BMW: Perjalanan 100 Tahun, 6 Mobil Terbaik

Diterbitkan Pada Oleh Indra Alfarisy di Oto

Jakarta: Jerman, entah kenapa selalu menghasilkan mobil yang tidak lekang dimakan waktu. Tidak percaya? Ada berapa banyak VW kodok atau VW klasik yang berseliweran di akhir pekan? Ada berapa banyak komunitas Mercedes-Benz dan BMW di Indonesia, yang mewakili setiap tipe? Yang belum terdengar mungkin Audi karena mereknya relatif baru masuk ke Indonesia.


Berkaitan dengan ulang tahun ke-100 BMW, Grup pabrikan yang sebetulnya belum sebesar Daimler (Mercedes-Benz) dan VW, tapi mampu membuat kejutan dengan visi-visi mereka yang jauh kedepan. Coba lihat BMW i3 dan i8. Atau yang lebih sederhana, bagaimana mereka membuat mobil sehari-hari memiliki performa layaknya supercar dengan produk M-Series. Atau kalau Anda pecinta roda dua, tentunya tahu bagaimana inovasi sebuah motor BMW. Dan dalam perayaan satu abad BMW ini, mereka mengeluarkan sebuah mobil konsep yang seolah didatangkan dengan mesin waktu dari masa depan.


Kami mencoba mengkompilasi BMW (roda empat) terbaik yang pernah dicoba, baik di Indonesia maupun saat penugasan di luar negeri. Hasilnya, ada 6 BMW, yang menurut kami adalah yang terbaik. Ok, Anda boleh berpendapat BMW M pasti yang paling keren. Kami tidak bisa melihat seperti itu. Terbaik bukan berarti terkencang karena ada hal lain yang harus dipertimbangkan.


Melihat pengalaman kami dengan BMW di masa lampau, akhirnya bisa disimpulkan ada enam mobil yang menjadi favorit kami. Dan (maaf) tidak ada satupun dari X-Series yang masuk.


BMW 318i E30 'M40'


BMW Mas boy


Pengalaman pribadi dari dua kali pernah memiliki E30 mengatakan BMW 318i dari generasi 3-Series E30 adalah BMW tua yang paling menyenangkan, kalau radiatornya tidak bertingkah. Tapi memang hampir semua BMW atau mobil Eropa buatan tahun 'klasik' memang bermasalah dengan panas mesin di negara-negara tropis. Namun hal itu tidak menghalangi E30 untuk tetap berada di jajaran BMW favorit. Sedan yang dipopulerkan oleh film Catatan Si Boy di Era 80-an ini memilliki bentuk yang ringkas, bagasi besar, bisa menampung lima orang, dan hal-hal yang menyangkut kepraktisan lainnya membuat mobil ini menyenangkan.


Di sisi teknis, E30 dengan mesin M40B18 cukup untuk penggunaan di dalam kota maupun luar kota. Menurut spesikasi teknis di situs BMW, mesin ini mampu menghasilkan 113 hp dengan torsi 162 Nm. Tentunya seiring penggunaan, performanya akan berkurang, tergantung bagaimana perawatannya. Hal lainnya adalah handling. Bahkan dengan kaki-kaki yang tidak bisa dibilang dalam kondisi baik sekalipun, pengendalian dan pengendaraannya terasa meyakinkan. Dua hal inilah yang membuat kami ingin memiliki lagi BMW E30 'mas boy'.


BMW M3 E92


BMW M3 E92, punya handling terbaik


E92 adalah bagian dari generasi kelima BMW 3-Series E90 yang muncul di tahun 2005-2013. Saat itu, BMW belum memisahkan mobil berbentuk coupe menjadi BMW dengan nomenklatur genap (Seri 2,4,6). Untuk membedakan, kode body yang dirubah dimana E92 adalah BMW 3-series coupe. M3 ini, sekali lagi berdasarkan pengalaman pribadi, adalah mobil berperforma hebat yang mudah dikendalikan.


Lebih dari itu, M3 tersebut adalah mobil berperforma pertama yang pernah kami coba. Letupan-letupan dari knalpot saat perpindahan gigi, raungan mesin saat dipacu, hingga pergerakkan mobil yang presisi mengubah pandangan soal apa arti sebuah mobil, dan bagaimana menghargai proses design & engineering-nya. Mobil ini juga yang mengubah pandangan bahwa sebuah mobil kencang bukan berarti sulit dikendalikan dan digunakan sehari-hari. Dengan mengusung mesin S65 berkonfigurasi V8, dan kapasitas mesin 4,0 lilter. Tenaganya mencapai 420 PS, dan torsi maksimum 400 Nm, yang memuncak pada 3.900 rpm.


BMW 520d F10


BMW 5 series


Untuk pertama kalinya dalam sejarah BMW di Indonesia ada produknya yang bermesin diesel. Lebih dari itu, penerimaan pasar secara mengejutkan juga cukup baik, bahkan bisa menempel penjualan BMW 5-Series bermesin bensin. Dan kemunculannya mendadak membuat bahan bakar diesel Pertamina DEX ada di mana-mana.


520d mematahkan pandangan bahwa mesin diesel itu murahan, berisik, berbau tidak sedap, dan lamban. Mobil ini memiliki torsi sebesar 380 Nm pada 1.750-2.750 rpm, dan hal ini yang membuat 520d terasa lincah dengan dimensi yang tidak bisa dibilang kecil. Kualitas BMW membuatnya terasa nyaman di berbagai kondisi pengendaraan, dengan mesin yang terasa hening jika didengar dari dalam. Dari luar, mesin bensin milik 320i bahkan terdengar lebih berisik. Selain itu, konsumsi bahan bakar 19,2 kpl, membuat saya mendambakan punya mobil ini suatu saat nanti.


BMW M135i F21


M135i hatchback yang kencang


Sulit untuk melewatkan mobil yang satu ini. 1-Series adalah salah satu tambahan model BMW yang muncul di abad 21 ini, untuk melengkapi jajaran yang sudah ada. Khusus untuk M135i, meski mengusung huruf M di depannya, namun hampir tidak ada campur tangan M Division di mobil ini. BMW memasukan mobil ini kedalam jajaran M Performance Car, yang merupakan jembatan antara mobil BMW biasa dan M cars tulen.


Kenapa mobil ini menjadi favorit? Karena performanya yang gila. Untuk ukuran mobil yang compact, dan dijejali mesin N55 (salah sat mesin standar BMW dengan performa tertinggi) 6 silinder segaris berkapasitas 3,0 liter, M135i menghasilkan lontaran tenaga yang terasa luar biasa. Mobil ini mengingatkan saya pada performa M3 diatas, hanya saja memiliki ruang kabin yang lebih sempit. Selain itu, handling sebuah hatchback yang lincah, dibuat lebih presisi oleh BMW sehingga bagi yang pertama kali mengendarainya, mobil akan terasa seperti terlalu spontan. Namun begitu Anda memahami karkaternya, inilah BMW dengan handling yang hebat, diluar kendaraan M Series.


BMW M5 F10


Sedan M5 saloon tercepat


Kalau ditanya mobil BMW yang paling mengesankan yang pernah saya coba, inilah dia. Mobil ini mempermalukan sekaligus membuat saya jatuh cinta. Sirkuit Sepang, disekitar tahun 2010, BMW Asia Pasifik membuat event yang memungkinkan para jurnalis mencoba jajaran mobil-mobil BMW M. M5 terlihat terlalu ganteng untuk dilewatkan dan 10 menit kemudian, setelah beberapa lap, mobil terasa understeer dan dua roda kiri menjejak gravel. Untungnya, mobil ini mudah dikoreksi, sekalipun mengalami traksi yang berbeda di setiap roda. Itulah momen memalukan bersama M5. Selepas itu, mobil dipacu lagi dengan lebih teliti dan mulai dari performa mesin, suspensi, kemudi, membuat kami jatuh cinta.


Namun, dibalik itu jempol harus diacungkan untuk rekayasa M5 yng sedemikian rupa, sehingga kejadian memalukan tadi tidak berubah lebih parah lagi. Beberapa lama kemudian, uji coba di jalanan Jakarta dilakukan. Dan hasilnya, saya semakin cinta dengan BMW M5. Gambarannya seperti ini, saloon lima pintu yang bisa digunakan untuk aktivitas keluarga sehri-hari yang nyaman, bisa berubah menjadi mobil gahar, kapanpun Anda mau. Dan ya, hal itu sangat menyenangkan. Inilah mobil BMW ketiga, yang ada dalam 'wishlist' kami.


BMW 530i E34


Generasi ketiga BMW Seri 5


Yang dimaksud dengan 530i disini adalah yang menggunakan mesin V8 M60. Kenapa? Karena pada mobil ini ada berbagai terobosan yang seolah menjadi pembuka jalan bagi BMW modern, seperti teknologi pengaturan pembakaran VANOS. Sayang, di Indonesia karena konsumsi bahan bakarnya dikatakan boros, membuat populasi mobil ini tidak sebanyak 5-Series E34 lainnya, meski performanya patut diacungi jempol.


Tapi diluar faktor boros, mobil ini kami sukai karena selain terobosan dari generasi sebelumnya, kenyamanan dan fiturnya luar biasa, terutama untuk E34 dengan opsi Individual. Coolbox, jok kulit, airbag dengan sensor, adalah fitur yang membuat E34 terasa sangat canggih. Kompetitor utamanya, Mercedes-Benz E320 juga tidak tinggal diam dan melahirkan E320 Masterpiece. E34 V8 dengan opsi Individual, adalah salah satu mobil incaran kolektor saat ini, demikian juga dengan E320 Masterpiece.


Baca Juga: Toyota C-HR vs Honda HR-V, Pilih Yang mana?

Iklan