Oto
jakarta-selatan

Honda PCX Electric Hanya Disewakan, Apa Maksudnya?

  • 01 Feb, 2019
  • 1885 Kali Dilihat

Mungkin bukan hal biasa terjadi. Ada peluncuran motor baru, namun konsumen tak bisa membelinya. Bahkan, pabrikan mengklaim, motor itu disewakan terlebih dahulu. Itupun direntalkan bukan untuk konsumen, melainkan pada korporat. Hal inilah yang mengganggu pikiran kami kala melihat peluncuran Honda PCX Electric, kemarin (31/1).


PCX electric


“Oh, mungkin nanti bisa dibeli kemudian hari, sekarang baru perkenalan,” begitu pikir kami awalnya. Namun tak sesederhana itu.


Sedikit banyak, hal ini ada benarnya, soalnya regulasi terkait kendaraan listrik pun memang belum rampung. Jadi, pabrikan belum bisa merilisnya sebagai barang dagangan. Pasalnya, pemerintah hingga saat ini masih terus menyusun regulasi lintas kementerian. Janjinya, awal tahun ini rampung.


Lantas, begitu nanti regulasinya rampung, Honda PCX Electric bisa langsung dibeli masyarakat? Nampaknya tak semudah itu pula. Kebijakan menunda penjualan PCX Electric di tanah air, ternyata tak semata karena regulasinya yang belum siap.


Pihak Honda Motor Company (HMC) memang masih merasa kendaraan listrik, khususnya roda dua, kurang visible secara ekonomi. Harga baterainya masih terlampau mahal. Hal ini, mau tak mau, tak bisa dikompromikan. Demi menghadirkan daya jelajah yang unggul, baterai berkapasitas besar dan punya durabilitas harus disiapkan. Maklum, motor ini akan digunakan di lingkungan yang beragam. Pun dengan daya jelajahnya, tak mungkin jika hanya mampu melenggang 20 km. Baterai, ditargetkan mempunyai kemampuan minimal memberikan tenaga listrik untuk motor konsumen saat berkomuter.



Nyatanya tanpa berkompromi pada hal itu, Honda PCX Electric hanya bisa melenggang sejauh 69 km dari sekali pengisian. Bayangkan perbandingannya dengan PCX bermesin konvensional, yang bisa melaju hingga lebih dari 200 km dari sekali pengisian penuh bahan bakar.


Ya, baterai Lithium Ion merupakan komponen yang sangat mahal. Dan saat ini, Honda masih mengandalkan vendor Panasonic untuk menyuplai komponen ini. Dengan segala konsekuensi itulah, akhirnya PCX Electric lebih disajikan sebagai produk sewaan.


“Baterai berupa Mobile Power Pack dengan memberikan pilihan mode pengisian daya paling nyaman untuk pengendaranya, baik secara on board maupun off board. Terkait dengan baterai ini, untuk tahap awal kami memilih metode pengelolaan motor untuk ditawarkan kepada kalangan terbatas dan tertentu saja,” jelas Toshiyuki Inuma, Presiden Direktur PT Astra Honda Motor, kemarin.


Jika diibaratkan, Honda PCX Electric merupakan rumah yang sangat mewah nan canggih. Jika dijual, harganya tak masuk akal, sementara peminatnya banyak. Menyajikannya sebagai rumah kontrakan, lebih masuk akal. Opsi inilah yang lalu dipilih HMC kala memasarkan PCX Electric di Jepang, dan AHM, kemarin.


Dari beberapa perbincangan kami dengan pihak AHM, disebutkan jikapun nantinya PCX Listrik ini dijual pada konsumen, baterai tidak termasuk yang dimiliki konsumen. Penyimpan tenaga listrik itu jadi benda dengan status pinjaman dari AHM. Pada setiap PCX, akan dipinjamkan 2 buah baterai dan bisa dengan mudah diswap atau ditukar ke gerai-gerai pengisian atau diisi sendiri dayanya.


Lantas apakah Honda PCX Electric tak akan dijual pada konsumen. Pabrikan tentu perlu menunggu beragam kemudahan memungkinkkan dari segi bisnis. Pertama, regulasi dari Pemerintah yang mengatur insentif agar produksi Honda PCX Electric jadi sebuah ladang bisnis. Kedua, dan faktor yang tak bisa diandalkan, kultur kendaraan listrik di konsumen. Kultur ini yang akhirnya meningkatkan populasi motor listrik dan membuat harga baterai kian murah. (Van/Odi)


Baca Juga: Lima Fakta Menarik Honda PCX Electric

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Honda PCX Electric

Lihat video terbaru Honda PCX Electric untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Motor Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi