Test Ride Yamaha TMax DX: Ultimate Scooter (Part-1)

  • Yamaha TMax 2020
  • diskon yamaha tmax
  • test ride yamaha tmax
  • yamaha tmax dx

Saya bercerita apa adanya. Tentang mengendarai Yamaha TMax DX, sebagai objek pengujian kami.

Ini kali pertama saya mengendarai skuter berdimensi besar. Motor saya sehari-hari hanyalah NMax. Itu pun sampai detik terakhir mengendarainya, saya masih beradaptasi. Banyak yang belum bisa saya kuasai dari motor itu. Namun begitu saya mendapat unit Yamaha TMax DX di hari Jumat, dalam momen yang cukup mendadak, mau tak mau saya harus langsung menguasainya.

Esok harinya saya harus melintasi jalur Jakarta-Bekasi-Cikampek-Wanayasa-Bandung, untuk mengujinya jarak jauh. Sejatinya, saya sudah menjadwalkan untuk beradaptasi sehari, sejak Jumat pagi hingga malam. Namun miskomunikasi dengan penguji sebelumnya, mengharuskan saya mengambil unit dari pabrik Yamaha, sore hari. Alhasil, waktu saya pun sangatlah sedikit, belum lagi saya harus segera beristirahat untuk perjalanan esok hari.

Adaptasi

TMax di atas kertas adalah motor dengan dimensi yang besar. Dibandingkan NMax (motor sehari-hari), ia lebih panjang (24,5 cm) dan lebar 25 cm (P x L x T = 2.200 mm x 765 mm x 1.420 mm). Wheelbasenya pun lebih panjang 22,5 cm. Itu semua dengan bobot lebih dari 200 kg dengan bungkus bodi yang intimidatif.

Benar saja, begitu ada di atas motor, terasa besarnya dimensi TMax DX. Awalnya sangat mengintrusi, apalagi jika Anda benar-benar tak punya pengalaman dengan motor besar jenis apapun sebelumnya. Meski jarak jok terbilang rendah dari tanah, faktanya lantai besar dengan lebar jok membuat kaki mustahil menapak sempurna. Apalagi jika tinggi Anda seperti saya, hanya 175 cm dengan bodi yang gempal.

Takut? Tentu. Harga motor ini hampir Rp 299,9 juta (hampir Rp 300 juta dengan skema pajak lama). Menjatuhkan motor ini di tengah jalan, bukan saja akan merusak citra saya sebagai penguji, namun malu terhadap masyarakat yang melihatnya di jalan nanti.

Syukur, nyatanya motor ini tak sulit dijinakkan. Keseimbangannya sangatlah baik. Dari kecepatan rendah hingga kecepatan tinggi, stabilitasnya patut diacungi jempol. Pabrikan tak main-main merancang sasis dan distribusi bobotnya. Mesin dibuat serendah mungkin. Dengan kombinasi material frame yang canggih dalam rancang bangun geometri yang apik, membuatnya menyenangkan dikendarai. Belum lagi, ban yang menyokongnya sangat lebar.m, 120/70 (depan) dan 160/60 (belakang) pada lingkar velg 15 inci merupakan dimensi yang memadai untuk mengakomodir tenaga dan keseimbangan. Oh ya, merek ban yang membungkusnya Dunlop Roadsmart, varian ban yang memang khusus dikembangkan untuk aplikasi motor touring.

Baca Juga: Tips Mengendarai Skutik Besar

Habitat Motor Besar

Terhitung dari Jakarta, begitu sampai di Cikarang, saya sudah bisa mengenali karakter TMax DX. Ancang-ancang untuk mengerem, derajat stang untuk mengolah arah, orientasi dimensi, hingga posisi paling nyaman untuk mengendarai, berhasil saya kuasai. Saya rasa, pemilik motor ini juga beradaptasi dengan mudah. Toh saya jamin, mereka yang membeli skuter besar ratusan juta, pasti punya pengalaman mengendarai motor seperti ini lebih banyak dari saya.

Lepas dari Purwakarta, saya masuk ke Wanayasa. Rute ini kerap dipilih para pemotor untuk bisa menikmati jalan menuju Bandung yang lalu-lintasnya lebih lengang, namun sangat menuntut keahlian bermanuver. Ya, di jalur sepanjang 63 km, Anda disuguhi tikungan tajam yang sempit, tanjakan maupun turunan curam, atau kombinasi. Tak lupa kalau hujan, jalur bisa tersulap jadi sungai. Bahkan untuk menambah seru pengujian, saya membawa penumpang di belakang.

Jalur luar kota, sejatinya habitat bagi motor dengan kapabilitas turing seperti TMax. Lewat jalur-jalur yang relatif lengang ini, saya bisa menggunakan ragam fitur. Misalnya Cruise Control. Fitur yang tentu masih sangat aneh di telinga pemotor. Lewat permainan tombol di jempol kiri, Anda bisa mengaktifkan fitur ini, lalu mengatur tingkat kecepatan yang diinginkan. Motor pun bisa melenggang tanpa perlu digas. Sistem secara otomatis mengatur putaran mesin dan rasio CVT agar sesuai kecepatan yang diinginkan.

Deaktivasinya juga otomatis. Begitu rem disentuh, sistem cruise control langsung padam dan perintah gas dikembalikan pada tuas. Sayangnya, karena jalur yang kami ambil banyak tikungan, mau tak mau harus sering bermain rem, sehingga fitur ini tak bisa lama-lama digunakan. Padahal Cruise Control itu salah satu pembeda varian DX dengan standar. Memang, di mobil sekalipun, cruise control baru terasa sangat bermanfaat di jalan tol.

Performa Menakjubkan

Pada lintasan Wanayasa, modal paling bermanfaat di TMax, ya mesin 530 cc dan tiga rem cakramnya. Mesin 2-silinder dilengkapi teknologi YCC-T (Yamaha Chip Controlled Throttle) sangat responsif dan sigap terhadap semua variabel. Untuk diketahui, YCC-T merupakan teknologi mesin yang diadopsi dari YZR-M1, tunggangan Rossi dan Vinales di MotoGP. Di skuter Yamaha, hanya TMax DX yang punya fitur ini.

Penjelasan lengkapnya di sini.

Mengandalkan teknologi itu, perubahan suhu lingkungan, variasi lintasan di Wanayasa, bisa dengan mudah dilahap tanpa gejala motor kelelahan ataupun kesulitan menggapai tenaga optimal. Ingat, bobot penguji dan penumpang ditambah kargo mencapai 200 kg. Artinya bobot total yang harus ditopang tenaga mesin mencapai 400 kg (termasuk bobot motor, 216 kg). Simpulan kami, tenaga 45,9 dk-nya tak terasa defisit sama sekali.

Bahkan dalam situasi beban seperti itu, top speed yang kami dapat masih menembus 140 kpj. Dan itu bisa dengan mudah dicapai. Tentu kecepatan tertinggi masih bisa lebih jika saya tak membawa beban tambahan. Takut? Tentu tidak. Seperti kami sebut, rancang bangun motor sudah sangat suportif untuk kecepatan tinggi. Bahkan saking stabilnya, saya tak merasa motor sudah menembus kecepatan 100 kpj. Betul, akselerasinya memang sangat singkat. Ini masih dalam kondisi traction control On, ya! Bayangkan jika peredam tenaga itu tak aktif, dan Anda hanya mengandalkan kemampuan manusia saja untuk mengontrol tenaganya saat berakselerasi. Tentu bisa lebih potensial. (Van/Odi)

Baca Juga: Test Ride Yamaha TMax DX: Ultimate Scooter (Part-2)

Jelajahi Yamaha TMAX DX

Model Motor Yamaha

  • Yamaha Nmax
    Yamaha Nmax
  • Yamaha Aerox 155VVA
    Yamaha Aerox 155VVA
  • Yamaha R15
    Yamaha R15
  • Yamaha XSR 155
    Yamaha XSR 155
  • Yamaha MX King
    Yamaha MX King
  • Yamaha Lexi
    Yamaha Lexi
  • Yamaha WR155 R
    Yamaha WR155 R
  • Yamaha Vixion
    Yamaha Vixion
  • Yamaha Mio M3 125
    Yamaha Mio M3 125
  • Yamaha XMax
    Yamaha XMax
  • Yamaha Fino 125
    Yamaha Fino 125
  • Yamaha Gear 125
    Yamaha Gear 125
  • Yamaha R6
    Yamaha R6
  • Yamaha TMAX DX
    Yamaha TMAX DX
  • Yamaha Jupiter MX
    Yamaha Jupiter MX
  • Yamaha R25
    Yamaha R25
  • Yamaha R1M
    Yamaha R1M
  • Yamaha FreeGo
    Yamaha FreeGo
  • Yamaha Nmax Connected
    Yamaha Nmax Connected
  • Yamaha Soul GT AKS
    Yamaha Soul GT AKS
  • Yamaha Xabre
    Yamaha Xabre
  • Yamaha MIO Z
    Yamaha MIO Z
  • Yamaha XRide 125
    Yamaha XRide 125
  • Yamaha Aerox Connected
    Yamaha Aerox Connected
  • Yamaha Vixion R
    Yamaha Vixion R
  • Yamaha Jupiter Z1
    Yamaha Jupiter Z1
  • Yamaha Vega Force
    Yamaha Vega Force
  • Yamaha Byson FI
    Yamaha Byson FI
  • Yamaha MT-25
    Yamaha MT-25
  • Yamaha WR250 R
    Yamaha WR250 R
  • Yamaha R1
    Yamaha R1
  • Yamaha Mio S
    Yamaha Mio S
  • Yamaha MT07
    Yamaha MT07
  • Yamaha MT-09 2020
    Yamaha MT-09 2020
  • Yamaha MT-15
    Yamaha MT-15
Motor Yamaha

Coronavirus

  • Yang Akan Datang

Video Motor Yamaha TMAX DX Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor Yamaha TMAX DX

Bandingkan & Rekomendasi

Tren Scooter

  • Yang Akan Datang