Lima Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli MPV

Lima Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli MPV

Ketika ingin membeli sebuah mobil Multi Purpose Vehicle (MPV), tentunya konsumen memiliki beberapa pertimbangan, di samping harga jual dan juga varian pilihan warnanya. Memang terdapat banyak aspek yang berperan sebagai indikator tersebut, namun menariknya, setiap jenis mobil sudah mempunyai prioritas kebutuhannya sendiri-sendiri. Termasuk juga MPV yang lebih mengedepankan kemampuan untuk mengakomodasi penumpang di dalam kabinnya.

Oleh karenanya, dibawah ini kami paparkan lima hal yang perlu dipertimbangkan ketika Anda sedang melakukan 'walk-in' di showroom atau berburu MPV di pameran otomotif agar dapat menemukan pilihan mobil yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan Anda. Apa sajakah kelima hal tersebut? Berikut adalah daftarnya.

Dimensi Bodi

Pilih Dimensi

Ketika berburu idaman, ada baiknya juga untuk memperhatikan ukuran dari mobil tersebut di bagian belakang brosur atau data spesifikasi pada laman website brand mobil tersebut. Hal ini, dibutuhkan untuk memperhitungkan aspek fleksibilitas yang dapat diberikan, ketika sedang melakukan manuver di kepadatan lalu lintas ataupun saat parkir.

Semakin panjang dimensi MPV-nya maka semakin banyak ruang gerak yang diperlukan, namun bila terlalu pendek, bisa jadi ruang kaki yang tersedia pada bangku baris ketiga menjadi terbatas sehingga rasa kurang nyaman 'menghantui' penumpang belakang saat perjalanan jauh. Memang salah satu yang menjadi indikator keleluasan kabin dari sebuah kendaraan adalah dimensi panjang, disamping jarak sumbu roda, lebar dan tinggi atap.

Selain ukuran panjangnya, bagian ukuran bodi MPV yang perlu diperhatikan juga adalah jarak terendah ke tanah atau dikenal dengan ground clearance. Di satu sisi, apabila nilai milimeternya semakin kecil memang sanggup memberikan akses masuk ke kabin yang lebih mudah, akan tetapi, di sisi lain menjadi permasalahan yang cukup berarti, terutama ketika Anda sedang parkir atau menempatkan mobil di garasi yang menanjak.

Selain itu, polisi tidur yang tinggi atau jalanan yang berlubang menjadi sesuatu yang perlu dihindari. Jika kurang memperhitungkannya, bisa jadi bumper bagian depan dan side skirt MPV kesayangan Anda menjadi 'target' yang empuk untuk sering diperbaiki oleh bengkel body repair.

Desain Eksterior

Berbagai ukuran MPV menentukan kenyamanan

Di Indonesia, merujuk dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) terdapat 3 buah genus MPV yang diniagakan yakni Low MPV, MPV dan Upper MPV. Adapun perbedaan ini juga merujuk dari dimensi bodi, harga jual dan kelengkapan kendaraan yang dikenakan. Nah, dengan demikian Anda bisa menyesuaikan jenis bodi MPV mana yang cocok dan diinginkan.

Low MPV sendiri terbagi menjadi dua kategori, yakni Low MPV 'Boxy' seperti Daihatsu Luxio, Suzuki APV dan Nissan Evalia, sedangkan Low MPV 'Sporty' yang terdiri dari Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, Chevrolet Spin, Honda Mobilio dan Mazda VX-1. Salah satu kelebihan dari MPV Boxy adalah ruang kabin yang luas karena rancang bangun yang mengotak, sedangkan kekurangannya adalah tampilannya yang kurang dinamis seperti Low MPV sporty. Di pasar Indonesia, Low MPV berjenis sporty lebih banyak diminati dibandingkan Low MPV 'Boxy'.

Berpindah ke 'genus' MPV, Anda memiliki pilihan Toyota Innova, Nissan Grand Livina, Honda Freed, Isuzu Panther, Proton Exora dan pendatang baru Toyota Sienta. Mengapa berbeda dengan Low MPV? Indikator pertama adalah mesin yang diusungnya lebih dari 1.5L dan dimensi bodi yang lebih besar. Menariknya, dua diantara pilihan tadi yakni Freed dan Sienta sudah menekankan konsep pintu geser otomatis atau power sliding door yang kerap digunakan oleh jenis tertinggi dari MPV.

Nah, tingkatan terakhir MPV ialah Upper MPV. Secara ukuran panjang lebar dan tinggi sudah pasti berbeda dengan MPV serta desain bodinya yang cenderung mewah. Bagi Anda yang membutuhkan MPV dengan tampilan lebih lux, bertenaga dan tetap bisa membawa banyak penumpang, kelas ini bisa jadi pilihan, akan tetapi harus siap merogoh kocek lebih dalam. Line-up Upper yang bisa Anda dipinang adalah Toyota Alphard, Toyota Vellfire, Nissan Elgrand, Honda Oddysey, Mazda8, Toyota NAV1, Nissan Serena, Mazda Biante, Mitsubishi Delica, Mercedes-Benz V-Class dan Hyundai H-1 yang mendapatkan penyegaran di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2016 kemarin.

Perfoma Mesin

kelas MPV ditentukan juga oleh mesinnya

Tak hanya dimensi yang perlu diperhatikan di data spesifikasi, akan tetapi area mesin dan transmisi juga perlu menjadi pertimbangan. Apakah hanya menjadi 'mobil harian' yang berputar-putar di kota atau sebagai 'mobil akhir pekan' yang suka melakukan perjalanan jauh? Nah, pertanyaan ini biasanya menyasar ke pilihan mesin mana yang cocok dengan pilihan MPV Anda. Mesin besar atau Mesin kecil dan transmisi otomatis atau manual?

Apabila membutuhkan daya yang besar karena sering perjalanan jauh dengan muatan penuh misalnya lintas kota saat liburan panjang atau lebaran, maka pilihan mesin yang kami sarankan adalah diatas 1.5L, bila dikonversikan artinya di 'genus' MPV dan Upper MPV. Untuk pola pemindah dayanya, baik otomatis ataupun manual tergantung dengan selera Anda, akan tetapi, kebanyakan di kedua jenis tadi mengaplikasikan mode perpindahan tanpa gigi.

Sedangkan, ketika lebih cenderung digunakan untuk beraktifitas harian, line-up Low MPV bisa menjadi jawabnya. Berada direntang kapasitas depot tenaga 1.0 L sampai dengan 1.5 L sudah tergolong memadai. Yang menariknya disini, transmisi otomatis selalu ditanyakan oleh konsumen kepada tenaga penjual untuk menghindari kelelahan saat kemacetan. Ya, ketika lalu lintas yang padat, aktifitas mengganti gigi dan menginjak kopling selalu dilakukan. Tetapi tidak sedikit juga yang mencari transmisi manual, karena biaya perawatan yang lebih ekonomis dan juga lebih sporty saat dikendarai.

Akomodasi Penumpang

Akomodasi kabin sesuai dimensi

Sekarang saat masuk ke dalam kabin dan perhatikan daya akomodasi penumpang serta keleluasan bangku di setiap barisnya. Multi Purpose Vehicle (MPV) pada umumnya sanggup menampung hingga 7 orang dengan tiga buah baris jok, tetapi pembedanya adalah keleluasan ruang kaki (legroom) dan ruang kepala (headroom) di baris tersebut.

Langkah pertama adalah mencoba duduk di baris pertama sebagai pengemudi. Disini, Anda bisa memeriksa jarak pandang mengemudi di balik kemudi, hal ini perlu mengingat faktor keamanan saat mengemudi. Apabila Anda belum dapat melihat dengan luas silahkan menaikkan ketinggian bangku dengan fitur yang tersedia baik secara elektrik atau manual dengan tuas pompa.

Kemudian, berpindah ke baris kedua. Terdapat beberapa model baik di MPV dan Upper MPV yang menyematkan bangku model captain seat atau ottoman seat di bagian ini. Memang faktor kenyamanan menjadi lebih meningkat dengan fasilitas tersebut dan juga menyediakan jalan masuk ke bangku belakang tanpa perlu melipat bangku. Namun, ekstra jok penumpang yang biasanya hadir pada baris kedua dapat memuat tiga orang, menjadi tereliminasi di sini.

Bagaimana dengan bangku baris ketiga? Untuk kelas Low MPV, hal ini perlu diperhatikan agar penumpang dapat duduk dengan nyaman. Ya, karena dimensi panjang MPV jenis ini lebih compact sehingga 'legroom' atau ruang untuk kaki tidak seluas kelas lainnya. Di samping itu, pilihan mode pelipatan bangku perlu dipertimbangkan apakah 50:50 atau 60:40 agar dapat memuat barang bawaan.

Fitur Keselamatan

fitur keselamatan menentukan harga

Yang terakhir adalah fasilitas penunjang keselamatan berkendara. Untuk bagian ini, memang mempunyai hubungan garis lurus dengan banderol harga dan juga genus MPV. Semakin tinggi harga jualnya maka peranti keselamatannya semakin lengkap, akan tetapi bukan berarti low MPV tidak dilengkapi dengan fitur ini. Jika ingin mencarinya dari brosur, biasanya informasi ini menempati bagian bawah dari data spesifikasi.

Beberapa jenis peranti keselamatan yang pada umumnya berstatus perangkat standar oleh Low MPV adalah airbag (kantung udara), sabuk pengaman di semua bangku dan pengereman Anti-lock Braking System (ABS). Sedangkan di MPV ditambahkan seperti sistem Brake Assist (BA) dan Electronic Brake Distribution (EBD). Nah, khusus di kelas Upper MPV yang harganya di atas Rp 1 Miliar pastinya semakin sempurna berkat bantuan beberapa sensor yang dapat menganalisa kondisi berkendara sampai dengan menghindari terjadinya kecelakaan yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Pilih Sienta Baru atau Nav1 Bekas?

Foto: Dari berbagai sumber

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil