First Ride Aprilia Shiver 900 (Part-1): Torsi Brutal di Balik Desain Konservatif

Gambar
Review Pengguna

Rupa Aprilia Shiver 900 jauh dari kesan bengis. Para insinyur desain Italia, memilih meraciknya dengan lembut dan bahkan cenderung konservatif. Tapi kesederhanaan itu, ternyata tak sejalan dengan bekalan jantung pacunya. Tembakan torsi brutal bisa didapat kapanpun Anda minta. Dengan sedikit mencicipi di jalanan kota, inilah impresi kami.

Performa

Saat dinyalakan, deruman mesin seakan langsung mengancam jika tidak berhati-hati. Bunyi dua silindernya Aprilia Shiver 900 bisa dibilang mirip dengan Ducati Monster 821. Sangar sekali. Tapi lebih beringas lagi saat selongsongnya mengalirkan udara dengan bebas, alias memakai knalpot aftermarket.

Mode Tour pun dipilih, serta seluruh perangkat keamanan diaktifkan. Mengingat jalur yang dilewati di perkotaan nan padat kendaraan. Maka kami tak mau main-main dengan safety. Walaupun, sudah gatal mengobrak-ngabrik kemampuannya.

Berliuk di antara kendaraan dan mengantre di traffic light membuat mesin motor mulai panas. Kaki hingga paha terasa hangat ditambah matahari yang sedang terik. Temperatur mesin pun beranjak naik cukup tinggi. Wajar saja, ini bukan santapannya. Motor apapun dengan mesin sebesar ini pasti senasib, walau sudah pakai radiator besar.

Akhirnya kami sampai di lurusan yang agak lowong. Di sinilah semua itu dibuktikan. Tanpa mengubah mode berkendara, jambakan torsinya sudah sangat impresif. Gapaian 0-100kpj tercapai dalam sekejap mata. Dan rasanya tak sampai empat detik walaupun kami tak hitung pasti.

Berulang kali kami lakukan dan terasa sangat menyenangkan. Hingga di titik penasaran, menjajal mode Sport yang diklaim jauh lebih tajam. Pergantian ini bisa dilakukan sembari melaju, asal gas ditutup. Setelah aktif, kami tak bisa berkata lagi. G-force semakin besar dan motor berakselerasi dengan galak. Tapi hal ini tidak kami lakukan lama. Kondisi jalanan terlalu berbahaya untuk menguji mode Sport. Gaya “Tour” sudah cukup buat situasi seperti ini.

Dalam catatan angka, memang ia mampu memberi output torsi yang terbesar (90 Nm/ 6.500rpm). Setidaknya jika dibandingkan Ducati Monster 821. Semua itu datang dari rangkaian mesin V-Twin 90 derajat, berkubikasi 896 cc empat katup per silinder. ECU Marelli berkode 7 SM pun sudah dipasangkan, menunjang seluruh perangkat bekerja optimal. Soal daya kuda yang dicapai, Shiver memberikan tenaga sebesar 95 hp/8.750 rpm. Angka ini sangat cukup dengan bobotnya yang 218 kg (Fully Fueled). Tapi kalau dibanding kompetitor, justru lebih kecil.

Handling

Konstruksi utama Shiver seutuhnya dibuat baru. Dari komstir hingga ke tengah menggunakan model teralis yang disapu merah. Tepat di tengahnya, baut high strength mengunci sambungan rangka aluminium. Arsitektur seperti ini membuatnya lebih rigid sekaligus enteng.

Bekerjasama juga dengan shock upside down 41mm di depan dan monoshock yang ditidurkan sebelah kanan. Dua suspensi ini bisa diseting preload maupun rebound damping-nya. Sehingga karakter bantingan bisa dipersonalisasi sesuai kebutuhan.

Lantas performanya? Sejauh ini yang kami rasakan, pengendalian motor begitu akurat kala menikung. Sudah sewajarnya, bantingannya agak kaku jika melahap polisi tidur atau jalan berlubang. Tapi guncangannya sangat bisa ditolerir. Menungganginya pun tak sulit. Untuk motor sebesar ini, postur 170 cm dan berat badan 70 kg sanggup mengontrolnya dengan baik. Bahkan di keadaan padat sekalipun. Radius putar saat diuji memutar balik, juga sewajarnya motor segmen ini. Tidak terlampau banyak.

Pelek palang baru berperan atas berkurangnya bobot motor. Di belakang tereduksi sekitar 1,3kg dan depan 0,9kg. Plus, balutan ban Dunlop 120/70 17 inci di depan dan 180/55 17 inci di belakang mengunci traksi semakin baik. Permukaannya cukup lebar untuk bermanuver tajam di tikungan.

Soal penjinak laju, bekalannya proporsional. Dua cakram 320mm di depan diapit kaliper empat piston masing-masing. Feedback tuasnya empuk dan mencengkeram ban dengan baik. Melakukan deselerasi dari keadaan kencang sama sekali tak membuat kami khawatir.

Begitu juga belakangnya, yang memakai disc brake 240mm single piston. ABS dua kanal tentunya sudah terkoneksi, menjaga ban terkunci saat hard braking. Tak diketahui vendor remnya siapa, kaliper hanya dibubuhi tulisan Aprilia. Namun kemungkinan besar Brembo yang memenuhinya, jika mengacu pada model dan beberapa seri Aprilia sebelumnya. (Hlm/Van)

Baca Juga: Begini Rasanya Vespa GTS 300 Super Tech

Jelajahi Aprilia Shiver 900

Aprilia Shiver 900 Rp 560 Juta Cicilan : Rp 12,78 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store