Road Test : Kawasaki Versys-X250, Jelajah Wisata Karawang (Part 1)

Gambar
Review Pengguna

Dahulu nama wilayah ini dikenal sebagai salah satu bagian puisi Chairil Anwar, Karawang-Bekasi. Satir yang mengibarkan perjuangan kemerdekaan. Sisa-sisa sejarah itulah yang kami telusuri sambil menjajal Kawasaki Versys-X250 Tourer.

Sengaja kuda besi itu kami pilih, lantaran jenisnya memang cocok untuk diajak berkendara jauh. Kedua box sampingnya, kami isi penuh berbagai perlengkapan. Tas berisi kamera dan laptop diletakkan di box sebelah kiri, lalu yang kanan diisi jas hujan, sandal, pakaian ganti dan ransum. Jadi pengendara tidak perlu lagi menggendong tas punggung selama menungganginya.

Kawasaki Versys-X250 003

Impresi saat mengendarainya, cukup mudah. Kopling begitu ringan akibat fitur assist & slipper clutch. Kemudian, meski bobotnya mencapai 184 kg, namun ketika diajak berkendara rasanya sangat ringan. Hal ini didukung posisi duduk tegak, penggunaan stang tinggi dan posisi pijakan kaki agak ke depan.

Sepanjang perjalanan dari Jakarta ke Karawang, kami merasa begitu rileks menungganginya. Apalagi saat kondisi jalanan kosong, kombinasi mesin dua silinder 249 cc dan transmisi 6-percepataan mampu menghasilkan akselerasi yang santun. Bila butuh akselerasi cepat untuk menyalip kendaraan lain, cukup putar pedal gasnya dalam-dalam.

Bila bertemu kemacetan, tidak perlu khawatir soal bermanuver dalam kecepatan rendah. Mesinnya mampu memberikan torsi cukup baik ditambah koplingnya yang ringan, berhasil membuat pengendalian sangat menyenangkan. Kekurangan justru terasa melalui dimensi tubuhnya yang besar. Adanya box samping, ternyata menjadi masalah tersendiri, terutama saat kami ingin meliuk-liuk di padatnya kendaraan. Oke, jika demikian adanya, opsi side box bukanlah kewajiban jika menjadikan Versys tunggangan berkomuter di tengah kota.

Joknya yang tinggi juga membuat kaki penunggang bertinggi badan 170 cm, agak sulit menapak sempurna ke aspal. Jadi perlu ekstra hati-hati saat menungganginya di kemacetan. Kecuali tinggi Anda lebih dari itu, maka harusnya tak jadi masalah.

Setelah menempuh tiga jam perjalanan, Versys-X250 menempatkan kami di Karawang. Lokasi wisata pertama yang kami kunjungi, Bendungan Walahar. Letaknya di sebelah selatan, sekitar 8 km dari pusat kota. Salah satu hal menarik di sini, arsitektur bangunan berdesain art deco khas peninggalan Belanda. Didirikan pada 1923, bendungan ini terus dimanfaatkan sampai sekarang. Berfungsi sebagai pengatur debit air Sungai Citarum serta mengairi persawahan.

Dari Bendungan Walahar, segera kami melanjutkan perjalanan ke utara sejauh 31 km. Tujuannya, Rumah Bersejarah di Rengasdengklok. Rumah ini dulunya dipakai para pemuda untuk menculik Soekarno dan Mohammad Hatta, agar mempercepat kemerdekaan. Satu hari setelah penculikan itu, 17 Agustus 1945, Indonesia merdeka.

Pada perjalanan ke wisata bersejarah inilah, kami merasakan pegal di bagian bokong. Ternyata inilah efek dari jok Versys-X250 yang cukup keras, sehingga sedikit mengurangi kenyamanan saat diajak berkendara jauh. Bersambung... (Lod/Van)

Baca Juga : Uji Irit Kawasaki Versys- X250 Tourer

Jelajahi Kawasaki Versys X 250

Kawasaki Versys X 250 Rp 63,7 - Rp 67,9 Juta Cicilan : Rp 1,45 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store