jakarta-selatan

New Toyota Agya & Daihatsu Ayla 2017, Lebih Menghargai Konsumen

  • Apr 10, 2017
  • 2058 Dilihat

New Agya


Agya dan Ayla, harus diakui adalah pionir di kelas LCGC. Keduanya baru saja dihadirkan dalam bentuk yang lebih segar untuk mempertahankan marketnya. Bukan hanya paras, tapi sektor teknis si kembar ini mengalami perubahan yang cukup siginfikan.


Jujur, Agya/Ayla sudah menjadi benchmark untuk siapapun yang mau membuat LCGC. Walhasil, keduanya lantas seperti tertinggal, sementara kompetitornya melaju kencang. Daihatsu dan Toyota tentu saja tidak tinggal diam. Mereka menyodorkan standar baru dalam kualitas LCGC melalui Calya dan Sigra. Sebab melihat demand MPV berstatus LCGC yang memiliki kualitas, cukup besar.


Dari situ, mereka kemudian bergerak membenahi mobil murah dan ramah lingkungan yang selama ini dikangkangi Honda Brio Satya. Resepnya sederhana dari Honda: mesin empat silinder, transmisi otomatis, bensin tetap ‘rasa tiga silinder’, alias irit banget! Ketiga hal itu, adalah tuntutan pasar Indonesia yang wajib dipenuhi.


New Ayla diluncurkan


Nah, itulah yang coba diakomodir Toyota dan Daihatsu. Hatchback mereka memang terasa tertinggal dibanding kompetitor sekelasnya. Kualitas kabin yang pas-pasan, getaran mesin yang tidak teredam dengan baik, menjadi ganjalan utama dibanding Suzuki Karimun Wagon R atau Honda Brio Satya.


Inilah beragam perubahan yang dilakukan untuk menghadapi persaingan, baik untuk Ayla ataupun Agya. Selamat menyimak.



Eksterior


Seperti biasa, namanya facelift memang tidak terlalu banyak perubahan. Agya mengusung paras yang sudah diduga sebelumnya, grille yang lebih lebar di bagian bawah serta lampu baru. Keduanya tampak mengusung bahasa desain khasnya masing-masing. Yang jelas, jika sebelumnya Agya terlihat mencoba mengedepankan kesan elegan dan Ayla berkesan sporty, maka kini posisinya dibalik.


Agya 2017 resmi meluncur



Ayla dengan grille khas Daihatsu plus sentuhan chrome dan mencoba tampil elegan. Sedang Toyota, Anda akan langsung bisa melihat bahasa desain muka Keen Look Toyota yang khas, dengan grille yang melebar ke bagian bawah. Dengan modal desain Keen Look itu, Agya jadi berkesan sporty.


bemper baru Ayla


Keduanya memakai lampu baru yang dibekali DRL atau light guide berteknologi LED. Imbuhan teknologi LED di bagian lampu itu saja, sudah bisa menunjukkan kalau LCGC ini bukan sekadar mobil ‘asal murah’. Hal kecil seperti itu membuat mobil-mobil ini terasa memiliki nilai lebih.



Interior


Interior Agya belum mengalami perubahan signifikan. Maklum, namanya juga facelift. Bentuk dashboard dan dimensi kabin tentunya tidak berubah. Tapi penggunaan motif baru pada door trim dan kain pembungkus kursi, mampu menimbulkan kesan berbeda. Kehadiran door trim berbahan plastik dan kain, membuat Agya terasa lebih modern dan dinamis. Bandingkan dengan Agya sebelumnya yang door trimnya berbahan plastik keras, mirip mobil jadul.


interior Ayla


Head unit baru tanpa layar sentuh agak mengecewakan, tapi pengaturannya bisa dilakukan dari lingkar kemudi, plus sudah bisa bluetooth. Ini tentu saja perubahan paling signifikan dibanding sebelumnya yang hanya mampu memutarkan CD dan USB.


Hal yang sama berlaku untuk Ayla yang juga mengalami perubahan minor di bagian interiornya. Namun Ayla dibekali audio dengan layar sentuh. Cuma terbalik dari Agya, door trim Ayla masih mengusung plastik keras seperti sebelumnya. Cukup disayangkan.



Mesin


Inilah bagian yang paling mendapatkan perubahan. Baik Daihatsu maupun Toyota, memberikan pilihan mesin 1.0 liter atau 1.2 liter. Mesin yang baru tentu saja 4-silinder berkapasitas 1.2 liter itu. Selain itu, mesin ini juga canggih dengan menggunakan teknologi pembakaran dual VVT-i. Kalau terasa familiar dengan konfigurasi itu, Anda bisa menemukan mesin yang sama di mobil Calya/Sigra.


mesin Ayla


Perubahan teknologi juga dilakukan pada mesin 3-silinder 1.0 liter buatan Daihatsu, yang sudah digunakan sejak Ayla/Agya terdahulu. Pada mesin ini diimbuhkan juga teknologi VVT-i yang belum Dual. Hal ini adalah kemajuan signifikan karena mesin dengan Seri KR itu bisa lebih irit lagi, dan emisinya juga bisa ditekan.



Kesimpulan


Melihat kedua mobil kembar ini, sekurangnya ada sebuah perubahan strategi dari Daihatsu-Toyota. Harga Agya yang tembus Rp 151 juta (termahal), dan Ayla yang harganya bertengger di Rp 146 jutaan (paling mahal) seolah mengatakan, “Biar Daihatsu yang lebih banyak bicara di kelas LCGC hatchback.”


Hal ini tentu berbeda dengan sebelumnya yang seolah mengadu saja keduanya. Tinggal pintar-pintarnya para salesman masing-masing merek untuk menjualnya.


Namun terlepas dari benar tidaknya strategi itu, konsumen LCGC kini lebih dihargai dan tidak lagi disuguhi mobil yang biasa saja. Dengan harga yang dibayarkan, kini konsumennya bisa mendapatkan sesuatu yang lebih. Mesin dengan VVT-i atau Dual VVT-i, fitur yang lebih lengkap dan modern di berbagai bagian mobil, hingga nama besar kedua pembuatnya.


Baca Juga: Kronologi Kelahiran Toyota Agya

Shares

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi
Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer