jakarta-selatan

Pemerintah: Tidak Ada Insentif Untuk Motor Listrik Impor

  • Agt 22, 2017
  • 1175 Dilihat

Babak baru industri sepeda motor dimulai. Setelah sebelumnya Viar merilis skutik elektrik, kini Gesits yang diprakarsai Garansindo Group turut bermain di segmen motor tanpa mesin. Sambutan pemerintah pun cukup menarik. Lewat Kementerian Perindustrian, mereka menyatakan dukungannya pada pemain lokal yang sudah merakit sendiri dan tidak memberikan insentif untuk pemain besar yang setengah-setengah.


Gesits 2017 (2)


“Yang namanya sepeda motor listrik menurut kami tidak perlu diberikan keringanan pajak impor, karena (industri lokal) sudah bisa bikin,” jelas I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Republik Indonesia saat ditemui OTO.com, Sabtu (19/8).


Maksud Putu, untuk menegaskan pada perusahaan seperti Viar, atau brand lain yang mengimpor motor listrik dari luar Indonesia. Hal itu menurutnya malah tidak menumbuhkan industri dalam negeri.


Yamaha dan Honda contoh lainnya, mereka sudah mempunyai produk motor nol emisi di negara asalnya. Motor listrik, belum diproduksi di Indonesia. Bahkan rencana merilis kendaraan roda dua berbasis generator dan baterai ini pun belum tersirat. Kementerian Perindustrian pun nampak mengapresiasi langkah yang diambil Gesits. Proyek kolaborasi antartiga institusi, Wika, Garansindo dan ITS, harusnya memacu pabrikan besar melakukan hal yang sama, bukan sekadar berharap insentif.


“Dia (motor listrik impor) mungkin insentifnya dalam bentuk lain, bukan dalam bentuk industri. Kami juga tidak tahu bentuknya seperti apa, mungkin di setiap kabupaten balik namanya lebih murah. Kendaraan kan jadi mahal bukan dari bea masuk atau PPNBM, tapi kan ada bea balik nama, yang bikin lebih mahal,” jelas I Gusti Putu.


Ada hal lain juga menurut Putu yang harusnya disadari pabrikan besar. Kemudahan memproduksi motor listrik dibanding motor konvensional, seharusnya membuat merek besar lebih berani. “Kalau sepeda motor, motor elektriknya kan kecil. Kontrolnya (ECU) juga lebih sederhana. Jadi tidak tepat jika CBU motor diberi fasilitas insentif impor. Ya mereka impor seperti biasa saja, ikuti peraturan yang berlaku. Itu gesits saja sudah bisa bikin kok,” tuturnya.


Beberapa waktu lalu, PT Gesits Technologies Indo sudah memulai langkah besarnya, menyongsong masa depan berkendara motor. Pabrik seluas 30 hektar sudah rampung dan siap melayani pemesanan. Secepatnya motor bertenaga listrik dengan harga tak sampai Rp 20 juta ini diproduksi dan diedarkan ke masyarakat.


Baca Juga : Yamaha Ingin Datangkan Skuter Listrik, Tapi?

Shares

Promo Populer di Jakarta Selatan

Motor Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi