jakarta-selatan
Bahasaen|id

KIA Rio

Rp197,55 - Rp252,05 Juta
Harga OTR
Dapatkan Harga OTR
Dapatkan promo eksklusif, diskon & kredit bunga rendah dari dealer resmiLihat promo MARET
Performa
Tenaga105 hp
Mesin1499 cc
 
Kenyamanan
ACYa
Power steeringYa
 
Keselamatan
Kantong Udara PengemudiYa
 
Kapasitas
Tempat Duduk5 Kursi
 
ANGSURAN BULANAN
Durasi 36 Bulan
Angsuran BulananRp4,51 Juta
Dapatkan Harga
Menampilkan informasi mengenai KIA Rio Platinum - Petrol

Harga KIA Rio

Varian(Harga OTR) 
Varian Bensin
1.4 Gasoline engine 5MT
4 Kursi, 107 hp, 1399 cc Petrol
Rp197,55 Juta*
1.4 Gasoline engine 4AT
4 Kursi, 107 hp, 1399 cc Petrol
Rp211,55 Juta*
Platinum
5 Kursi, 105 hp, 1499 cc Petrol
Rp252,05 Juta*

Bandingkan KIA Rio dengan Mobil Sejenis

VS

Review Pengguna KIA Rio

3.5
Berdasarkan 1 review
  • 5 0
  • 4 1
  • 3 0
  • 2 0
  • 1 0
KIA Rio

Review populer

  • Mei 09, 2016

    Dua tahun lalu, saya yang baru memiliki 1 anak mencari pilihan mobil MPV. Namun sayang, semua merek MPV yang mainstream, saya rasa tidak bisa memberikan sesuatu yang lebih. Terutama untuk value for money. Garansi biasa 3 tahun, diskon biasa saja, dan rasanya membosankan melihat mobil-mobil seperti itu di jalan raya. Hingga suatu hari saya lewat di depan showroom Kia. Malamnya, Baca Selengkapnya

Video KIA Rio

Lihat video terbaru KIA Rio untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Gambar KIA Rio

Warna KIA Rio

  • Aurora Black Pearl

  • Blue Metallic

  • Bright Silver

  • Clear White

  • Digital Yellow

  • Platinium Graphite

  • Signal Red

  • Urban Blue

Review KIA Rio

Tinjauan

Kia Rio adalah hatchback lima penumpang yang dihadirkan oleh pabrikan Korea, Kia. Pada awalnya, tidak banyakyang paham mengenai apa itu Kia Rio. Namun saat Peter Schreyer, mantan desainer Audi yang pindah ke Kia, mendesain Rio baru, pandangan pasar hatchback di Indonesia seketika berubah.

Rio kemudian menjadi rival yang tidak bisa dipandang sebelah mata oleh kompetitornya seperti Honda Jazz dan Toyota Yaris. Belum lagi Kia Motor Indonesia (KMI) berani memberikan garansi hingga 5 tahun untuk produk-produknya. Sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh APM manapun di Indonesia.

Desain, jaminan garansi, dan harga jual yang kompetitif membuat mobil ini menjelma menjadi backbone penjualan Kia, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Duet Kia Rio dan SUV Sportage kemudian merajalela, sebagai pilihan alternatif mereka yang mencari sesuatu yang berbeda. Dan terbukti, kepopuleran Kia Rio kemudian menjadikannya mobil mainstream seperti Jazz dan Yaris.

Jujur, desain Rio generasi ke tiga yang Anda lihat disini seolah tidak lekang dimakan waktu. Namun pasar yang selalu dinamis menuntut Kia untuk selalu mengikutinya kalau tidak mau kehilangan keuntungan. Generasi ketiga Rio mendebut di dunia pada Maret 2011. Dan tidak perlu waktu lama bagi KMI untuk memboyongnya ke tanah air.

Desainnya yang membulat dipadukan dengan paras yang tegas membuat mobil ini terlihat dinamis. Rio untuk pasar Indonesia memang tidak terlalu banyak dihiasi fitur, dan hal ini malah membuatnya lebih praktis. Satu hal yang patut diperhatikan adalah, opsi peranti hiburan yang masih menggunakan layar monokrom. Namun hal ini tidak perlu dikhawatirkan, datang saja ke dealer, dan Anda kemungkinan besar akan ditawarkan Rio dengan opsi fitur hiburan dengan layar sentuh.

Dan berbicara soal kabin, dengan wheelbase sepanjang 2.570 mm, tidak ada yang istimewa dengan kelegaan yang ditawarkan, meski sebetulnya mobil ini lebih panjag dari Honda Jazz. Namun dengan ukuran rata-rata orang Asia, Anda juga tidak akan merasa sempit. Hal ini dikarenakan jok Rio yang tebal untuk memberikan kenyamanan saat diduduki.

Ruang penyimpanan cukup mengakomodir dengan kehadiran glove box di dashboard, cup holder di beberapa tempat. Ruang bagasi juga tidak sebesar Jazz, namun masih cukup untuk menampung dua koper besar di dalamnya.

Di balik kap mesinnya terdapat mesin yang diberi nama Gamma oleh Hyundai-Kia Group, dengan kapasitas 1,4 liter. Tenaga yang dihasilkan adalah 107 PS dengan torsi 137 Nm. Cukup untuk menghela mobil dengan panjang 4.050 mm ini.

Dengan segala kelebihannya ini, Kia Rio layak direkomendasikan sebagai mobil untuk mereka yang mencari kepraktisan tanpa mau pusing soal fitur. Desain ganteng, garansi panjang, dan harga kompetitif adalah modal Rio untuk bertarung. Sayangnya, umur produksinya sudah menjelang senja. Karena itu, siap-siap saja menantikan Rio generasi keempat yang sudah melakukan debutnya di pAris Motor Show 2016 lalu.

  • Tinjauan
  • Interior
  • Eksterior
  • Biaya BBM Selama Kepemilikan
  • Suspensi Nyaman
  • Performa mesin
  • Pengereman

Pros

Desain jempolan, praktis, mesin irit

Cons

Nama Kia belum sebesar Toyota/Honda, dimensi kabin pas-pasan, fitur bisa ditingkatkan

Eksterior

Rio memiliki dimensi panjang 4.050 mm, dengan lebar 1.720 mm. Tingginya adalah 1.455 mm, dengan jarak sumbu road (wheelbase) 2.570 mm. Angka tersebut menegaskan bahwa Rio lebih besar dari Honda Jazz, dan lebih rendah. Efeknya? Anda bisa baca di bagian pengendalian di bawah.

Saat bericara Kia modern, tidak bisa tidak, kehadiran Peter Schreyer dari Audi mengubah arah desain Kia. Bahkan saat ini Schreyer yang sudah naik jabatan menjadi VP Design Hyundai-Kia, masih tetap mampu menghasilkan mobil-mobil dengan desain yang hebat untuk kedua merek satu atap itu.

Grille yang disebut Tiger Nose adalah ciri khas yang membuat Kia ‘mendadak’ diperhatikan di Indonesia dan dunia. Dengan dua grille yang diposisikan atas-bawah, Rio tampak tegas. Namun coba lihat ke belakang, garis atapnya yang melengkung dengan garis body yang minimalis membuat Rio tampak dinamis.

Yang kami tidak suka dari desain Rio (dan Kia lainnya) adalah kaca belakng yang kecil. Pada Rio, proporsinya bahkan agak kurang pas jika dibandingkan dengan luas area buritan. Hal ini tentunya memberikan efek terhadap bidang pandang ke belakang.

  • What we like
    Desain dinamis dan modern
  • What we dislike
    Kaca belakang

Biaya BBM Selama Kepemilikan

Salah satu anggota redaksi OTO.com adalah ‘proud owner’ Kia Rio yang ia beli baru, pada tahun 2014 lalu. Ia memastikan bahwa dalam perjalanan luar kota, Rio mampu mencetak angka konsumsi BBM sekitar 19 km/liter, berdasarkan MID. Tentu saja MID perhitungan MID tidak seakurat metode pengujian full to full yang biasa kami lakukan, meski simpangannya hanya sekitar 0,5 hingga 1 km/liter.

Di dalam kota, Rio juga cukup memberikan konsumsi yang baik. Tercatat sekitar 10 km/liter bisa diraih, saat melintasi lalu lintas yang kepadatannya beragam.

  • What we like
    Irit untuk ukuran mesin 4 silinder

Suspensi Nyaman

Inilah salah satu yang membuat Rio menonjol. Mobil ini memiliki platform yang sama dengan Hyundai i20 (sebelum yang terbaru ini), dan i20 banyak dipuji sebagai mobil dengan pengendalian yang mumpuni, bahkan melebihi rivalnya. Hal tersebut juga berlaku persis sama pada Rio.

Pergerakan lingkar kemudi dengan power steering elektronik memang terasa terlalu artifisial, tapi cukup akurat. Dalam arti, pergerakan roda terasa linear dengan input yang diberikan oleh pengemudi.

Hal tersebut kemudian ditunjang karakter suspensi yang mampu memberikan topangan dengan baik saat bermanuver. Hal ini membuat pengendalian Rio terasa menyenangkan baik saat dilajukan di tol ataupun berkelit di kepadatan kota.

Suara yang tidak diinginkan dari luar berhasil diredam dengan baik. Terutama suara mesin dan angin. Namun tetap, bunyi artikulasi roda masih bisa didengar, terutama saat melaju di permukaan jalan beton. Selidik punya selidik, ternyata hal itu adalah karena ban bawaan yang memiliki kompon keras. Hal ini juga membuat Rio terasa kasar saat melibas jalanan yang tidak mulus. Solusinya? Ganti ban yang lebih nyaman.

  • What we like
    Pengendalian meyakinkan dan lincah
  • What we dislike
    Kompon ban bawaan terlalu keras

Performa mesin

Mesin Gamma 1.4 liter yang diusung Rio juga serupa dengan yang digunakan oleh Hyundai i20. Hyundai-Kia sepertinya sangat percaya dengan kehandalan mesin ini. Fitur unik yang ada disini adalah posisi kruk as yang agak bergeser (offset), alias tidak tepat berada di titik tengah mesin.

Apa efeknya? Pergerakan piston akan lebih efisien dan menghasilkan pembakaran yang lebih optimal. Karena itu, ujung-ujungnya adalah efisiensi konsumsi BBM. Meski demikian, salah satu kekurangan mesin seperti ini adalah getaran yang ditimbulkan. Namun engineer Hyundai-Kia berhasil menghilangkan efek tersebut dengan sukses, karena saat berkendara, getaran mesin memang tidak terasa.

Tenaga sebesar 107 ps yang hadir pada 6.300 rpm kemudian dihnatarkan ke roda depan oleh transmisi 4-speed otomatis 9atau manual 5-speed) yang masih konvensional. Transmisi ini dibekali dengan mode manual yang membuat berkendara terasa lebih sporty.

  • What we like
    Performanya pas untuk berkendara sehari-hari
  • What we dislike
    Transmisi otomatis masih konvensional

Berita KIA Rio

Kia Undang 3 Konsumen Berlibur Ke Korea

PT Kia Mobil Indonesia selaku agen resmi Kia di Tanah Air memberikan kesempatan spesial pada tiga konsumen untuk berlibur ke Korea Selatan. Perjalanan liburan tersebut merupakan grand prize dari progr Baca Selengkapnya

Ditayangkan Pada | Sep 23, 2016 | Dilihat 950 Kali

Inilah Kia Rio Generasi Terbaru!

Kia Motor Indonesia baru saja meluncurkan produk baru mereka di GIIAS 2016 lalu. Keduanya adalah MPV bongsor Grand Sedona, serta SUV Sportage. Kemudian ada beberapa model yang mulai terlihat membosank Baca Selengkapnya

Ditayangkan Pada | Agt 24, 2016 | Dilihat 2192 Kali
Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer