jakarta-selatan
kali dibagikan

Suzuki Ertiga Diesel Hybrid: Bernyali Besar!

  • 17 Feb, 2017
  • 12369 Kali Dilihat

Segmen Low MPV memang lahan subur. Siapa pun yang menggarapnya, dan berhasil menciptakan bibit unggul terbaik, niscaya bakal menuai panen berlimpah. Maka, banyaklah pabrikan otomotif yang memperebutkan lahan ini. Atau sekurangnya, mencicipi sedikit potongan kue lezat dari hasil panennya.


Toh tak semua pabrikan berhasil menggarap pasar LMPV. Karena butuh nyali besar dan bermental baja, jika benar-benar ingin terjun di belantara yang sadis ini. Masih ingat General Motors dengan investasinya yang besar, mengaktifkan pabrik di Pondok Ungu untuk membangun Chevrolet Spin. Pada akhirnya, pabriknya harus tutup lantaran gagal bersaing dengan Toyota, Honda dan Suzuki.


Road test - Ertiga Diesel Hybrid (6)-006


Padahal, dari segi produk, Spin sudah memenuhi persyaratan yang diinginkan konsumen. Salah satunya, pilihan mesin diesel, selain dua mesin bensin 1,2L dan 1,5L. Konsumen Indonesia sudah mulai melek teknologi diesel modern yang tidak lagi berisik dan bergetar keras. Selain halus, keiritannya juga sulit ditandingi mesin bensin. Tapi kembali lagi, nama besar brand dan layanan purna jual merupakan penentu utama suksesnya sebuah produk


Kini, LMPV bermesin diesel kembali hadir. Ialah Suzuki yang mendatangkan Ertiga Diesel utuh dari India, sekaligus memperkenalkan teknologi mild hybrid yang disebut Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS). Mendengar brand sebesar Suzuki menghadirkan diesel, rasanya jauh lebih optimis dibandingkan Chevrolet dengan Spin-nya. Hanya ada satu yang mengganjal dari Ertiga Diesel Hybrid ini, hanya tersedia transmisi manual saja.



Desain


Tampilan fisik tidak ada perbedaan dengan New Ertiga tipe GX yang diperkenalkan 2015 lalu. Grille sudah tersemat model krom tiga bilah besar dan rumah fog lamp juga berhias krom. Tak lupa, tambahan garnish di antara kedua lampu belakang, menjadi tren di segmen ini. Pembedanya, hanya emblem DDiS di kedua sisi depan dan Hybrid ZDi di belakang.


Dan jika Anda tersadar dengan warna, pasti akan menemukan perbedaan juga. Khusus untuk diesel, ada warna baru Granite Grey yang tampak lebih tua jika dibanding warna grey di Ertiga bensin. Selain itu, hanya ada pilihan dua warna lainnya yaitu Silky Silver Metallic dan Superior White. Jadi, jika Anda pembeli Ertiga diesel, pilihlah warna Granite Grey jika ingin tampil beda dari Ertiga bensin.


collage eksterior


Masuk ke dalam kabin, langsung tersadar nuansa warna dasbor yang berbeda dengan tipe bensin. Pertama kali keluar, dasbor Ertiga memiliki model warna two-tone dengan abu-abu muda di bagian atas dan beige di bagian bawah. Ketika Ertiga facelift meluncur, warna abu-abu di dasbor bagian atas berubah menjadi lebih gelap, dan lingkar kemudi menggunakan warna yang sama. Namun di Ertiga Diesel Hybrid, warna dasbor dan stir kembali seperti Ertiga sebelum facelift.


Motif jok dan door trim pun berubah dengan material menjadi lebih halus dibanding sebelumnya. Namun dengan warna beige terang seperti itu, nampaknya mudah sekali tampak kotor terkena noda. Dan yang cukup mengecewakan, kualitasnya tampak menurun dibanding Ertiga bensin. Terlihat jelas dari jahitan di jok yang tidak lurus dan presisi. Apakah karena kualitas hasil rakitan dari India? Mungkin sekali.



Interior dan Fitur


Posisi mengemudi Ertiga, tergolong tinggi untuk memberikan daya pandang luas ke segala penjuru. Mencari posisi terbaik tak sulit berkat adanya tilt steering dan height adjuster. Kursi baris kedua turut menawarkan akomodasi yang nyaman untuk penumpangnya. Headroom lega dan legroom dapat diatur dengan cara memaju-mundurkan jok. Kelemahannya hanya satu, kursi baris ketiga dan ruang bagasi yang kalah luas dari Honda Mobilio maupun Avanza-Xenia.


collage interior 2


Ada beberapa fitur baru yang tidak ada di Ertiga bensin tipe GX. Dua di antaranya defogger dan fungsi heater di AC yang sangat berguna menghalau embun jika udara di luar dingin. Selain itu, ada fitur self levelizing headlamp untuk mengatur ketinggian sorot lampu secara manual. Dan terdapat gear shift indicator di panel instrument yang sudah ada terlebih dahulu di Suzuki Karimun Wagon R. Fungsinya, merekomendasikan waktu perpindahan gigi terbaik di rentang putaran mesin paling efisien.



Performa


Seperti halnya mesin berkapasitas 1.500 cc ke bawah, kekosongan tenaga dan torsi di putaran bawah juga dialami Ertiga. Di trek lurus tidak ada masalah, tapi ketika bertemu rute tanjakan berkelok-kelok, mesin Ertiga terasa ngos-ngosan di awal akselerasi. Rasio gear pertama dibuat cukup kasar dengan 3,545 untuk mendongkrak tarikan awal. Tetapi rasio berikutnya 2,043 memberi gap cukup lebar, yang membuat torsi terjun ketika masuk gear kedua. Alhasil, tatkala merangkak naik tanjakan terjal di gear satu, perpindahan ke gear dua tidak banyak membantu.


Road test - Ertiga Diesel Hybrid (39)-039


Perlu siasat jitu agar tidak melorot di jalan menanjak terjal. Paling penting, menjaga momentum sebelum jalan mulai melandai. Kemudian, menempatkan gear yang tepat dan jaga putaran mesin selalu di atas 2.000 rpm. Karena torsi sebesar 200 Nm baru mulai terasa di 1.750 rpm namun masih terasa kekurangan. Baru setelah melewati 2.500 rpm, tonjokan torsi terasa kuat dan akselerasi berlangsung cepat, sebelum melemah lagi di 4.500 rpm. Melihat karakter torsi seperti ini, patut dipahami Suzuki belum mau memasangkan transmisi matik ke Ertiga Diesel Hybrid di India.


Tenaga sebesar 89 PS (88 hp), tidak banyak berperan seperti torsi besarnya. Tapi sudah sangat cukup untuk penggunaan perkotaan dan cruising di jalan tol. Perpindahan gigi khas Suzuki yang presisi dengan kopling ringan, mampu memberi kenikmatan dan kenyamanan saat mengemudikannya.


Mesin berkode D13A ini, masuk dalam klan Multijet 1.3 yang dikembangkan Fiat dan General Motors. Disebut juga SDE (Small Diesel Engine) dan dipakai di banyak platform mulai dari Fiat, Alfa Romeo, Opel, Tata, Lancia dan Chevrolet. Nah, mesin ini jugalah yang bersemayam di engine bay Chevy Spin.


Road test - Ertiga Diesel Hybrid (18)-018


Oleh Suzuki, mesin tanpa busi ini dilabeli teknologi Diesel Direct Injection System (DDiS). Telah ditopang forced induction berupa Variable Geometry Turbocharger (VGT) yang gejala lag-nya sangat kentara. Dan tak lupa, teknologi SHVS yang masuk kategori mild hybrid. Bukanlah hybrid murni karena tidak memiliki dua sumber tenaga penggerak.


Satu komponen yang paling berperan pada sistem ini adalah Integrated Starter Generator (ISG). Tugasnya, selain sebagai alternator, juga sebagai generator dan motor. Generator, dalam hal ini menjalankan sistem brake regeneration dengan menghimpun energi yang terbuat dari proses deselerasi. Energi lantas disimpan ke aki berukuran 70Ah untuk mengaktifkan idle start/stop dan menambah torsi saat akselerasi (torque assist function).


Secara teori, sistem ini mirip dengan brake regeneration milik pabrikan lainnya. Ketika dipraktekkan, hanya sistem idle start/stop yang cukup berguna untuk menghemat pemakaian bahan bakar saat kondisi berhenti. Sedang fungsi torque assist, hampir tak terasa kinerjanya. Terbukti, saat keiritan bahan bakar dilombakan, mobil ini mampu mencapai 31,14 km/liter.



Pengendaraan & Pengendalian


Dari sisi pengendaraan, jelas Ertiga Diesel Hybrid menawarkan sensasi berbeda dibandingkan Ertiga bensin. Mesin diesel modern yang kaya torsi, memberikan akselerasi lebih baik dibanding mesin bensin. Torsi adalah segalanya. Walaupun gemeretak suara khas diesel tetap terasa dan tidak semerdu bensin, tak ada yang dapat menggantikan hunjaman punggung ke sandaran jok saat membenamkan pedal gas dalam-dalam.


Road test - Ertiga Diesel Hybrid (15)-015


Soal pengendalian, tidak ada yang berbeda dibandingkan dengan Ertiga bensin. Perbedaan bobot 95 kg dari Ertiga GX bensin, sedikit menambah beban di area depan. Tapi secara keseluruhan tetap sama, dengan bantingan empuk namun berisi dan paling nyaman di kelasnya.


Konstruksi McPherson strut di depan dan torsion beam di belakang, adalah setelan paling umum dan praktis untuk sebuah kendaraan penumpang. Gejala limbung dan understeer pasti ada dan wajar terjadi. Namun kestabilan di kecepatan tinggi masih terjaga baik, meski feeling kemudi tetap artifisial karena menganut sistem elektrik.


Road test - Ertiga Diesel Hybrid (29)-029



Kesimpulan


Ertiga tetaplah LMPV yang ‘worth to buy’ saat ini. Kansnya sudah sangat besar, terbukti selama lima tahun peredarannya, cukup menggetarkan pemain lama di singgasananya yang nyaman. Kini amunisi Suzuki semakin mematikan dengan hadirnya versi mesin diesel. Kenyataan bahwa konsumen Indonesia saat ini lebih memilih transmisi otomatis ketimbang manual, bisa menjadi kendala terhadap penjualan di kota-kota besar. Namun jika memperhatikan strategi Suzuki selama ini, mereka gemar melakukan pembenahan dan perubahan sedikit demi sedikit. Melihat fakta itu, tampaknya masih ada peluang kehadiran Ertiga diesel transmisi matik.


Data spec rtiga diesel


Harga dan Promo Varian Ertiga

  • GL MT | Rp 220 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 13 Juta
    Angsuran Rp 5 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • GL AT | Rp 230 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 15 Juta
    Angsuran Rp 5 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • GX MT | Rp 231 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 15 Juta
    Angsuran Rp 5 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • GX AT | Rp 242 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 18 Juta
    Angsuran Rp 6 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • Sport MT | Rp 246 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 18 Juta
    Angsuran Rp 6 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • Sport AT | Rp 256 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 20 Juta
    Angsuran Rp 6 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo
  • GA MT | Rp 201 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 32 Juta
    Angsuran Rp 5 Juta
    Tenor 60 Months
    Lihat Promo

Video Suzuki Ertiga

Lihat video terbaru Suzuki Ertiga untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Suzuki Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi