Kesan Pertama Test Drive Mitsubishi Xpander

Kesan Pertama Test Drive Mitsubishi Xpander
Gambar
Review Pengguna

Kami mungkin sudah menyajikan beragam berita tentang Mitsubishi Xpander. Peluncuran dari berbagai daerah, hingga spesifikasi beragam tipe. Namun kurang rasanya jika tak mengetahui impresi berkendaranya. Beruntung kami sempat mengujinya beberapa waktu lalu.

Unit yang kami coba, Xpander Sport seharga Rp 237 juta. Sejak kami memegang kunci, kesan dirinya melampaui batas Low MPV, sudah tersurat. Tepatnya, remot canggih bernama Smart Key. Remot ini tak perlu dikeluar-masukkan dari kantung di tubuh Anda. Untuk membuka pintu, cukup menekan tombol di gagang dan kunci dinonaktifkan. Begitupun untuk menyalakan mobil, tak perlu memasukkan anak kunci. Cukup tekan tombol Start sambil menginjak rem, mobil pun sudah menyala.

menguji xpander tipe sport

Animasi keren dari sosok Xpander yang terpampang di Multi Information Display berbasis TFT full colour seketika menghibur. Gambar itu terpajang begitu mobil dinyalakan lalu berganti informasi kendaraan saat dijalankan. Tangan kami pun berpindah ke kemudi. Begitu digenggam, terasa kulit berkualitas yang nyaman dan mewah. Padanannya, aksen piano black yang tak kalah mewah. Material ini pun kami rasakan begitu tangan kiri menyentuh shifter transmisi otomatisnya.

Tuas transmisi kami posisikan di D. Ada tombol O/D atau Over Drive yang berfungsi menahan gigi berpindah ke posisi tertinggi secara otomatis. Sengaja kami biarkan di D, soalnya ingin melihat karakter natural mobil ini. Mesinnya unit 4A91, 1.499 cc. Konfigurasinya 4-silinder segaris dengan jumlah katup 16 valve DOHC. Begitu sebutnya di atas kertas. Namun saat kami pijak gas, sambutan tenaganya ternyata cukup responsif. Padat terisi sejak putaran bawah, dan disambut perpindahan gigi yang lembut.

kesan pertama xpander

Ya, seperti diketahui, transmisi otomatis yang digunakan merupakan konvensional dengan 4-percepatan. Girboks dengan skema ini digunakan pula oleh Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, dan Suzuki Ertiga. Namun, perilakunya mirip dengan CVT (Continous Variable Transmission) yang ada di Honda Mobilio.

Oke, mungkin terlalu berlebihan jika menjabarkan percepatan Xpander tak ada perpindahan gigi seperti Honda Mobilio. Namun, rasanya lembut. Entakan yang kerap menyambut di mobil transmisi otomatis konvensional lain, tak terasa mengintrusi pengendaraan. Kami memang perlu mengulik lebih detil perihal rasio gigi, kerapatan hingga sistem kopling yang digunakannya. Namun paling tidak, rasanya lebih baik dari girboks konvensional kebanyakan.

Mitsubishi Xpander Kesan Pertama (14)-011

Beralih ke handling. Kemudinya memang cukup ringan, mungkin sedikit terlalu ringan. Namun masih dalam batas toleransi yang komunikatif. Setir masih bisa mengkonversi sudut putar dengan baik pada pergerakan roda. Hal ini positif bagi pengendara amatir yang kerap kerepotan dengan bobot putar kemudi.

Pengendaliannya juga didukung suspensi yang akomodatif. Konfigurasinya sama dengan mobil kebanyakan, MacPherson Strut di depan, dan Torsion Beam di belakang. Namun responsivitas suspensi terbilang tepat. Di kesempatan menghantam ganjal di jalanan, redamannya tidak mengganggu kenyamanan kabin. Kami bahkan mengujinya dengan lima orang di kabin, baik di posisi pengemudi maupun penumpang. Mobil tetap nyaman ketika melibas hambatan. Konon pengalaman meracik suspensi Lancer Evolution X diterapkan pada mobil ini.

Berikutnya, kami akan jabarkan bagaimana performa Xpander dengan berbagai fitur rem dan daya jelajah yang konon disebut terbaik di kelasnya.

Baca Juga: Ini Triknya Bila Ingin Dapat Xpander Lebih Cepat

Jelajahi Mitsubishi Xpander

Mitsubishi Xpander Rp 217,8 - Rp 275,1 Juta Cicilan : Rp 4,97 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store