Inilah Yang Membuat Harga All-new Toyota Fortuner Lebih Kompetitif

Gambar
Review Pengguna

Karawang: Salah satu keunggulan yang diberikan oleh All-new Toyota Fortuner adalah banderol harganya yang sangat kompetitif di pasar SUV Indonesia. Hal ini antara lain disebabkan mobil yang diproduksi di pabrik Toyota Motor Manfacturing Indonesia (TMMIN), Karawang, Jawa Barat ini diklaim telah memiliki kandungan komponen lokal hingga 75 persen. Sementara, Fortuner generasi sebelumnya telah memiliki kandungan lokal hingga 60 persen. Besarnya kandungan lokal inilah yang menjadikan banderol harga Fortuner lebih kompetitif karena tak terlalu terpengaruh fluktuasi nilai tukar Rupiah dan Dolar.

Pabrik Fortuner2

“Kami akan terus meningkatkan kandungan lokal Fortuner hingga paling tidak sama dengan Innova yang sekarang sudah 85 persen,” ujar Warih Andang Tjahjono, Wakil Presiden Direktur TMMIN di Karawang. Menurut Warih, sisa 25 persen kandungan lokal yang belum dimiliki Fortuner antara lain adalah transmisi dan beberapa komponen komputer dan elektronik. Untuk transmisi otomatis 6-speed yang digunakan pada Fortuner dan Kijang Innova bahkan masih diimpor dari Jepang.

Pabrik Fortuner

Pada Selasa (26/01) ini, CarBay Indonesia mendapatkan kesempatan langsung melihat proses produksi All-new Toyota Fortuner di Plant 1, Pabrik TMMIN, Karawang. Dalam kesempatan tersebut dijelaskan mengenai seluruh proses produksi Fortuner terbaru saat ini yang telah dimulai sejak 18 Januari 2016 lalu. Saat ini pabrik TMMIN di Karawang mampu memproduksi 400 unit Kijang Innova dan Fortuner baru per harinya. "Target kami, produksi Fortuner saat kapasitas produksinya optimal dapat mencapai 6.000 unit per bulan," ujar Nandi Julianto, Direktur TMMIN. Dari total produksi Fortuner tersebut, tahun 2015 lalu sekitar 20 persen di antaranya dipasok untuk pasar domestik, dan sisanya diekspor ke negara-negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia dan Timur Tengah.

Berkaitan dengan konten lokal pada Fortuner terbaru, ternyata saat ini baru varian Fortuner bermesin bensin (SRZ 2.7) yang telah mencapai komposisi komponen lokal 75 persen. "Untuk varian diesel, mesinnya masih kami impor dari Thailand, komposisi komponen lokalnya berkurang sekitar 8 persen," ujar Yui Hastoro, Technical Director TMMIN. "Kemungkinan untuk memproduksi mesin diesel mandiri oleh TMMIN, saat ini masih belum dapat dilakukan, karena minimal volume produksi mesin harus 10.000 unit, baik untuk pasar domestik dan ekspor," tutup Yui.

Pabrik Fortuner3

Jelajahi Toyota Fortuner

Toyota Fortuner Rp 478,9 - Rp 670,9 Juta Cicilan : Rp 10,93 Juta

Bandingkan & Rekomendasi