• Wishlist

E-Power Roadster, Inikah Versi Produksi Naked Bike Listrik BMW?

BMW Vison DC Roadster, sempat muncul ke permukaan Juni kemarin. Konsep naked bike listrik pertama BMW berdesain radikal. Tak lama kemudian, mereka kembali memamerkan prototipe motor sejenis, namun dengan gurat yang lebih bernorma. Ialah E-Power Roadster.

BMW E-Power

Kali ini sepertinya desain brutal bukan sebuah fokus. Melainkan pengaplikasian teknologi dan relevansi di versi produksi. Lihat saja apa yang menempel, merupakan barang-barang lama yang digabung jadi satu.

Seluruh fasad BMW E-Power Roadster berikut lampu depan, mengadopsi milik S1000R. Lantas belakangnya dari R1200RS. Namun tidak dengan rangka. Konstruksi teralis baru dibuat agar cukup memangku baterai superbesar. Tak lupa dilabur biru, menandakan kendaraan ramah emisi.

Urusan penggerak, nyatanya pun datang dari produk mobil yang sudah eksis. Baterai, misalnya, dipinjam dari BMW seri-2. Dan motor elektrik, pinjaman dari seri-7 Long Wheel Base (LWB) edisi khusus Cina. Sayang, bobotnya mencapai 289 kg. Namun mereka mengklaim bisa mereduksi 30 kg lagi.

Susunan itu mulai terlihat relevan untuk versi produksi. Baterai 13 kW sanggup memuntahkan tenaga 136 hp dan torsi 199 Nm. Sementara akselerasi mencatat angka 2,9 detik. Pengisian daya pun bisa dicapai dalam waktu kurang dari satu jam, walau belum benar-benar penuh.

Ini belum final, mereka masih berkutat dalam sistem pendinginannya. Karena kala menyentuh suhu 40 derajat Celcius, proses pengisian mulai melambat. Pada versi massal nanti, mereka ingin makin mempersingkat waktu - dalam setengah jam mencapai daya untuk 178 km.

Tanpa perlu memindahkan gigi, motor bakal terus berlari hingga 160 kpj (limiter). Dalam sesi drag race yang dilakukan Motorcycle News, bahkan sebuah S1000R kalah telak berkat akselerasi instan itu. Padahal, jika dilihat di atas kertas, akselerasi 0-100 motor ini 0,2 detik lebih lambat. Namun setelah lewat 100 kpj, lajunya tak tertahan lagi.

Bos BMW Motorrad, Christoph Lischka mengatakan, "Kami sangat senang dengan pencapaian 'C evolution' (skuter besar). E-Power Roadster adalah motor sporty, untuk seseorang yang ingin bertualang dan menikmati perjalanan."

Ia pun bertutur, kemampuannya masih dikembangkan untuk berkelana jauh. Butuh waktu merilisnya ke versi produksi, karena secara infrastruktur dan pasar belum siap. "Untuk mereka para tualang, setidaknya motor ini harus memiliki jangkauan hingga 200 km. Karena itu kami tak bakal merilis motor hingga kemampuannya sanggup mencapai jarak itu. Saat ini keadaan pasar dan infrastruktur pendukung belum siap," tambah Chris.

Dengan tegas Christoph menambahkan, jika membuat stasiun pengisi daya cepat bukanlah solusi buat BMW. Ia tak mau membakar uang layaknya kompetitor. "Kami tidak mau seperti Tesla, memasang stasiun pengisian daya di mana-mana. Bisa menelan biaya sekitar € 110.000 untuk tiap fasilitas semacam itu. Kami, BMW, perlu mendapatkan profit. Bukan membakar uang." (Hlm/Van)

Sumber: Motorcycle News, Ride Apart

Baca Juga: Qooder Siap Menyapa Indonesia, Besok