Tips Sederhana Merawat Motor Baru

Tips Sederhana Merawat Motor Baru

Motor baru yang Anda impikan sudah sampai di rumah, jangan terburu-buru mengajaknya touring atau bahkan mungkin memodifikasinya. Apalagi jika Anda ingin menggunakannya dalam jangka waktu lama sebagai tunggangan harian. Ketahui beberapa hal penting supaya sang kuda besi tetap awet dan selalu dalam performa terbaiknya.

Inilah beberapa tips untuk merawat motor baru yang kami sarikan dari laman Astra Motor. Apapun tipe motornya, apakah bebek, matik ataupun motor sport sekalipun, lakukan beberapa hal di bawah ini agar motor Anda tetap prima.

1. Panaskan Mesin Motor Sebelum Digunakan

Mungkin terkesan old school, namun langkah ini memang dibutuhkan untuk mengoptimalkan mesin saat bekerja. Panaskan motor sebelum digunakan, biasanya dilakukan saat pagi hari setelah mesin motor mati semalaman.

panaskan motor

Panaskan motor tak perlu berlama-lama, karena hanya akan membuang bahan bakar Anda.5 menit saja sudah cukup untuk membuat mesin hangat dan meningkat secara alami. Tak perlu juga memutar-mutar gas dengan maksud meningkatkan putaran mesin dan mempercepat proses. Ini hanya akan membuang bahan bakar dan membuat bising.

Jangan lupa lakukan ini di ruang terbuka seperti garasi dan dengan kondisi standar tengah berdiri dan tentunya dalam pantauan ya. Lewat proses ini, oli juga akan mulai tersirkulasi ke seluruh komponen bergerak. Hal sederhana ini membantu motor Anda menjadi awet lebih lama.

2. Hanya Gunakan Bahan Bakar Berkualitas

Untuk motor-motor terbaru khususnya keluaran Honda, sudah didesain dengan teknologi sistem injeksi dan teknologi hemat bahan bakar. Untuk membuat sistem ini bekerja dengan baik andan perlu menggunakan bahan bakar beroktan di atas 90. Bahan bakar beroktan tinggi menjadikan pembakaran dalam mesin berjalan sempurna dan tidak menyisakan kerak pada injector sehingga mesin jadi lebih awet.

3. Hindari Membawa Barang Bawaan Berlebih

Perlu Anda ketahui setiap motor mempunyai beban maksimal yang bisa diembannya. Ketahui berapa nominal terbanyak yang bisa diangkut motor dengan melihatnya di buku petunjuk. Beban yang berat dan berlebih membuat tekanan pada ban yang bertambah, kinerja mesin juga turut terkuras karena dipaksa menghasilkan tenaga di luar batas maksimalnya.

Jika sangat terpaksa membawa beban melebihi kapasitas maksimal sebaiknya tidak dipakai terlalu jauh, karena selain memberatkan kerja ban dan mesin juga memberatkan kerja suspensi motor Anda. Tak cuma itu, keseimbangan juga bisa tidak terkontrol saat mengangkut barang terlalu banyak, efeknya tentu berimbas pada keamanan berkendara.

4. Servis Rutin

Melakukan servis rutin memang merepotkan. Namun itu dulu, sekarang banyak layanan yang disediakan bengkel resmi untuk mempermudah proses ini. Booking online hingga layanan servis di rumah bisa Anda manfaatkan untuk membantu menjaga kondisi motor.

Servis rutin akan membuat kuda besi kesayangan tetap terpantau kondisi mekanikalnya oleh para teknisi. Perawatan juga akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan motor atau permintaan Anda. Jangan malas melakukan hal ini demi menjaga performa motor Anda.

5. Manfaatkan Layanan Servis Gratis

Ketika Anda membeli motor baru, biasanya Anda akan memperoleh 4 kali jasa layanan servis gratis. Untuk servis gratis ini tanggal servisnya sudah ditentukan. Selama periode servis gratis ini sebaiknya Anda gunakan sebaik mungkin. Selain jangan sampai terlewat Anda juga harus jeli, jika merasa ada yang tidak beres dengan motor Anda segera laporkan saat servis agar segera ditangani.

6. Rajin Dibersihkan

Membersihan motor dapat dilakukan dengan cara mencuci ataupun sekadar mengelap. Pembersihan motor ini tidak hanya berguna menjaga tampilan motor agar enak dipandang saja, tetapi juga membersihkan kotoran yang mungkin menempel pada mesin atau pada kanvas rem. Pembersihan juga memungkinkan Anda melihat jika ada anomali pada komponen motor.

Ketika mencuci motor biasakan menggunakan shampoo motor agar hasilnya lebih maksimal. Selain itu juga semprotkan air dengan kencang pada bagian berdebu agar tidak menimbulkan goresan saat digosok. Untuk bagian roda, Anda bisa membersihkannya dengan sikat lembut dan kecil seperti sikat gigi agar dapat menjangkau bagian celah kecil.

Saat musim hujan, segera cucilah motor setiap habis kehujanan karena air hujan sifatnya cenderung asam dan dapat menimbulkan karat yang akan membuat bagian yang terbuat dari besi cepat keropos. Setelah dicuci, segera keringkan motor agar tidak menyisakan bercak putih pada body motor dan lanjutkan dengan silicon agar lebih mengilap.

7. Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung

Paparan sinar matahari secara langsung dan sering menyebabkan retakan pada kaca spedometer dan juga membuat warna body motor menjadi kusam dan memudar. Usahakan untuk mencari tempat yang teduh saat parkir atau gunakan mantel penutup agar motor terlindung dari paparan UV secara langsung.

Itulah 6 cara sederhana merawat motor baru yang bisa Anda lakukan di rumah. Perawatan secara rutin akan membuat motor lebih awet, tidak gampang rusak dan performa tetap maksimal. (Van)

Sumber: Astra Motor

Selain merawat motor, ada beberapa hal juga yang perlu Anda patuhi atau bahkan hindari untuk dilakun jika ini adalah kali pertama memilikinya. Berikut rangkumannya.

1. Mengabaikan Sistem Penguncian Helm

Helm merupakan salah satu perlengkapan wajib bagi setiap pengguna sepeda motor. Mengenai kelengkapannya, pelindung kepala ini juga harus memiliki sistem penguncian. Sebelum mulai berkendara, perangkat itu harus terkunci dengan baik. Pada helm dengan mekanisme microlock misalnya, pastikan hingga berbunyi 'klik'.

Ini penting ketika mengalami insiden atau terjatuh saat berkendara. Dengan helm terkunci tadi, maka kejadian helm terlepas akan dieliminir untuk mengurangi cedera serius. Namun, pastikan pula helm yang dipakai sudah memenuhi standar keselamatan terbaik. Minimal sesuai dengan SNI.

Honda CBR 150 R - Posisi Riding Sporty

2. Kebiasaan Meletakkan Jari di Tuas Rem

Perilaku ini mungkin menjadi pemandangan umum di kalangan pemotor. Maksud hati agar lebih sigap ketika harus melakukan pengereman mendadak. Namun, kebiasaan seperti ini juga menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan. Pasalnya, tidak sedikit pula pemotor kehilangan konsentrasi.

Baca juga: Panduan Pemotor Pemula, Daftar Gear yang Perlu Dimiliki untuk Riding Dalam Kota

Alhasil, refleks melakukan pengereman mendadak, sementara posisi berkendara maupun motor tidak dalam kondisi ideal. Situasi ini dapat menyebabkan roda selip dan terjatuh, apalagi jika pemotor tidak siap. Bahayanya lagi, hal tadi juga dapat menimbulkan kecelakaan beruntun di belakang.

Biasakanlah tidak menaruh jari di tuas rem dan belajar mengontrol penggunaan rem dengan baik. Dari pemaparan pihak Wahana Honda, proses pengentian laju kendaraan sebaiknya dilakukan simultan. "Umumnya kita diajarkan untuk menggunakan rem dengan porsi 60:40, atau porsi rem depan 60% dan rem belakang 40%. Distribusi pengereman ini dimaksudkan untuk menghindari resiko adanya selip saat proses mengerem," tulis mereka dalam situs resminya. Jangan lupa menurunkan atau menutup tuas gas sebelum berhenti.

Spion motor

3. Mengesampingkan Fungsi Spion

Tentu ada alasan kenapa spion bawaan pabrikan dibuat dengan ukuran cukup lebar. Ya, tujuannya adalah agar pengendara mendapatkan visibilitas maksimal kala memantau situasi di belakang. Penggunaannya sangat penting, terutama sebelum Anda menyalip kendaraan lain atau berbelok.

Itulah kenapa spion ini perlu sekali diatur. Menyoal pengaturannya pun tidak sulit. Usahakan bagian belakang menjadi area paling dominan. Bukan tangan atau wajah Anda! 

Sumber: Wahana Motor

Baca juga: Mau Turing di Masa New Normal, Rider Wajib Perhatikan Hal Ini

Baca Juga: Perkakas Penting yang Perlu Dibawa Saat Touring

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Motor Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Motor