Husqvarna Luncurkan Motor Cross Listrik, EE5

Pabrikan motor semakin jamak mengelektrifikasi produknya. Dari mulai motor sport, cruiser dan berbagai jenis lainnya bertransformasi menggunakan baterai. Regulasi serta tren global tak bisa ditampik mereka.

Kini giliran motor listrik Husqvarna. Produsen asal Swedia, yang tenar dengan motor penggaruk tanah. Mereka baru saja meluncurkan Husqvarna EE5, motor cross terbarunya dengan jantung bertenaga listrik. Mungkin ini jadi sebuah persiapan, guna menanggapi kabar kejuaraan AMA Cross elektrik di masa depan.

Mereka memulainya dari yang terkecil. EE5, motor yang setara dengan mesin bakar 50cc milik Husqvarna. Seluruh tenaga berasal dari baterai hasil pengembangan baru. Lihat, rangka semi double craddlenya memikul berbagai perangkat elektronik. Terdapat semacam aki di bawah jok. Lalu secara terpisah, tertanam dinamo serta penggerak yang menyambung dengan rantai. Sayang, bagian ini tak dikamuflase layaknya prototipe CRF listrik milik Honda. Husq memilih tampil "mentah" tanpa embel-embel estetika.

Tapi kekuatannya tak bisa dipandang sebelah mata. Tenaga 5kW sanggup dimuntahkan secara instan sejak putaran bawah. Pasti torsinya lebih mengisi ketimbang versi konvensional. Itulah salah satu keuntungan mesin listrik, tak perlu usaha keras untuk mendapat entakan gaya G. Nah, mode berkendaranya juga terbagi dalam enam tingkatan. Dari yang terjinak hingga yang terliar. Fitur ini mengatur gas, agar tercipta karakter yang sesuai dengan keinginan si pengendara.

Semua ini muncul dari baterai berkapasitas 907 Wh, lithium-ion. Karena ini motor cross, Husqvarna tak mencantumkan seberapa jauh motor bisa menempuh jarak. Melainkan dalam perspektif waktu. Jika dikendarai dengan santai, motor bisa bertahan selama dua jam. Namun kalau gas terus ditarik penuh, 25 menit berikutnya Anda harus mengisi ulang baterai. Dan untuk mengisinya penuh, dibutuhkan waktu selama 70 menit. Perlu digarisbawahi, ini bukan untuk adventure. Tak mungkin membawa perlengkapan listrik ke hutan belantara. Motor diperuntukkan pada track kompetisi dengan paddock yang menyediakan soket pengisian daya.

Mengenai rangka dan pengendaliannya, tak turut diubah. Konstruksi ringan nan kokoh, masih didapat berkat campuran alumunium pada subframenya. Begitupun sektor kaki-kaki. Suspensi WP XACT 35mm menopang roda depan dengan berbagai tingkat kekerasan. Travel maksimalnya sanggup menyentuh angka 205mm. Peranti ini bekerja bersamaan dengan monoshock dari merek sama, dengan kemampuan meredam yang jempolan. Tentunya sudah pakai tabung berteknologi pendingin oli. Levelnya juga bisa diatur sesuai kebutuhan pengendara.

Bagaimana tampilannya? Ternyata sama persis. Tak ada bedanya dengan versi konvensional. Kombinasi putih-biru-kuning tersimak di fairing plastik, jok dan berbagai titik. Tak lupa pad yang menggantikan headlight di depan. Mereka sangat mempertahankan identitasnya. Sayang, perkenalan ini belum dibarengi dengan informasi harga jual EE5. (Hlm/Van)

Baca Juga: BMW Vision DC Roadster, Konsep Radikal Roadster Elektrik