jakarta-selatan
Bahasa en | id

Royal Enfield Interceptor 650

Ubah Motor
Perkiraan Tanggal Peluncuran: Okt, 2019

Dari Para Ahli

Kelebihan Interceptor 650
  • Posisi berkendara nyaman
  • Model sangat klasik
  • Mesin bertenaga
  • Pakai rem ABS
Kekurangan Interceptor 650
  • Jaringan diler masih sedikit
  • Suspensi belum upside-down
  • Panel instrumen analog

Daftar Harga Interceptor 650

Varian   Spesifikasi  
Standard    648 cc, 47 bhp, Electric, Yang Akan Datang
Tanggal Peluncuran: 16 Okt, 2019

Warna Royal Enfield Interceptor 650

Interceptor 650 tersedia dalam 4 warna yang berbeda - Chrome, Orange Crush, Ravishing Red and Silver Spectre

  • Chrome

  • Orange Crush

  • Ravishing Red

  • Silver Spectre

Gambar Royal Enfield Interceptor 650

Review Interceptor 650

  • Overview
  • Fitur
  • Desain
  • Mesin & Konsumsi BBM

Overview

Royal Enfield Interceptor 650 siap dirilis tahun ini buat pasar Indonesia. PT Distributor Motor Indonesia (DMI) beritikad menggebrak pasar motor klasik. Pasalnya, selama tiga tahun belakangan, model Royal Enfield yang ditawarkan ke konsumen masih menggunakan satu silinder.

Sebutlah Royal Enfield Classic 500, Classic 350, Bullet 500, Bullet 350 dan Himalayan yang menggendong jantung pacu 400cc. Sementara di pasar global, Royal Enfield memiliki dua model baru bermesin 650 cc dua silinder. Ialah Interceptor 650 dan Continental GT 650. Dua bersaudara ini pernah dipamerkan di ajang EICMA, Milan, Italia pada 2017. Barulah perusahaan mulai memproduksinya pada 2018.

Unit gres ini dijual di India dan Amerika Serikat pada September 2018. Banderolnya mulai dari US$ 5,799 atau setara Rp 84 juta. Jika masuk Indonesia, diprediksi harganya lebih dari itu. Sebab motor tergolong barang mewah yang terkena pajak PPnBM 125%. Kelak, Interceptor bakal menyasar pasar seperti Asia Tenggara, Amerika Latin, Eropa dan Australia. Namun jika Anda berminat, DMI mulai membuka inden.

Di Indonesia, Royal Enfield saat ini memiliki diler di Pejaten Jakarta dan Sunset Road Bali. Dipamerkan pula di Pondok Indah Mall 2, Jakarta. Sedangkan Authorized Service Centre (ASC) atau Pusat Layanan Resmi berada di BSD City, Tangerang. Dalam waktu dekat, mereka siap membuka jaringan di Bogor dan Bandung untuk mendekatkan diri dengan target pasar.

Fitur

Semuanya serbaklasik. Motor memakai bingkai cradle tubular twin-downtube. Garpu depan masih teleskopik standar dengan pelindung. Dua suspensi belakang dipasang untuk meredam guncangan. Lalu instrumen Interceptor masih analog dengan dua dial konvensional. Cuma fitur ini yang modern. Sistem rem ABS terpasang, pada cakram depan 320mm dan belakang 240mm. Sehingga Anda lebih aman saat berkendara di jalan yang licin.

Desain

Motor ini dirancang di pusat pengembangan Royal Enfield di Leicestershire, Inggris. Baik Interceptor maupun Continental GT, dasarnya sama. Mereka berbagi mesin, rangka, suspensi, roda, rem, knalpot dan peredam yang sama. Interceptor merupakan sebuah roadster bergaya konvensional, dengan tempat duduk yang bisa dipakai berboncengan.

Tangkinya memuat 13,7 liter bensin, dengan lencana klasik khas Royal Enfield. Lalu tutup bahan bakarnya bergaya Monza. Stang agak menjulang. Didesain, untuk memungkinkan posisi berkendara yang nyaman saat jarak jauh.

Pada bagian mesin hampir semuanya dilapis krom, sebagai aksentuasi kemewahan. Namun tetap, karakter klasik mencuat lewat dua knalpot di sisi kiri dan kanan. Pelek jeruji dan sepasang spion yang mengilap, pun menambah daya pikat. Sayang, lampu depan masih pakai halogen dan speedometer juga analog.

Mesin & Konsumsi BBM

Pada Interceptor 650 tertanam jantung pacu 648 cc, SOHC paralel twin-cooled berpendingin udara. Penyemprotan bahan bakar dilakukan melalui sistem injeksi dari Bosch. Mesin ini memiliki rasio kompresi 9,5: 1, yang diklaim rendah emisi. Bahkan konon sanggup mentoleransi bahan bakar yang buruk.

Ia tak dibekali radiator atau pendingin cairan. Sebab kepala silinder menerima pendinginan oli yang substansial. Panas mesin itu dianggap cukup diresam oli mesin sebanyak tiga liter. Nah, twin silinder ini memompa daya 47 Hp pada 7.250 rpm. Lalu dorongan torsinya sebesar 52 Nm pada 5.200 rpm. Melihat angka ini, cukup untuk menunjang sensibilitas berkendara ala klasik.

Apalagi crankshaftnya memiliki posisi 270 derajat. Lalu poros keseimbangan digerakkan oleh gigi di depan crank. Insinyur Royal Enfield mendesain mesin sedemikian rupa. Dengan posisi piston seperti ini, suaranya lebih membulat dan dikatakan minim getaran saat diajak tancap gas. Pabrikan mengatakan, sebanyak 80% dari torsi puncak tersedia pada putaran mesin rendah 2.500 rpm. Ketika mesin digeber pada putaran lebih tinggi dari 3.000 rpm ke 6.000 rpm, mesin tidak bergetaran tinggi dan torsi tetap terasa.

Dealer Royal Enfield Terdekat

Dealer Royal Enfield di Kota Populer

Berita Royal Enfield Interceptor 650

Spesifikasi Lengkap Royal Enfield TXX Interceptor Karya Thrive Motorcycle
Spesifikasi Lengkap Royal Enfield TXX Interceptor Karya Thrive Motorcycle

Ajang Kustomfest 2018 dimanfaatkan Royal Enfield (RE) untuk mendekatkan diri ke konsumen. Salah satunya, bekerja sama dengan builder Tanah Air...

Motor Royal Enfield Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
Dapatkan penawaran pertukaran terbaik di mobil Anda
Tolong beri tahu kami tentang mobil Anda di bawah ini dan kami akan menghubungkan Anda dengan mitra dealer kami.
Hanya 1 langkah dari penawaran terbaik. Harap masukkan detail kontak Anda
+62 -
Hampir Selesai

Masukan 4 Kode PIN yang dikirimkan ke HP Anda

Tidak menerima PIN? Kirim Ulang PIN
Terima kasih