Kalah Pamor dengan Maxi, Kenapa Skutik 125 cc Yamaha Masih Bertahan?

Kalah Pamor dengan Maxi, Kenapa Skutik 125 cc Yamaha Masih Bertahan?

Total ada tujuh skutik 125 cc yang ditawarkan Yamaha. Meski punya banyak varian di kelas itu, mereka kalah pamor dengan keluarga Maxi. Dari semua line-up yang dijajakan, segmen 155 cc yang jadi primadonanya. Lantas, apa yang membuat pihak pabrikan masih mempertahankan tipe tersebut?

Yamaha memberikan banyak pilihan bagi konsumen terhadap produk skutik dengan mesin 125 cc. Setidaknya ada tujuh yang ditawarkan, Mio (Z dan M3), Mio S, X-Ride, Fino, All New Soul GT, FreeGo dan dan juga Lexi di kelas Maxi yang pakai mesin 125 cc berpendingin cairan. Pihaknya memang terlihat agresif di segmen ini, padahal kompetitornya tidak banyak menawarkan model di kelas itu. Honda saja hanya punya satu, Vario 125. Sementara pabrikan Jepang lain pun tidak ada lagi yang menjajakan skutik 125 cc.

Menurut Anton Widiantoro, Manager Public Relation Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), kelas 125 cc masih tetap dilirik konsumen Indonesia. “Kami ingin memberikan banyak pilihan kepada pelanggan. Kesukaan masyarakat di sini itu bervariasi, jadi kita kasih opsi macam-macam. Mau yang sporty ada, elegan pun tersedia. Model ini pun sudah cukup menawarkan kenyamanan untuk penggunaan sehari-hari,” katanya saat dihubungi tim Oto pada Rabu (8/4).

Yamaha Mio Soul i125

Ketika ditanya apakah bakal ada tambahan varian atau ubahan model dari salah satu produk 125 cc, Anton mengatakan kami masih percaya diri dengan yang ada sekarang. “Kami tetap memberikan yang terbaik untuk menjawab kebutuhan konsumen. Hadirnya FreeGo di kelas 125 cc yang baru kami rasa sudah cukup memberikan warna baru. Semua varian tentu punya keunggulan masing-masing,” tambahnya.

Baca Juga: Beli Varian Yamaha Aerox Termurah, Dapat Apa Saja?

Sekarang ini konsumen memang cenderung memilih skutik bermesin lebih besar, seperti Nmax dan Aerox. “Itu semua tergantung kebutuhan konsumen. Dari sekian banyak produk 125 cc yang kami ditawarkan, semua punya kualitas yang baik. Apalagi dalam urusan efisiensi, kami punya teknologi Blue Core. Dan segmen entry level ini ditujukan untuk memberikan alternatif bagi konsumen yang ingin kendaraan harian hemat bahan bakar,” lanjut pria ramah berkacamata itu.

Seperti kita ketahui, seluruh varian skutik Yamaha bermesin 125 memiliki satu kesamaan, yakni sudah dibenamkan teknologi mesin modern, Blue Core, yang dikenal bertenaga namun tetap irit. Karakteristik dari dapur pacunya itu mampu menyempurnakan proses pembakaran. Klaim pabrikan mampu mengoptimalkan efisiensi bahan bakar hingga 50 persen. Jadi jarak tempuh bisa lebih jauh.

Bahkan untuk Lexi sudah dikombinasikan Variable Valve Actuation (VVA). Meski kapasitas mesinnya paling kecil dibanding keluarga Maxi yang lain, ia tetap menghasilkan performa yang baik di setiap putaran mesin. Ditambah dengan berpendingin cairan, menjadikan suhu mesin lebih stabil dan Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara lebih halus saat dinyalakan.

Untuk menggugah hati konsumen, pabrikan telah memberikan penyegaran kepada tiga skutik 125 cc andalannya di awal 2020. Ada FreeGo, Fino dan Mio M3 series yang masing-masing disematkan warna dan striping baru. Peremajaan selalu dilakukan Yamaha untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus berkembang mengikuti tren masa kini. (Bgx/Odi)

Baca Juga: Seberapa Memikat Yamaha Freego S Ketimbang Honda Vario 125?