yang sanggup menerjang padatnya kota metropolitan. Namun, dilengkapi dengan part modern yang menunjang mobilitas harian.


Bersamaan dengan tiga anggota timnya, ia merancang desain Royal Enfield Himalayan 02View. Tiga variabel utama jadi pondasi dalam rancang bangunnya: struktur, utilitas dan terakhir estetika. Ketiga hal ini merupakan nilai yang terkandung dalam dunia desain arsitektur. “Tiga variabel ini yang terdasar dalam merancang sebuah bangunan. Saya coba untuk membawa nilai tadi ke dalam Royal Enfield Himalayan,” tambahnya.


Dalam proses modifikasi, Distributor Motor Indonesia yang berkolaborasi dengannya memberi waktu tujuh bulan untuk merealisasikan sketsa final sampai jadi. Menurut pengakuannya, proses pengerjaan tidak bisa dibilang mudah. Misalnya, fork depan lansiran Showa tidak bisa langsung masuk. Triple tree harus dibuat ulang agar cocok dengan peredam kejut itu.


Pelek belakang juga dibuat khusus dengan bahan dasar aluminium. Uniknya, terdapat penutup atau biasa disebut dop pada kedua sisi dengan bahan galvalum. Material yang biasa digunakan sebagai kanopi rumah ini, dinilai kuat menahan karat di berbagai kondisi cuaca.


Dimensinya mengalami penyusutan cukup besar. Hal ini dilakukan supaya berbagai postur pengendara bisa menikmati tanpa harus kesulitan. Jarak jok ke tanah yang tadinya 800mm, diturunkan ke angka 760mm. Lantas panjang motor juga diringkas menjadi 2110mm supaya tetap lincah di perkotaan.



Melirik keseluruhan desain bodi, kami rasa sangat futuristis. Di depan terdapat cover headlight kotak bak kacamata kuda. Bagian tangki ditekuk tegas membentuk otot. Semburat silang warna (Silver-kuning-hitam) di wadah bensin ini kontras, namun proporsinya enak dilihat. Ditambah lekukan jok tipis khas tracker, dengan LED bar tepat di kolongnya.


Rancang bangun kaki-kaki Himalayan dirombak habis jika melirik data spesifikasi. Selain fork Showa SFF depan, bagian belakang pun ditukar dengan monoshock Ohlins. Balutan ban pacul Shinko juga semakin memperlihatkan maskulinitas si motor. Roda depan berukuran 120/90 18 inci, sementara belakang 150/70 dengan diameter yang sama. Wajar saja ia terlihat gambot.


Sektor penahan laju, tak luput dari mata Julian. Dua piringan besar dipasang berikut kaliper Nissin Radial dengan masing-masing empat piston. Belum selesai di situ, bagian belakang dipasang kaliper Brembo dua piston. Tak perlu ragu lagi menjinakkan laju Himalayan.


“Kehadiran 02View bukan untuk berkompetisi. Bukan untuk menunjukkan siapa lebih unggul. Saya hanya menyajikan sisi pandang baru, yang personal dari profesi seorang arsitek, dalam memodifikasi motor,” tutup Julian. (Hlm/Van)


Baca Juga: Lima Rider Lintasi Lima Negara Gunakan Yamaha FreeGo dan Aerox 155

Galeri

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Royal Enfield Himalayan

Lihat video terbaru Royal Enfield Himalayan untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Royal Enfield Pilihan

  • Populer
  • Komparasi