jakarta-selatan

First Ride Viar Vintech 200: Retro Idaman!

  • 10 Agt, 2018
  • 5044 Kali Dilihat

Melihatnya saja, para pecinta motor retro pasti tertarik. Viar Vintech 200 memang punya desain idaman. Bodi ramping yang minim sudut, warna hitam polos, pelek jari-jari dan lampu bulat jadi ciri khas. Sederhana, tapi justru itulah daya pikatnya.



Ditambah Vintech 200 dibekali ban lebar nan tebal dari Swallow Classic. Ukuran karet bundar depannya 90/90-17 inci, belakang 120/80 inci. Ini membuat tampilan retronya semakin tak terbantahkan. Ketika ditunggangi, saya sebagai pemilik tinggi 168 cm juga tidak kesulitan. Kaki menapak aspal secara sempurna. Plus bobot ringan cuma 120 Kg, sehingga pemula sekalipun pasti percaya diri berkendara dengannya.


Kunci kontak diputar ke posisi on. Kemudian tombol starter ditekan. Suara mesin dan knalpotnya langsung menyambut merdu, seolah-olah mengajak segera berkendara. Tuas gas diputar, motor melaju mulus. Jantung mekanis 200 cc miliknya jauh dari kata liar. Walau begitu, bukan berarti Vintech 200 tidak menyenangkan diajak berkendara. Anda hanya perlu sabar karena performa maksimalnya keluar secara berjenjang, khas motor klasik.


Kopling ringan serta perpindahan gigi transmisi yang mudah, juga jadi kelebihan. Di atas kertas, mesin satu silinder SOHC, bisa memuntahkan torsi hingga 15 Nm pada 8.000 rpm dan tenaga maksimal 18,3 PS pada 9.000 rpm. Sistem transmisi padanannya, 5-percepatan manual.



Soal posisi berkendara, sedikit ada aura agresif. Viar mengaplikasikan setang datar yang membuat pengendara agak menunduk. Meski demikian, saya tetap merasa rileks lantaran posisi pijakan kaki tidak terlalu ke belakang. Bantingan suspensi pun terasa nyaman ketika melewati undakan. Racikan suspensi depan teleskopik dan belakang jenis ganda, perlu diacungi jempol.


Diajak meliuk-liuk di antara cone pembatas, barulah terasa kekurangannya. Vintech 200 terlalu kaku untuk berbelok. Inilah konsekuensi penggunaan ban lebar dengan profil rata.


Soal kestabilan berkendara saat kecepatan tinggi dan kemampuan manuvernya, saya belum bisa berbicara banyak. Apalagi untuk konsumsi bahan bakar rata-ratanya. Maklum, area test ride GIIAS 2018 tidak luas dan terbatas untuk pengujian dua putaran saja.


Fitur dan Harga Viar Vintech 200



Jangan berharap banyak untuk fitur, namanya juga motor retro. Lampu depan dan sein masih bohlam, tapi lampu belakang sudah LED. Panel instrumen analog dengan tiga bagian. Sisi tengah memberikan info kecepatan, jarak tempuh dan posisi gigi transmisi. Di sektor kiri ada indikator bahan bakar dan kanannya putaran mesin.


Tidak seperti kawasaki W175 yang tak memiliki standar tengah, Vintech 200 punya. Kemudian kick starter pun tersedia, bila motor sulit diaktifkan lantaran bermasalah dengan baterai atau aki.


Viar memang belum memasarkan Vintech 200 secara resmi. Di GIIAS 2018, mereka baru memperkenalkannya dan memberi kisaran harga. Kuda besi kembaran produk Cina, Zongshen Infinity ini, kemungkinan dijual Rp 22 juta (OTR Jakarta). Pemasarannya siap dilakukan akhir 2018. Tertarik? (Lod/Odi)

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Motor Viar Pilihan

  • Populer
  • Komparasi