Royal Enfield Flying Flea S6: Scrambler Listrik dengan DNA Perang Dunia II
Menghidupkan Kembali Semangat Kepraktisan Motor Legendaris Era Perang, dan Dijadwalkan Meluncur Akhir 2026
Royal Enfield terus memperluas langkahnya di dunia elektrifikasi roda dua. Melalui sub-brand mobilitas listrik terbarunya, Flying Flea, pabrikan asal Inggris-India ini resmi memperkenalkan model kedua mereka, Flying Flea S6 (FF.S6). Mengusung konsep scrambler listrik, motor ini diposisikan sebagai solusi mobilitas perkotaan masa depan yang menggabungkan desain berkarakter, bobot ringan, serta teknologi digital mutakhir.
KEY TAKEAWAYS
Apa teknologi digital canggih yang digunakan?
Sistem operasi mandiri berbasis prosesor Qualcomm Snapdragon dan fitur Voice AssistKapan Flying Flea S6 dijadwalkan meluncur?
Dijadwalkan menyusul pada akhir 2026Flying Flea S6 dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna urban modern. Tidak hanya nyaman digunakan di jalanan kota, motor listrik ini juga disiapkan untuk menghadapi jalur off-road ringan. Pendekatan tersebut menjadikan FF.S6 berada di segmen Premium Urban Scrambler, sebuah ceruk pasar yang saat ini belum banyak diisi oleh motor listrik.
Nama Flying Flea bukanlah sekadar strategi branding. Royal Enfield memiliki sejarah panjang dengan nama tersebut sejak era Perang Dunia II. Pada masa itu, Flying Flea dikenal sebagai motor ringan yang dapat diterjunkan menggunakan parasut dari pesawat ke area pertempuran. Konsep bobot ringan serta kepraktisan menjadi DNA utama model legendaris tersebut.

Kini, semangat historis itu dihidupkan kembali dalam wujud motor listrik modern. Setelah sebelumnya memperkenalkan Flying Flea C6 di ajang EICMA tahun lalu, Royal Enfield menghadirkan S6 sebagai interpretasi scrambler listrik yang lebih tangguh dan fleksibel untuk penggunaan harian.
Flying Flea S6 tampil dengan ciri khas scrambler yang kuat. Perangkat kaki menggunakan velg jari-jari berbahan aluminium berukuran 19 inci di depan serta 18 inci di belakang. Konfigurasi tersebut memberikan stabilitas lebih baik saat melintasi jalanan tidak rata maupun permukaan tanah.
Sektor suspensi mengandalkan inverted fork atau garpu depan terbalik, membantu meningkatkan kontrol dan kenyamanan berkendara. Sistem penggerak masih menggunakan chain drive, dipadukan dengan jok bergaya enduro yang mendukung posisi duduk lebih fleksibel. Untuk menekan bobot keseluruhan, Royal Enfield memanfaatkan pelindung baterai berbahan magnesium dengan sistem pendingin udara.

Meski mengusung gaya klasik, Flying Flea S6 dibekali teknologi cerdas kelas atas. Motor listrik ini menggunakan sistem operasi mandiri berbasis prosesor Qualcomm Snapdragon. Konektivitas 4G, Bluetooth, serta Wi-Fi sudah terintegrasi secara penuh.
Panel instrumen mengandalkan layar sentuh TFT berbentuk bulat berukuran 3,5 inci. Tampilan tersebut menyajikan informasi kendaraan hingga navigasi terintegrasi. Dari sisi keselamatan, FF.S6 telah dilengkapi Traction Control, Lean-Sensitive ABS, serta mode berkendara khusus off-road.
Fitur Voice Assist memungkinkan pengendara mengontrol navigasi atau musik melalui perintah suara saat terhubung dengan smartphone. Selain itu, pemilik dapat memantau status kendaraan dari jarak jauh menggunakan aplikasi di smartphone atau smartwatch, termasuk informasi pengisian daya, diagnosa sistem, hingga pembaruan perangkat lunak Over-the-Air (OTA).

Di segmen gaya hidup, Flying Flea S6 berhadapan langsung dengan BMW CE 02. Namun, konfigurasi roda besar dan velg jari-jari membuat S6 lebih siap menghadapi jalan rusak atau jalur tanah ringan dibandingkan CE 02 yang fokus pada aspal mulus.
Sementara itu, jika dibandingkan dengan Zero FXE sebagai rival performa, FF.S6 menawarkan keunggulan dari sisi kenyamanan dan integrasi teknologi. Fitur seperti Voice Assist serta konektivitas smartwatch belum menjadi standar di lini Zero yang lebih menitikberatkan aspek mekanis dan efisiensi baterai.
Flying Flea S6 dikembangkan oleh lebih dari 200 insinyur di pusat teknologi Flying Flea yang berlokasi di Inggris serta India. Proses produksi dilakukan di fasilitas khusus Royal Enfield di Vallam Vadagal, India.

Hingga kini, Royal Enfield belum mengungkap detail teknis mendalam seperti kapasitas baterai, tenaga motor, jarak tempuh, maupun bobot total. Untuk jadwal rilis, Flying Flea C6 dipastikan meluncur pada awal 2026, sedangkan Flying Flea S6 dijadwalkan menyusul pada akhir 2026.
Flying Flea S6 hadir sebagai motor listrik dengan karakter petualang yang kuat, didukung teknologi cerdas serta desain berjiwa klasik. Jika bobotnya mampu ditekan di bawah 130 kg berkat penggunaan material magnesium, FF.S6 berpotensi menjadi salah satu scrambler listrik paling menarik di kelasnya. Untuk jarak tempuh, ekspektasi pasar berada di kisaran 100–120 km per pengisian daya, sesuai target penggunaan sebagai komuter urban premium.
Dengan kombinasi warisan sejarah, desain fungsional, serta teknologi modern, Flying Flea S6 layak dinantikan sebagai pemain baru di segmen motor listrik bergaya scrambler. (BGX/ODI)
Baca Juga:
Royal Enfield Goan Classic 350 Debut di Indonesia
Royal Enfield Hadirkan Motor Kustom Spektakuler di Custom War 2025
Model Motor Royal Enfield
GIIAS 2025
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Motor Unggulan Royal Enfield
- Terbaru
- Populer
Video Motor Royal Enfield Terbaru di Oto
Artikel Motor Royal Enfield dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review