• Wishlist

Kisah Emosional di Balik Pengembangan Toyota GR Supra

Kisah Emosional di Balik Pengembangan Toyota GR Supra

Mobil legendaris Toyota Supra bangkit dari kubur. Setelah 17 tahun lamanya tertidur, generasi kelima Supra dikenalkan di Indonesia pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019. Nama besar Supra pun dipertaruhkan.



Tidak main-main, mobil ini dikembangkan bersama dengan BMW, produsen mobil asal Eropa yang kredibilitasnya tak perlu diragukan lagi soal mobil sport. Pada akhirnya, mobil inipun diproduksi dalam dua jenis, BMW Z4 dalam wujud convertible dan Toyota GR Supra sebagai sport coupe.



Pada saat pengembangannya, setelah tim BMW dan Toyota sepakat menemukan racikan tepat untuk mobil ini, keduanya pisah jalan. Tim BMW dan Toyota tak saling bicara tentang pengembangan lanjutan. Lantaran itulah, kabarnya meski memakai komponen yang sama di balik kulitnya, BMW Z4 dan Toyota GR Supra memiliki karakter berkendara yang berbeda.



Oh ya, ada embel-embel GR di depan generasi terbaru Supra. GR kependekan dari Gazoo Racing, divisi balap Toyota yang juga mengembangkan mobil-mobil berperforma tinggi. Boleh dibilang Gazoo Racing adalah M Division di BMW Group. Mengapa Supra pakai predikat GR? Karena memang sekumpulan insyinyur gila kecepatan di Gazoo Racinglah yang mengutak-atik Supra sebelum resmi dipasarkan.


Bukan tanpa alasan, Supra generasi kelima sampai harus dituning oleh Gazoo Racing. Bukan hanya lantaran mobil ini menjadi flagship sports car Toyota saat ini. Ada unsur emosional di balik itu. Begini kisahnya.



Presiden Toyota Motor Corporation (TMC), Akio Toyoda tidak saja seorang cucu dari pendiri TMC. Toyoda juga seorang Master Driver, sebutan untuk penguji mobil Toyota. Tak banyak yang memiliki kemampuan berkendara seperti Toyoda, hingga bisa mengemban predikat ini. Toyoda bertanggung jawab terhadap rasa berkendara mobil Toyota sebelum melindas aspal jalan umum.


Sekitar 2007, Toyoda sedang banyak berlatih menggunakan Toyota Supra generasi keempat. Ia mendapat tantangan dari Senior Master Driver, Hiromu Naruse, yang kemudian menjadi co-founder Gazoo Racing. Gazoo Racing turun di berbagai kejuaraan balap internasional termasuk World Rally Championship (WRC).



Meski sudah menjabat sebagai presiden TMC, Toyoda masih kerap berpartisipasi di ajang balap. Terakhir, ia tampil di ADAC TOTAL 24h Nurburgring akhir Juni lalu. Balapan ini paling emosional bagi Toyoda karena pada 23 Juni 2010, guru sekaligus co-founder Gazoo Racing, Hiromu Naruse yang turun menggunakan Lexus LFA Nurburgring Edition Prototype meninggal di sirkuit dan balapan yang sama.


Balapan di sirkuit Nurburgring menggunakan Supra generasi terbaru. Itu sudah lama diimpi-impikan Toyoda, karena ia bersama Naruse pernah berlatih bersama di sirkuit tersebut menggunakan Supra generasi keempat.


Tak aneh lagi mendengar Toyoda sendiri turun tangan terlibat dalam pengembangan Supra generasi terbaru ini. Sampai akhirnya Toyota GR Supra resmi dijual dan diklaim sebagai kendaraan yang menghadirkan puncak kenikmatan berkendara. Kendaraan yang legendaris dan telah dinantikan di seluruh dunia, Toyota Supra. (RS/Odi)


Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Toyota Hiace yang Mirip Vellfire

Jelajahi Toyota GR Supra

Toyota GR Supra Rp 2,15 Milyar Cicilan : Rp 48,99 Juta

Bandingkan & Rekomendasi