jakarta-selatan
kali dibagikan

Tips Mengendarai Skutik Besar

  • 24 Sep, 2018
  • 966 Kali Dilihat

Skutik, skuter bertransmisi otomatik. Diciptakan sebagai moda praktis bermotor. Umumnya, disajikan sebagai alat transportasi untuk berkomuter di perkotaan. Tenaga yang minim, ruang penyimpanan luas, dengan kemudahan berkendara berkat transmisi otomatisnya.



Seiring perkembangannya, model skutik tak hanya hadir dalam bentuk kompak. Skuter pun diformat lebih besar, bahkan sangat besar menyamai Motor Gede (MOGE). Baru-baru ini kami mengujinya, Yamaha TMax DX dengan kapasitas mesin 530 cc dan dimensi dua kali lebih besar dari skuter kebanyakan.


Format skutiknya memang menjebak semua orang yang menaikinya. Bentuknya yang seolah skala besar dari skuter, membius siapa saja untuk mengira motor ini mudah dikendarai. Padahal, butuh kemampuan lebih agar ia bisa dijinakkan.



Pertama, caranya diturunkan dari posisi berdiri pada standar. Jika motor lain bisa dengan mudah didorong turun, TMax tidak. Bobotnya yang lebih dari 200 kg (hampir 3 kali lipat kebanyakan bobot manusia), membutuhkan cara khusus. Jika sembarangan didorong dengan posisi rider di tanah, niscaya mengatur keseimbangan motor dari samping, pasti sulit.


Triknya, dengan duduk di atas motor, siapkan kaki di pijakan, tangan siaga pada kedua rem. Begitu motor didorong, kaki pun turun ke tanah, dan rem diaktifkan. Pastikan juga, mesin motor masih dalam kondisi mati untuk menghindari terputarnya tuas gas.



Trik kedua cermat mengendalikannya. Ingat, bobot motor ini 216 kg. Apalagi posisi riding Yamaha TMax DX dibuat amat-sangat nyaman. Posisi standar kaki saja sudah sangat rileks, apalagi ketika kaki diluruskan, terlalu rileks. Biasanya, jika lengah, maka beban jadi tertumpu ke tangan. Alhasil, walaupun motor bisa dikendalikan, namun titik stres pada tubuh rider terfokus di tangan saja. Mainkan posisi kaki, agar turut menopang bobot ketika mengendalikan motor.


Cara ketiga, mengendalikan motor ini, memanfaatkan ragam fitur tambahannya. Tenaga Yamaha TMax DX mencapai 45 dk, lebih dari 3 kali lipat Honda PCX. Yamaha memang sudah berbaik hati memberikan Traction Control (TC) untuk meredam buasnya tenaga. Namun memutar gas ketika keluar tikungan, tetap bisa membuat tenaga terlalu banyak mengalir. Caranya, aktifkan fitur riding Mode. Mode T, menyajikan luapan tenaga yang lebih sopan. Distribusi tenaganya dibuat sangat lambat. Rasanya, seperti motor berkubikasi lebih kecil. Namun proses melahap tikungan jadi lebih aman.



 


Begitu masuk di jalan lurus yang berpotensi melakukan overtaking, masukkan lagi Mode S. di Mode ini, tenaga dengan aliran paling responsif disiapkan. Anda pun tak perlu khawatir distribusi tenaga terlalu ekstrem, toh TC siap menjaga luapan tenaganya dari overspinning pada roda.


Kebanyakan skuter besar, dengan bobot lebih dari 200 kg, memiliki fitur secanggih Yamaha TMax DX. Sebut saja BMW C650 GT atau Kymco AK550. Dengan pemahaman khusus fitur-fiturnya, niscaya proses berkendara tetap aman. (Van/Odi)


Baca Juga: Tips Perawatan Filter Udara pada Moge, Biar Napas Lebih Panjang

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Motor Terbaru di Oto
  • Kymco Like 150i | Test Ride | Gaya...
    • 31 Okt, 2019
    •  
  • Aprilia Shiver 2019 | First Ride | Naked...
    • 23 Okt, 2019
    •  
  • Yamaha MT 25 2019 | First Impression |...
    • 05 Okt, 2019
    •  
  • Vespa GTS Super Tech | First Impression |...
    • 26 Sep, 2019
    •  
  • Honda ADV 150 | Test Ride | Nanjak...
    • 07 Sep, 2019
    •  
  • Honda Genio | Bike Review | Ini kelebihan...
    • 30 Agt, 2019
    •  

Motor Populer

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi