Mengenal Ragam Atap Mobil

Mengenal Ragam Atap Mobil

Fitur, hingga jenis kendaraan, begitulah material atap bisa diasosiasikan. Atap sejatinya memang berfungsi sebagai penutup yang bertugas melindungi penumpang baik itu dari perubahan cuaca, maupun perlindungan privasi.

Namun, kebutuhan setiap pembeli mobil tentu berbeda-beda. Ada yang menginginkan sensasi ruang lebih lapang dengan atap kaca, ada pula yang suka menikmati hembusan angin menerpa wajahnya ketika mengendarainya. Alhasil pabrikan pun berinovasi dengan atap untuk mewujudkan keinginan ini.

Berawal dari sekadar memberikan atap dengan bentuk material yang berbeda, agar bisa dilipat, hingga atap kaca yang bisa memberikan pandangan luas tanpa perlu terganggu privasinya. Semuanya merupakan satu rangkaian perkembangan atap mobil.

Seiring perkembangannya, atap mobil pun malah menjadi jenis untuk mendeskripsikan format bodinya. Roadster misalnya, menjelaskan mobil dengan atap terbuka. Cabriolet, menjabarkan jenis mobil yang memiliki atap bisa dibuka-tutup. Namun, kali ini kami pandu Anda untuk mengenali deskripsi dasar dari jenis atap itu sendiri, dan bagaimana fungsi serta tujuannya.

Panoramic roof

atap panoramic membuat mobil lebih mewah

Jenis atap ini mungkin yang paling mudah Anda temui di jalanan. Pada era 90-an hingga 2000-an, jenis atap ini memang cukup sulit ditemui, bukan apa-apa, perlombaan menghadirkan fitur atap kaca, belum sampai di titik itu. Jikapun ada yang berani menggunakannya, mungkin hanya di sudut-sudut atap saja, tidak membentang seperti saat ini.

Coba Anda lihat Mitsubishi Outlander Sport atau Honda HR-V. Nah, panoramic roof yang saat ini digunakan, sudah bisa diapllikasikan hingga sebesar itu. Atap ini sejatinya menjanjikan pengalaman melihat ke luar kabin, tepatnya ke arah langit untuk melihat panorama lebih luas.

Outlander Sport memiliki varian dengan atap panoramic

Daihatsu Rocky FJ5, tahun 90-an misalnya. Atap kacanya hanya berada di bagian atas kaca samping. Itu pun sudah disebut sebagai panoramic roof. Tak salah memang, toh dengan penambahan kaca itu, pandangan melihat ke luar kabin, bisa lebih luas.

Biasanya, mobil dengan panoramic roof, memiliki bidang kaca yang sangat besar. Bisa jadi membentang hampir di seluruh atap, seperti milik Outlander Sport, atau Mercedes-Benz C-Class misalnya. Sebab, jika hanya sebagian, biasanya klasifikasi yang lebih tepat untuk menyebutnya adalah sunroof. Panoramic roof juga berlaku baik untuk atap kaca yang bisa dibuka, ataupun tidak. Nissan Serena Highway Star misalnya, atap kacanya yang begitu besar, tak bisa dibuka, namun memberikan pengalaman mengasyikkan.

Sun Roof

Sunroof terbuka

Jenis atap kaca ini, mungkin paling mudah Anda temui saat ini. Sebab untuk mengaplikasikan kaca dengan dimensi yang terbilang kecil dibanding keseluruhan atap mobil, cenderung lebih mudah. Bahkan aplikasi atap inipun kerap menjadi fitur andalan para Agen Pemegang Merek untuk mendeskripsikan mobilnya sebagai varian tertinggi.

Honda CR-V Prestige, salah satunya. Tipe tertinggi dari CR-V yang diedarkan sejak 2014 ini, akhirnya diberikan sun roof untuk menandakannya sebagai varian termewah.

Sun roof sendiri awalnya digunakan pada 1937 oleh pabrikan Nash Motor Company untuk mendeskripsikan adanya potongan atap yang bisa dibuka. Yup, bukan kaca, melainkan bagian atap. Tergantung apa material yang digunakannya, bisa berupa pelat, maupun kaca. Istilah moon roof sendiri baru muncul tahun 1970an oleh Ford ketika menggunakan kaca sebagai bagian atap yang bisa dibuka.

Namun pada perkembangannya baik itu moon roof, sun roof, ataupun istilah lain hanyalah masalah diksi yang digunakan pabrikan sebagai materi promonya. Pasalnya, saat ini moon roof pun bisa berfungsi menjadi sun roof-atau sebaliknya-ketika ia (moon roof) memiliki atap kaca dan juga ada lapisan hardboard ataupun tirai yang bisa menutupinya.

Convertible

MINI Convertibel

Sesuai namanya, convertible yang artinya memiliki kemampuan untuk berubah, jenis atap ini mendeskripsikan kemampuan mobil untuk berubah format dari roadster (mobil tanpa atap) ke mobil dengan atap. Cabriolet pun hanyalah nama lain dari jenis atap ini. Yang berubah format tentu saja hanyalah atapnya, bukan berubah seutuhnya menjadi motor seperti Bat Mobile tunggangan Batman. Convertible sebenarnya merupakan perkembangan dari roadster. Karena memiliki mobil tanpa atap sama sekali, justru menjadi masalah karena keterbatasan penggunaan, yang memaksa pemilik hanya bisa menggunakannya saat tak hujan saja.

Atap mobil yang dideskripsikan sebagai convertible dimaksudkan pada atap yang bisa berubah bentuk baik itu terlipat, tergulung, hingga bentuk mobil pun terlihat berubah menjadi roadster tanpa atap. Belakangan, nama roadster yang lebih catchy pun sering digunakan untuk sebagai nama promosi untuk varian dengan atap yang bisa melipat seperti ini. Misalnya saja, Mazda MX-5 Roadster. Ia masih memiliki atap, namun bisa dikonversi menjadi roadster tanpa atap dalam hitungan detik saja.

Convertible atau cabriolet, awalnya hanya terbatas pada atap kanvas (rag top/canvas top) dengan rangka yang bisa dilipat dan digeser masuk ke bagasi secara manual, di mana sang pamilik harus turun dari mobil dan melipat atapnya. Namun seiring perkembangan, material keras seperti hard top pun bisa dilipat dan masuk rapi dengan mekanisme yang lebih rumit. Bahkan, saat ini mobil-mobil modern dengan atap convertible, bisa masuk dengan mekanisme elektrikal ketika berjalan sekalipun. Mazda MX-5, Mercedes SLK, adalah beberapa contoh yang mengaplikasikan jenis ini. Sedangkan BMW Z-Series, Smart Fortwo, MINI Cabrio, memilih jenis material kanvas.

Hard top

Jeep dengan atap hardtop

Eits, nanti dulu. Mungkin ketika Anda mengenal istilah hard top, imajinasi Anda langsung menggiring ke sosok Toyota FJ dan Jeep yang memiliki atap kanvas ataupun keras (hard top).  Jeep yang sempat dikenal dengan varian Jeep Hard Top. Tak salah memang, sebab hingga saat ini, Jeep masih menyebut varian dengan atap ini sebagai hard top untuk membedakannya dengan atap kanvas.

Pada dasarnya memang demikian, yakni atap yang Anda lihat di Jeep Wrangler Hard Top. Atapnya yang terbuat dari material plastik atau pelat keras, memiliki material yang lebih keras (hard) dibandingkan material pembungkus atap lainnya seperti kanvas yang berpotensi disobek, ataupun tak kedap suara ketika hujan deras. Namun, istilah hard top sebenarnya sudah digunakan sejak tahun 1950 an oleh Ford Thunderbird, Chevrolet Corvette, dan banyak lagi.

Pada intinya, hard top adalah perangkat atap mobil, yang terbuat dari material keras, dan bisa dibongkar pasang. Yup, bukan dibuka-tutup, melainkan dilepas, lalu mobil Anda menjadi tanpa atap, sementara atap disimpan di tempat lain.

Hingga saat ini, Jeep masih merilis Wrangler dengan atap jenis ini. Tentunya ini untuk memberikan pengalaman ganda bagi pemilik untuk menikmati moda berkendara atap terbuka seutuhnya, atau tertutup tapi tetap aman dan tak takut sobek atapnya. Belakangan, mobil-mobil supercar juga ada yang menggunakan atap jenis ini, misalnya saja Lamborghini Aventador Roadster. Atapnya kerasnya yang bisa dilepas lalu disimpan di bagasi, menunjukkan kemampuan ini.

Roadster

Veneno Roadster mobil mahal tanpa atap

Untuk lebih mudah menggambarkannya, kami ceritakan soal Lamborghini Veneno Roadster. Mobil seharga Rp 59 Milliar ini, tak memiliki atap. Hanya ada pilar A, dan pilar B yang berdiri di bodi. Yup, istilah roadster sebenarnya digunakan untuk merujuk pada jenis mobil tanpa atap. Bukan atap yang bisa dibuka, lalu ditutup kembali.

Sejak era mobil pertama kali ada, di awal abad 19, mobil dengan format seperti ini sudah ada. Keinginan menggunakan mobil yang kala itu kecepatannya belum terlalu tinggi dengan hembusan angin menerpa langsung ke pengemudi, adalah sensasi yang ingin dituju. Ford Model T, misalnya. Varian roadsternya dihadirkan tanpa atap sama sekali.

Lalu, bagaimana dengan keamanannya jika tanpa atap? Well, di era abad 19, kecepatan mobil penumpang saat itu belum bisa terlalu tinggi seperti saat ini juga. Dan faktor keamanan bagian atap pun belum menjadi hal yang sangat difokuskan seperti saat ini. Berbeda tentunya dengan Lamborghini Veneno Roadster. Mobil ini walaupun tak memiliki atap, namun di bagian pilar A dan belakang jok ditambahkan struktur penguat agar kepala penumpang tetap aman walau mobil terbalik sekalipun.

Foto : Newspress

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil